• 77
    Shares

MOJOK.CO Di tengah ramainya film sekuel semacam Ada Apa dengan Cinta? hingga Si Doel The Movie, film Petualangan Sherina layak dihadirkan kembali setelah 18 tahun berlalu.

Sebelum Si Doel The Movie, film-film sekuel telah menjamur terlebih dulu di Indonesia. Sebagai contoh, sebut saja Ada Apa dengan Cinta? 2 dan Eiffel… I’m In Love 2. Berturut-turut, kedua film ini memiliki jarak 14 dan 15 tahun dengan film pertamanya. Malah, tokoh dalam film Ada Apa dengan Cinta?, Milly dan Mamet, bakal dibuatkan filmnya tersendiri!

Berdasarkan fakta itulah, saudara-saudara, saya rasa tak ada salahnya jika kita bersatu padu demi satu tujuan mulia di tengah-tengah gebrakan nostalgia sinema Indonesia, yaitu…

…sekuel film Petualangan Sherina!!!

Ya, benar, teman-teman sekalian. Petualangan Sherina adalah film yang itu—yang menemani imajinasi kita tentang persahabatan laki-laki dan perempuan yang superseru, di mana kita bisa makan permen coklat sebanyak-banyaknya sebagai bekal, jalan-jalan bawa tali (jaga-jaga siapa tahu kita diculik), sekaligus hafal nama-nama bintang dan perbedaan sifatnya dengan bulan.

Film ini—kalau boleh dilebih-lebihkan—adalah mutiara dalam kehidupan.

Lantas, apa yang membuat film Petualangan Sherina layak dibuat sekuelnya, bukan hanya dibangkitkan kembali dalam versi musikal?

1. Karena Sherina dan Sadam Lebih dari Sekadar Cinta dan Rangga

Kalau kamu merasa hubungan Cinta dan Rangga adalah definisi romantis yang sesungguhnya karena mereka harus bertengkar dulu sebelum bisa ciuman, Sherina dan Sadam sudah lebih dulu menegaskan itu.

Alih-alih langsung terjebak cinta monyet sebagaimana yang kita alami semasa SD dulu, Sherina dan Sadam memutuskan untuk menjadi lawan terlebih dulu, walaupun kelihatannya mereka saling tertarik.

Baca juga:  Film Posesif: Sebuah Naskah Remake Versi Mojok

Prinsip keteguhan hati inilah yang menjadikan Petualangan Sherina layak dilanjutkan kembali, seperti film Si Doel The Movie. Apalagi, ada pertanyaan yang masih menjadi misteri di sini, misalnya: apakah Sherina dan Sadam langsung saling menerima ideologi masing-masing setelah penculikan terjadi? Apakah Sadam benar-benar mencuci rok milik Sherina yang terkena permen karet karena dikerjai oleh Sadam and the gank? Apakah Sadam akan masuk ke SMP yang sama dengan Sherina, atau ia harus langsung melanjutkan usaha perkebunan milik ayahnya?

Secara umum, pertanyaan-pertanyaan inilah yang kemudian mengusik rasa ingin tahu penonton. Sekuel diperlukan!

2. Karena Kita Berutang Budi Pada Plester, Tali, dan Senter Sherina

Karakter Sadam yang sok jagoan tapi ternyata manja bukan kepalang di rumah, serta Sherina yang sok tahu dan pemberani, menjadi daya tarik utama di film Petualangan Sherina.

Bukan sekadar manja, Sadam adalah anak dengan level manja cukup tinggi yang dipanggil Yayang oleh ibunya sendiri. Sementara itu, Sherina bersikap cukup freak dengan menganggap semua perjalanan adalah petualangan, sampai-sampai ia memutuskan membawa tali dan senter saat hendak berjalan-jalan santai.

Nah!!! Hal inilah yang bisa kita amati jika kelak mereka kembali muncul dalam sekuel Petualangan Sherina!!!

Tapi, apa sebenarnya yang mendasari sikap feminis Sherina (jika dilihat dari keberaniannya menempatkan diri sebagai perempuan) dan koleksi plester di badannya yang sebenarnya tidak terluka? Apakah sebenarnya selama ini Sherina punya teman khayalan dan dunia imajinasi, sedangkan Sadam ditakdirkan sebagai “penyelamatnya”? Atau, apakah Sadam melihat kecanduan Sherina atas permen coklat sebagai sesuatu yang berbahaya karena gigi Sherina bisa jadi gigis?

Baca juga:  Formula Rahasia Film Dilan 1991 Tembus 3 Juta Penonton dalam 5 Hari

Entahlah, tapi kita hanya bisa tahu kalau sekuelnya dibuat!

3. Karena Sherina dan Sadam Bisa Jadi Simbol Kita Semua

Di tahun 2000, keberanian Sherina dan Sadam untuk berjuang di tengah adegan penculikan serta perjalanan persahabatan mereka sungguh menginspirasi semua penontonnya. Nah, jika sekuelnya benar-benar akan dibuat seperti film Si Doel The Movie, tim produksi bisa kembali menjadikan Sherina dan Sadam sebagai inspirasi generasi milenial.

Agar lebih relate ke kehidupan kita semua, Sherina dan Sadam bisa digambarkan dengan keadaan berikut:

1. mereka tidak berpacaran, tapi terjebak friendzone;

2. mereka sudah menikah dan punya anak, tapi Sherina melahirkan dengan metode caesar dan disindirin sama netizen ibu-ibu di Instagram, lalu dilindungi oleh Sadam;

3. mereka sudah menikah, tapi Sadam digoda pelakor sehingga Sherina langsung melabrak dengan sabetan tali ajaibnya,

4. mereka akan menikah, tapi lagi berantem gara-gara debat memutuskan bentuk undangan yang tepat: bentuk permen coklat atau plester; atau

5. mereka sudah berpacaran lama tapi belum lamaran dan setiap lima menit ditanyain tetangga, Kapan nikah? Aku aja udah nikah, nih. Enak, loh, pacaran halal,” sampai –sampai mereka tak tahan lagi dan langsung berdendang,

“Dia pikir, dia yang paling hebat!”

  • 77
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles