Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Club: Air Minum Underrated Andalan Perantau di Surabaya, Merek Ternama Kalah Pamor

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
26 Juli 2024
A A
Club, Air Minum Andalan Warung Madura dan Mahasiswa Miskin Surabaya MOJOK.CO

Ilustrasi - Club, air minum andalan warung Madura dan mahasiswa miskin Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi para perantau berkantong pas-pasan di Surabaya, beruntung karena ada air minum dalam kemesan seperti Club yang banyak dijual di warung Madura. Sebab, di tengah terik panas Kota Pahlawan yang membuat tenggorokan kering kerontang, air minum tersebut bisa terbeli dengan harga sangat murah. Harga yang tak bisa untuk membeli air minum merek populer lain.

***

Iklan

Club seolah menjadi air minum yang wajib ada di setiap warung Madura di Surabaya. Pasalnya, mayoritas warung Madura yang tersebar di seluruh Surabaya bisa dipastikan menyediakan air minum produk PT Tirta Sukses Perkasa itu.

Saya sedang menyiapkan rencana untuk meliput beberapa warung Madura di Surabaya. Guna mengulik, kenapa mereka menjadikan Club produk andalan untuk dijual. Meski mereka juga menjual merek air minum populer lain.

Namun, saya punya asumsi: karena warung Madura mengedepankan asas ekonomi kerakyatan dalam berjualan, bisa jadi mereka menyediakan Club—dalam kontek di Surabaya—lebih karena memikirkan perantau atau mahasiswa berkantong tipis.

Sebab, jika hanya untuk mencari untung, tentu mereka akan lebih memilih menjual merek-merek terkenal yang secara harga lebih mahal sedikit dari Club.

Saya pun pernah berbincang dengan salah satu penjaga warung Madura. Ia menegaskan kalau jualan bukan cuma untuk cari untung, tapi juga untuk membantu atau mempermudah sesama. Itulah kenapa buka sampai 24 jam. Padahal tanpa buka 24 jam pun untung yang mereka dapat sudah lumayan.

Air minum Club andalan mahasiswa miskin Surabaya

Kita tinggalkan dulu konteks tersebut. Saya ingin membagikan cerita betapa Club menjadi air minum yang sangat membantu bagi perantau atau mahasiswa miskin di Surabaya. Cerita pertama datang dari Dhoi (21), mahasiswa penerima KIP Kuliah di UNAIR Surabaya.

Dhoi merantau dari Nganjuk, Jawa Timur, ke Kota Pahlawan pada 2021.

Sebagai mahasiswa penerima KIP Kuliah, tentu kondisi keuangannya terbilang-pasan. Sebab, ia lebih mengandalkan uang beasiswa tersebut untuk bertahan hidup. Ia berusaha sebisa mungkin tak melibatkan orang tuanya dalam hal pembiayaan.

Bisa dibilang, Dhoi menjalani laku hidup tirakatan selama merantau di Surabaya. Ia lebih sering makan sehari sekali. Bahkan untuk urusan minum pun ia mencoba mencari opsi air yang paling murah.

Club, Air Minum Andalan Warung Madura dan Mahasiswa Miskin Surabaya MOJOK.CO
Air minum Club. (Dok. Club)

“Beruntung hampir di setiap warung Madura di daerah kosku (Gubeng) jual Club. Harganya cuma Rp2 ribu,” beber Dhoi kepada Mojok, Jumat (26/7/2024).

Membeli Club jadi pilihan saat Dhoi sedang di kampus atau saat sedang keluar. Pasalnya, ia butuh air dingin untuk menyegarkan tenggorokan yang kering lantaran panasnya Surabaya.

“Beli Club ukuran besar itu Rp4 ribuan. Kalau dibelikan merek lain, Rp4 ribu baru dapat ukuran tanggung,” imbuhnya.

