Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 Februari 2026
A A
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Ilustrasi - film "Surat untuk Masa Mudaku" yang tayang di Netflix. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Film “Surat untuk Masa Mudaku” tak hanya bercerita tentang trauma anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Film karya Sutradara Sim F yang tayang di Netflix ini mengisahkan hubungan bermakna antar lintas generasi yang saling mengisi kesepian satu sama lain, serta cara seseorang berdamai dengan kehilangan.

***

Iklan

Film “Surat untuk Masa Mudaku” di Netflix diawali dengan kecemasan Kefas–diperankan oleh Fendy Chow, yang terlalu protektif dengan putrinya Abigail (Sadiya Aisye). Di momen ulang tahun putri kecilnya itu, Kefas seolah hilang kendali saat putrinya jatuh sakit.

Padahal, istrinya Rania (Agla Artalidia) sudah merawat Abigail. Tapi Kefas yang panik akhirnya membawa Abigail ke rumah sakit dan minta segera ditangani. Merasa ada yang salah dengan suaminya, Rania memutuskan membawa pergi Abigail pagi-pagi sekali agar Kefas menenangkan diri.

Tak lama setelah itu, Kefas mendengar kabar duka di mana pengurus panti asuhan tempat tinggalnya dulu, Simon Ferdinan (Agus Wibowo) meninggal. Sosok pengurus yang awalnya tidak ia sukai, tapi berujung jadi hubungan penuh arti. 

Dari situlah kisah berlanjut ke masa lalu. Tentang Kefas remaja (Millo Taslim) yang mengalami trauma karena adiknya tiada. Sementara pengurus pantinya dulu tak peduli. Bahkan menipu anak-anak di panti dengan menyalahgunakan dana dari donatur.

Kefas. MOJOK.CO
Kefas menjahili pengurus panti. (Netflix)

Akibatnya, Kefas membenci siapa pun pengurus pengganti di panti asuhan Pelita Kasih. Hingga menjahilinya agar mereka tak betah. Namun, ada satu orang yang akhirnya memahami sifat nakal Kefas di masa remaja. Ia adalah Simon.

Kehidupan nyata anak panti asuhan

Di awal kehadiran Simon dalam film “Surat untuk Masa Mudaku” di Netflix, saya cukup sulit menebak bagaimana caranya Simon mengakrabkan diri dengan anak-anak. Dan apa tujuan sebenarnya menjadi pengurus panti asuhan. Sebab, saat pertama kali datang, Simon sama sekali tak menunjukkan kesan peduli maupun serius menjalani tugasnya.

Wajahnya lempeng, sama sekali tak menunjukkan minat tapi pada dasarnya ia adalah orang baik. Beberapa kali Kefas menjahilinya dan membuatnya repot, tapi Simon tetap sabar. Sampai akhirnya, Kefas melakukan hal fatal saat acara bakti sosial di pantinya.

Bagi anak-anak panti asuhan, acara itu sangat berharga karena mereka bakal kedatangan para donatur. Syukur-syukur kalau mereka tertarik dengan salah satu anak panti dan mengadopsinya. Itulah mengapa acara bakti sosial begitu penting bagi mereka, tapi Kefas justru menghancurkannya.

Anak-anak di panti asuhan. MOJOK.CO
Teman-teman Kesaf di panti saat acara bakti sosial. (Netflix)

Tak pelak teman-temannya seperti Sabrina (Aqila Faherby) sosok paling dewasa di antara mereka, Joy (Cleo Haura) cewek tomboy sahabat Kefas, Boni (Halim Latuconsina) si anak bontot yang berperawakan khas Indonesia timur, Romi (Jordan Omar) dan Desi (Diandra Salsabila Lubis) yang pintar menyanyi, justru memusuhi Kefas karena perilakunya sudah kelewat batas.

“Surat untuk Masa Mudaku” bukan film biopik

Sebagai Sutradara film “Surat untuk Masa Mudaku” di Netflix, Sim F mengaku terinspirasi dari kehidupan nyata anak-anak di panti asuhan. Ia ingin menunjukkan perjuangan mereka mengatasi kesedihan karena ditinggal orang-orang yang dicintainya, tapi kemudian bahagia dengan kehadiran satu sama lain meski tak punya ikatan darah.

Tak kalah penting, di balik kesedihan itu, ada harapan dari anak-anak panti asuhan untuk memperoleh kebahagiaan dengan diadopsi dan memiliki keluarga baru. Meski begitu, Sim F tak ingin mendramatisasi kisah hidup tokoh nyata.

Ia bersama penulis naskah Daud Sumolang telah berupaya meracik cerita nyata tersebut menjadi satu benang merah emosional yang kuat. Itu sebabnya, alur cerita yang dihasilkan sangat runtut dan jelas meski film “Surat untuk Masa Mudaku” menggunakan alur maju-mundur.

