Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sering Menangis Tiba-tiba, Jangan-Jangan Kamu Terlalu Kehilangan

Audian Laili oleh Audian Laili
15 November 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jika kamu sering menangis tiba-tiba apalagi tanpa sebab, coba cek, bisa jadi ada kehilangan mendalam atau masalah yang belum selesai dalam hidupmu yang sendu itu.

Menangis di kala musim hujan seperti ini, memang syahdu sekali. Ada greget perpaduan sedih dan rindu yang tak dapat dapat dijelaskan dengan kata-kata. Namun, akan berbeda jika tangis itu terjadi tiba-tiba, tanpa tahu kenapa. Suasana hati yang stabil, menjadi anjlok seketika. Langsung terasa ada yang kroak di dada. Padahal sebelumnya, kamu sedang tertawa bahagia dengan teman-temanmu. Ataupun sedang menonton sebuah drama korea film komedi yang nggak ada sedih-sedihnya sama sekali…

…lantas, tiba-tiba kamu mengeluarkan tangis begitu saja. Tanpa pernah sanggup untuk menahannya terlebih dahulu. Tangis keluar, membuatmu—malu—dan orang-orang di sekitarmu bingung. Ada apa dengan dirimu? Apa yang sebenarnya terjadi?

Menangis tiba-tiba ini bisa jadi, dikarenakan ada yang belum selesai dengan dirimu. Ada masalah besar yang sedang berusaha kamu abaikan. Namun ternyata, alam bawah sadarmu, tidak dapat mengabaikan hal tersebut. Semuanya masih bergejolak di dalam dada, meminta untuk diselesaikan.

Kalau kamu sering mengalami hal ini, bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya:

(1) Kamu memiliki masalah traumatis yang masih belum selesai. Seperti yang kita tahu, perasaan traumatis memang tidak dapat selesai dengan mudah, ada proses panjang dan perlahan di dalamnya.

(2) Kamu sedang mengalami rasa kehilangan yang cukup mendalam. Rasa kehilangan ini, bisa jadi kehilangan orang dekat yang sangat dicintai—orang tua, sahabat, pacar, atau hewan peliharaan. Ataupun kehilangan kepercayaan diri, maupun kehilangan kehidupanmu yang sebelumnya.

(3) Kamu adalah tipe orang yang terlalu sensitif—atau sensitifnya kebangetan. Sehingga jika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hatimu seupil aja, kamu langsung merasa kecewa, lalu sedih, lantas menangis. Misalnya, dibencandain sedikit, langsung tersinggung—dan nangis. Intinya, kamu mudah dalam kondisi, ‘senggol bacok’ meski lagi nggak nonton konser.

Kondisi menangis tiba-tiba ini, tidak dapat langsung dapat disamakan dengan bipolar. Ketika seseorang mengalami bipolar, dia akan mengalami dua kondisi fase yang berbeda, yakni mengalami fase manik dan depresi. Ketika suasana hati sedang manik, dia akan melakukan banyak hal—yang seringkali anti mainstream—dan merasa dirinya sebagai seorang yang hebat. Sebaliknya, ketika kondisinya sedang depresi, dia merasa sangat terpuruk dan putus asa.

Sedangkan pada kondisi sedih dan menangis tiba-tiba ini, dia hanya mengalami fase yang tiba-tiba merasa sangat sedih dan ingin menangis saja. Tanpa tahu kenapa.

Jika hal ini pernah terjadi padamu, bahkan—mungkin—sangat sering, sehingga semakin membuatmu bingung dengan dirimu sendiri, atau justru menganggu rutinitas keseharian—misalnya, pekerjaan, kuliah, hubungan sosial hingga ada masalah kesehatan—coba saja lakukan beberapa hal berikut,

Pertama, jujur kepada diri sendiri, bahwa dirimu tidak sedang baik-baik saja. Ada masalah dalam kehidupanmu yang perlu diselesaikan. Bukan justru diabaikan atau dihindari. Sebab, sesuatu yang sebenarnya belum selesai dan hanya berusaha dihindari, hanya akan menjadi semacam bom waktu. Meledak di saat kita tidak sedang mempersiapkan apa-apa. Seperti dia yang pergi pas lagi sayang-sayangnya.

