• 15
    Shares

MOJOK.CO Dalam masa-masa Pilkada Serentak, foto jari yang dilumuri tinta pemilu berwarna ungu sontak memenuhi media sosial. Tapi, kenapa harus pakai tinta? Kenapa nggak pakai lip tint aja sekalian?

Pada tanggal 27 Juni 2018 ini, masyarakat di 171 daerah di Indonesia menggunakan hak pilihnya untuk memilih 17 gubernur, 115 bupati, dan 39 wali kota. Dari pesta rakyat yang satu ini, ada satu hal yang jelas akan terjadi: update-an foto di media sosial yang isinya jari berwarna ungu.

Ya, jari berwarna ungu mendadak jadi tren terkini. Tak peduli siapa pun pilihan gubernur, bupati, atau wali kotanya, hidup segera terasa damai setelah kita mengunggah foto jari berwarna ungu. Seakan lebih hot dan seksi dibandingkan cincin tunangan, jari berwarna ungu karena tinta pemilu pun ditengarai mempunyai potensi 75,8% lebih tinggi untuk mengundang likes di Instagram.

Tapi, pernahkah kalian bertanya-tanya: kenapa, sih, jari kita harus dicelupin ke tinta setelah nyoblos untuk pilkada serentak atau pemilu? Lagi pula, kenapa harus ungu? Kenapa nggak merah dan putih aja seperti warna bendera?

Plus, kenapa pula bekas tinta ini hilangnya lama kayak lip tint dari Korea walaupun udah digosok-gosok pakai make-up remover?

Tenang, tenang. Bersama-sama, marilah kita temukan jawaban permasalahan ini agar kita sama-sama mendapatkan pengetahuan baru. Eaaaa~

Kenapa Jari Harus Dicelupkan ke Tinta Setelah Ikut Pilkada Serentak?

Baca juga:  Masa Kampanye di Flores: Rivalitas Caleg dan Pegawai Koperasi

Kebiasaan menandai jari tangan pemilih dengan tinta adalah kebiasaan impor yang datang dari negara asal Rahul dan Anjali dalam Kuch Kuch Hota Hai, India. Negara ini pernah mengalami pencurian identitas yang cukup serius sehingga mereka merasa perlu menandai pemilih dengan tinta di jari. Pada prinsip yang sama, cara ini kemudian diikuti oleh Indonesia, apalagi negara kita juga sama-sama berawalan “in”, seperti yang bisa ditemukan dalam kata “tINta”.

Yha, nggak nyambung, memang. Itu tadi intermezzo saja, kok, biar kamu senyum sedikit.

Kenapa Tinta Pilkada Umumnya Berwarna Ungu dan Tahan Lama Kayak Lip Tint Korea?

Menurut beberapa laporan penelitian, warna ungu dalam tinta pemilu ternyata dipilih karena mampu memberi bekas warna coklat atau hitam. Hal ini disebabkan pula dengan adanya senyawa perak nitrat di dalamnya. Zat inilah yang disebut dapat meninggalkan bekas noda pada kulit dalam 1 hingga 3 hari.

Dengan alasan itulah, tinta berwarna ungu diyakini dapat membantu terselenggaranya keamanan pemillu dan pilkada. Artinya, tidak bakal ada pemilih dobel kecuali dia pakai jari-jari palsu.

Kalau penjelasan di atas masih terlalu berat buatmu, ingat-ingat saja teori ini: dalam keluarga Teletubbies, Tinky Winky adalah sang pemimpin. Selain itu, Tinky Winky adalah satu-satunya makhluk berwarna ungu.

Sementara itu, dalam pemilu dan pilkada serentak, kita semua sama-sama memilih pemimpin,yang posisinya disimbolkan oleh Tinky Winky. Untuk itulah, warna ungu dipilih sebagai pertanda: untuk Tinky Winky sang leader sejati!

Baca juga:  Menguji Nalar Soal Perda Syariah

Kenapa Tidak Mencoba Warna Lain Selain Ungu?

Ah, kata siapa? Di beberapa daerah di Indonesia, pemilu dan pilkada ternyata tidak menggunakan tinta pemilu ungu berbahan dasar perak nitrat. Pada tahun 2012, misalnya, pemilihan wali kota di Payakumbuh, Sumatera Barat, menggunakan tinta pemilu berbahan dasar gambir yang berwarna coklat atau kehitaman.

Sementara itu, di pilkada serentak 2018 ini, Kota Cirebon—tepatnya di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti—memilih menggunakan sari kunyit sebagai pengganti tinta pemilu. Alhasil, bukannya ungu, jari-jari mereka pun berwarna kuning.

Alasan penggantian tinta ini adalah adanya beberapa warga yang menolak mencoblos jika harus mencelupkan jari ke tinta pemilu berwarna ungu. Mereka berpendapat, pori-pori mereka akan tertutup tinta sehingga menjadi penghalang sahnya wudu, meskipun Peraturan KPU (PKPU) sesungguhnya telah mengatur bahwa tinta pemilu harus bersertifikat halal MUI dan tidak menghalangi wudu.

Hmm. Jangan-jangan, pemilihan tinta kuning ini mengandung nilai konspirasi tersendiri. Apakah, dibandingkan dengan Tinky Winky, Laa-Laa yang merupakan Teletubbies berwarna kuning dianggap sebagai sosok yang lebih ideal sebagai seorang pemimpin???

Entahlah. Namun sepertinya, tinta kuning ini memiliki sedikit kelemahan: foto jari berwarna kuning kunyit memerlukan filter lebih banyak agar terlihat lebih menonjol saat akan diunggah di Instagram dibandingkan dengan jari berwarna ungu.

Hehe!