“Saya dan penulis naskah Daud Sumolang meramu cerita-cerita dari kehidupan nyata di panti asuhan menjadi satu tema, yaitu rasa kehilangan, yang dirasakan oleh karakter Kefas remaja, Kefas dewasa, sampai Pak Simon,” ujar Sim F dalam konferensi pers pada Rabu, (28/1/2026).

Kesaf dan Simon. MOJOK.CO
Simon menceritakan masa lalunya pada Kesaf. (Netflix)

Tapi, walaupun alur ceritanya sudah bagus, akting para pemain khususnya anak-anak masih terasa agak kaku di sepertiga film. Maklum karena beberapa pemain memang masih baru. Beberapa dialognya juga terdengar sangat rapi dengan gestur emosi yang belum natural. 

Namun, seiring berjalannya waktu, kualitas akting para pemain menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terutama Halim Latuconsina yang terkesan natural dengan kepolosan dan kelucuannya sebagai Boni.

Saling mengisi kesepian

Kisah masa lalu Simon terungkap pada adegan klimaks, di mana Kefas kabur dari panti asuhan karena ia marah pada Wahyu (Willem Bevers) selaku pemilik yayasan yang bakal mengusir dirinya. 

Iklan

Saat Kefas menumpahkan kesedihannya di makam Angelina adiknya, Simon hadir untuk menemani. Hati Kefas yang masih batu akhirnya luruh saat Simon bercerita tentang masa lalunya.

“Anak saya kecelakaan motor enam tahun yang lalu. Istri saya meninggal mendadak empat bulan yang lalu. Saya tahu rasanya ditinggal sendirian dan itu nggak enak,” ujar Simon yang semasa kecil juga pernah tinggal di panti asuhan bersama Wahyu.

Tak hanya Kefas yang akhirnya luruh, Simon yang sebelumnya kesepian setelah kehilangan anak dan istrinya, kini lebih bisa tersenyum dengan tulus berkat keceriaan anak-anak di panti asuhan. 

Alih-alih mengakhiri hidup, Simon berubah pikiran dengan tetap menjadi pengurus panti asuhan hingga Tuhan benar-benar mengambil nyawanya. Kematian Simon membuat Kefas sadar untuk berdamai dengan kematian sekaligus kesepian. Dalam euloginya di Netflix, Kefas berpesan.

Isi film “Surat untuk Masa Mudaku”

Aku ingin bersyukur pada diriku yang berusia 12 tahun. Di usia itu kau dan adikmu ditinggalkan di panti asuhan dengan janji akan kembali, meski kau tahu janji itu tak akan ditepati tetapi kau terus menunggu dan berharap. Banyak rasa sakit hati, kehilangan, serta tangisan di malam hari, tapi kamu nggak pernah mau menunjukkannya ke orang lain. Kamu berusaha menjadi kekuatan untuk adikmu. 

Aku juga ingin bersyukur pada diriku yang berumur 15 tahun. Di mana kau harus menghadapi kepergian adikmu dengan menyalahkan diri sendiri karena tak mampu menjaganya. Rasa bersalah serta kemarahan terus ada padamu. Namun, aku bangga karena di tengah kegelapan itu kau memilih untuk bangkit dan melawan keputusasaan, meski itu tidak mudah. 

Di tengah segalanya aku sangat bersyukur Pak Simon hadir pada saat itu. Dan juga kembali hadir di saat ini. Ternyata rasa ketakutan akan kehilangan orang yang kucintai masih ada sampai saat ini. 

Di hari kehilanganmu ini kamu justru mengingatkanku bahwa apa yang kamu alami di masa lalu menjadi kekuatanku di hari ini, yaitu kekuatan untuk bersyukur. Dan menerima setiap kehilangan dengan hati yang lapang. Memilih kebahagiaan, meski di tengah rasa kehilangan. 

Sekali lagi Pak Simon, yang akhirnya membuatku paham hari ini, di hari aku kehilanganmu. Selamat jalan.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Series “Trio Bintang Lima”: Saat Arwah Eyang Turun Tangan Ingatkan Gen Z yang Lupa Soal Tata Krama Orang Jogja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2026 oleh

Tags: film indonesiafilm kehidupanfilm panti asuhanMillo Taslimrekomendasi NetflixSurat untuk Masa Mudaku
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Na Willa, film anak yang obati inner child

‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan

27 Maret 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
Pabrik Gula lempeng. MOJOK.CO

Mengulik Kejadian Nyata dari Pabrik Gula, Film Horor yang Alur Ceritanya “Lempeng-lempeng” Saja

7 April 2025
Review film Indonesia terbaru, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu garapan Hanung Bramantyo adaptasi novel laris Puthut EA (MOJOK.CO)

Membedah Isi Kepala Laki-laki yang Selalu Bilang “Belum Siap” kalau Diajak Nikah

15 Februari 2025
kritik terhadap kualitas film dan series Indonesia yang belakangan menonjolkan adegan panas atau vulgar MOJOK.CO

Kritik serta Jawaban terhadap Adegan Tak Pantas dalam Film dan Series Indonesia

9 Januari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.