Iklan

Bagi Dhoi yang makan saja sehari sekali, tentu agak ogah jika harus membeli air minum seharga Rp4 ribu ke atas. Apalagi jika hanya untuk ukuran tanggung. Oleh karena itu, ia benar-benar merasa bersyukur masih ada air minum yang tersedia dengan harga cuma Rp2 ribu.

Club memang murah, tapi segarnya tak kalah dari merek lain

Cerita kedua saya dapat dari Tina (19), mahasiswa asal UNAIR Surabaya angkatan 2022.

“Aku ini konsumen tetap Club, Mas,” tegasnya saat saya tanya mengenai air minum andalannya selama merantau di Surabaya.

Sama seperti Dhoi, Tina yang juga bersasal dari Nganjuk tercatat sebagai mahasiswa penerima KIP Kuliah. Kondisi keuangan Tina di Surabaya pun tak jauh berbeda dengan Dhoi.

Tidak ada alasan lain jadi konsumen tetap Club selain karena memang harganya yang murah. Saat pertama kali merantau di Surabaya—dan pertama kali nemu Club di warung Madura—ia kaget ternyata ada air minum dengan harga semurah itu di kota sebesar Kota Pahlawan. Tapi itu membantunya untuk meredakan dahaga di tengah terik Surabaya, tanpa harus keluar banyak uang.

“Kalau yang dingin ya nggak kalah seger kok dengan minuman merek lain,” tutur Tina.

“Kalau biasa (nggak dingin), rasanya juga enak-enak aja. Nggak seret untuk ukuran harga semurah itu,” sambungnya.

Teman ngopi hemat di Surabaya

Dalam rentang 2017-2021 saat masih merantau di Surabaya, saya pun menjadi konsumen tetap air minum Club. Apalagi di tahun-tahun tersebut, harga sebotol tanggung Club hanya Rp1.500. Murah banget.

Itulah kenapa saya lebih sering membelinya. Lagi pula, sangat gampang menemukan Club di daerah kos saya (Wonocolo): hampir setiap titik ada warung Madura.

Saya dulu juga sering menjadikannya sebagai teman ngopi, karena bisa menghemat dana perkopian.

Misalnya, biasanya saya akan memesan es teh (dulu masih Rp3 ribu di warung kopi langganan saya). Jika es teh sudah habis saya tenggak, maka saya akan membeli air minum Club untuk menemani obrolan dengan teman-teman sampai larut malam. Karena kebetulan warung kopi langganan saya juga menjual air minum tersebut.

Dengan begitu, saya hanya perlu merogoh tidak lebih dari Rp5 ribu untuk nongkrong di warkop. Beda dengan teman-teman lain yang duitnya lebih-lebih, biasanya akan pesan minuman lagi.

Saya punya sederet teman di Surabaya yang sampai saat ini masih menjadikan Club sebagai air minum andalan. Alasannya tak jauh berbeda dengan Dhoi dan Tina yang baru saja berbagi cerita: apalagi kalau bukan karena murah.

Sampai saat ini pun, misalnya sedang main ke Surabaya, saya tak luput untuk membasahi tenggorokan dengan air minum itu. Sebagai ajang untuk nostalgia juga, karena saat pindah ke Jogja, ternyata saya sulit menemukan warung Madura yang sedia air minum andalan perantau atau mahasiswa miskin tersebut.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Jungkir Balik Kedai Kopi Jogja Hadapi Mahasiswa, Pesan Kopi Harga Rp5 Ribu Nggak Mau Disuruh Bayar Seikhlasnya Ogah, Tak Malu Nongkrong Pakai iPhone

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2024 oleh

Tags: Air minumair minum clubclubmahasiswa kip kuliahSurabayawarung madurawarung madura di surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO
Esai

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO
Catatan

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO
Sehari-hari

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
lestarikan budaya.MOJOK.CO

Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Tebar Diskon 81 Persen dan Gelar Pesta Budaya di Destinasi Sejarah Nusantara

10 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.