Sehingga, berusaha jujur pada diri sendiri, adalah sesuatu yang perlu kamu lakukan lebih dulu. Berusaha masuk pada diri sendiri, bertanya pada diri sendiri. Apa yang sedang kamu rasakan? Apa yang sedang mengganjal? Terima semua perasaan tersebut pelan-pelan. Terima sesuatu yang memang tidak seperti harapanmu itu.

Tidak apa-apa, untuk menjadi sedang apa-apa, Ferguso!

Iklan

Kedua, dengan masuk ke dalam diri sendiri, kamu pun telah memahami ada yang tidak beres dengan dirimu. Jika kamu merasa masalah tersebut tidak dapat kamu selesaikan seorang diri, jangan ragu untuk menceritakannya pada orang lain. Ceritakan pada siapapun yang memang kamu percaya. Jangan terlalu sombong pada diri sendiri, kita kan memang diciptakan sebagai makhluk sosial.

Kamu bisa menceritakan hal mengganjal tersebut kepada orang terdekatmu, orang yang sebenarnya nggak dekat-dekat amat sama kamu—misal Karjo atau Romlah, ataupun pada tenaga profesional semacam psikolog. Keluarkan hal-hal yang menyesak di dada pada orang yang kamu percaya. Pada orang yang kamu yakin, akan diterima apa adanya, dan tidak me-judge-mu dengan semena-mena. Sebab, penerimaan dari orang lain, dapat membantumu untuk lebih mudah menerima diri sendiri.

Ketiga, dalam keadaanmu yang masih labil, usahakan jangan terlalu sering berada dalam kesendirian. Jika, kamu memang belum benar-benar baik-baik saja, kesendirian hanya akan membuatmu menjadi overthinking. Lantas berimajinasi yang berlebihan, dan membuat berbagai kemungkinan.

Akan berbahaya jika kamu justru menikmati rasa sedih dan tangis itu berlama-lama. Misalnya dengan mendengarkan lagu-lagu melow—semacam Pilu Membirunya Kunto Aji ataupun Pamitnya Tulus—yang dirasa mewakili perasaanmu. Tolong, jangan lakukan itu.

Tidak perlu juga selalu berusaha berada di dalam sebuah pergaulan yang ramai dan tampak bercengkrama dengan kebahagiaan berlebih biar upload-able di Instragram Story. Cukup tidak sendiri, dengan ditemani dengan satu atau dua teman yang dapat membuatmu benar-benar diterima.

Keempat, hal selanjutnya yang dapat kamu lakukan, sesungguhnya bukan untuk menghindari atau mengabaikan masalah yang sedang kamu alami. Kamu bisa melakukan aktivitas positif yang dapat membuatmu bermanfaat dan berbahagia—misalnya nulis buat Mojok.co ataupun mantengin sosial medianya. Sambil perlahan-lahan kamu berusaha menyelesaikan permasalahanmu itu, bukan menghindarinya. Menghindar, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali perasaan tertekan yang berkepanjangan.

Kelima, berdoa. Jangan abai pada Sang Pencipta! Jika kamu sudah berupaya keras supaya yang nggajel-ngganjel di hati dapat selesai, selanjutnya bertawakal-lah pada Tuhan. Memohon supaya semua permasalahanmu dapat dimudahkan, niscaya hatimu pun akan terasa dilapangkan. Aminnn….

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2019 oleh

Tags: kehilanganmenangis tanpa sebabmenangis tiba-tibapsikologistrauma
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Kerja jadi relawan Surabaya bikin batin terguncang. (Ega Fansuri/Mojok.co)
Ragam

Kerja Jadi Relawan Surabaya Bukannya Bantu Orang Lain malah Batin Ikut Terguncang, Miris Melihat Kehidupan Warga Kota Pahlawan

22 Juli 2025
Seni Berdamai dengan Duka Kehilangan Orang Tersayang
Video

Seni Berdamai dengan Duka Kehilangan Orang Tersayang

29 November 2024
Perjalanan Panjang Sophie Navita Menemukan Ketenangan Batin dan Menghadapi Trauma Masa Lalu
Video

Perjalanan Panjang Sophie Navita Menemukan Ketenangan Batin dan Menghadapi Trauma Masa Lalu

18 April 2024
Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita MOJOK.CO
Esai

Para Pembersih Video Porno dan Kekerasan yang Ditumbalkan Demi Kita

13 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.