MOJOK.CO – “Sering dengar soal investasi saham, tapi akutu takut mau mulainya.” Yawda c, baca ini aja biar dapat gambaran cara menabung saham untuk pemula kayak kita-kita.

Memasuki usia yang udah punya penghasilan sendiri tapi tanggungan juga belum banyak-banyak amat, pengin banget bisa memulai berinvestasi demi kebebasan finansial di masa depan. Soalnya uang kan kalau ditabung nilainya bakal terus jatuh, kalah sama laju inflasi. Di negara yang jaminan sosialnya jelek kayak Indonesia, investasi sangat penting untuk mengamankan hari tua. Jadi tujuan investasi bukan semata biar kaya.

Akan tetapi, investasi bikin pening karena uang kita nggak terlalu banyak, nggak bisa menjangkau bentuk-bentuk investasi yang udah banyak dikenal kayak emas, tanah, atau properti.

Memang sih, emas adalah investasi yang paling aman dan punya harga stabil cenderung naik. Tapi masalahnya, investasi emas itu cukup ribet di bagian nyimpennya dan punya risiko dimaling. Sementara kalau mau investasi tanah, harganya itu loh, mahal betul. Sampai nggak bisa bayangin harus berapa kali gaji supaya bisa mengumpulkan uang untuk melunasi si petak impian.

Oleh karena itu, jenis investasi yang paling direkomendasikan terutama untuk anak muda adalah saham dan reksadana. Pasalnya, keduanya punya harga yang relatif murah. Jadi, cocoklah untuk kondisi kantung yang isinya sering habis cuma buat ngopi di coffee shop demi mengikuti tren masa kini.

Ngomongin soal saham, dia adalah salah satu investasi atau tabungan yang punya rata-rata hasil investasi cukup besar. Sampai saat ini pun, saham masih menawarkan hasil yang relatif paling tinggi di antara jenis investasi yang lain.

Lantas gimana caranya menjalankan investasi ini? Ribet nggak, sih?

Cara menabung saham untuk pemula 1: Menentukan karakter yang dipilih

Perlu diketahui dalam investasi saham, ada tiga jenis pelaku pasar saham. Ketika akan memulai investasi saham, kita perlu menentukan terlebih dulu akan memilih posisi yang mana.

Baca juga:  Hikmah dari Kasus Yusuf Mansur: Sedekah Ya Sedekah, Investasi Ya Investasi

Jenis #1: Biasanya dia adalah orang yang akan menginvestasikan uangnya dalam jangka waktu panjang. Kita sebut saja dia ini investor. Dia akan membeli saham perusahaan yang punya nilai dan peforma yang baik dengan menentukannya menggunakan analisis fundamental.

Jenis #2: Disebut trader. Bedanya dengan investor, trader akan menginvestasikan uangnya dalam jangka menengah dan pendek dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham. Jangka waktu yang dipakai pun bervariasi, bisa harian, bulanan, atau bahkan tiap jam dan menit. Oleh karena itu, keputusan untuk jual beli sahamnya menggunakan analisis teknikal.

Jenis #3: Dia bukan investor maupun trader. Selain itu, dia tidak menggunakan analisis fundamental atau teknikal dalam jual beli saham. Dia tidak menguasai pengetahuan tentang saham. Sehingga keputusan transaksinya hanya berdasar rumor, ikut-ikutan, atau main tebak-tebakan.

Maka dari itu, dalam investasi saham, pelaku investasi punya wewenang penuh untuk menentukan laju investasi. Karakternya adalah penentu “mau dibawa ke mana” investasi tersebut. Apakah kita suka dengan risiko atau tidak? Prinsip no risk no gain-lah yang biasanya membuat orang kalah di bursa saham. Jadi, sebagai pelaku transaksi saham, kita perlu meluangkan waktu dan lebih jeli dalam membaca pergerakan pasar supaya dana yang diturunkan ke perusahaan tersebut dapat berkembang.

Cara menabung saham untuk pemula 2: Memilih jenis keuntungan yang diinginkan

Setelah tahu posisi yang kita tentukan, hal selanjutnya untuk memulai investasi saham adalah mempelajari dulu jenis keuntungan yang akan didapatkan. Keuntungan ini ada dua jenis, yakni capital gain dan pembagian dividen.

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan saham. Sementara dividen adalah keuntungan yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Tentu saja dividen tidak akan dibagikan kalau perusahaan mengalami kerugian. Oleh karena itu, perlu dipelajari keuntungan macam apa yang akan dibagikan oleh perusahaan.

Cara menabung saham untuk pemula 3: Menyiapkan dana untuk investasi

Besaran deposit untuk dibelikan saham bervariasi dan cukup murah, bisa dimulai hanya dengan Rp100 ribu saja. Kita bisa menentukan sendiri berapa uang yang siap untuk diinvestasikan. Misalnya dengan mempertimbangkan uang yang tidak dipakai sebagai dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat. Serta menentukan harga saham yang akan kita beli.

Baca juga:  Mengenal Lo Kheng Hong, Raja Investasi Saham Indonesia

Cara menabung saham untuk pemula 4: Buka rekening saham

Membuka rekening di perusahaan sekuritas diperlukan agar bisa melakukan transaksi. Perusahaan sekuritas sendiri adalah anggota bursa efek yang bergerak di bidang transaksi sekuritas (jual beli efek). Pemilihan perusahaan ini dengan mempertimbangkan hal-hal yang kita butuhkan sebelumnya.

 

Cara menabung saham untuk pemula 5: Rajin mengikuti kabar saham

Saat sudah mulai berinvestasi saham, sangat penting untuk rutin mengikuti berita ekonomi, berita emiten (perusahaan yang sahamnya kita beli), analisis fundamental, diversifikasi saham (nggak mempertaruhkan investasi hanya pada satu saham), ataupun membaca arah pergerakan saham (analisis teknikal).

Cara menabung saham untuk pemula 6: Melatih “permainan”

investasi saham memang memiliki potensi keuntungan yang lebih banyak, tapi begitu pula dengan kerugiannya. Dalam berinvestasi saham, ada risiko capital lost, yakni harga jual saham lebih rendah daripada harga belinya. Selain itu, risiko lainnya adalah saham yang kita beli kena suspend. Hal ini sering terjadi pada saham-saham “gorengan”. Biasanya, orang ramai beli hanya karena terpancing atau dipanas-panasi untuk beli.

Oleh karena itu, diperlukan ketegasan. Jika kecenderungan harga terus turun, langsung saja cut loss. Tidak perlu menunggu harga membaik. Apalagi kalau secara bisnis, perusahannya memang kurang baik. Memang hal ini akan merugikan, tapi juga mencegah kerugian lebih besar. Berinvestasi saham ini memang permainan yang butuh kesabaran, kecerdasan, dan kejelian, meski soal hoki masih sering dianggap jadi faktor penentu.

Kalau kamu masih punya pertanyaan tentang cara memulai berinvestasi saham, kamu bisa tuliskan pertanyaanmu di kolom komentar, kami akan mengusahakan menjawabnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles