Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kentut di Depan Pacar Demi Hubungan yang Bahagia

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
26 Desember 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selain erat kaitannya dengan ketulusan dan penerimaan, kentut di depan pacar juga mengajarkan satu hal penting: pantatmu punya hak untuk hidup bebas dan merdeka!

Penulis blog Barking Up the Wrong Tree, Eric Barker, pernah menuliskan rahasia hubungan langgeng berdasarkan penelitian-penelitian ilmiah. Dalam tulisannya, Barker menulis hal-hal semacam omong kosong perihal kesamaan selera musik, zodiak,  fakta bahwa pernikahan hasil perjodohan bisa saja berakhir bahagia, hingga pertengkaran yang justru akan mempererat komunikasi.

Iklan

Namun agaknya, Barker melewatkan sesuatu yang tak kalah penting. Seorang psikolog keluarga Amerika Serikat, Leah DeCesare, menyebutkan bahwa ada satu lagi kunci penting dalam menjaga kelanggengan hubungan percintaan: ketulusan dan kepercayaan. Adapun makna ketulusan dalam sebuah hubungan adalah memahami apa pun keadaan pasangan.

Sekali lagi: apa pun. A-p-a-p-u-n.

Dengan prinsip “apa pun” inilah, pernyataan DeCesare berikutnya menjadi masuk akal. Menurut perempuan yang kini tinggal di Rhode Island ini, salah satu wujud ketulusan dalam hubungan adalah…

*JENG JENG JENG*

…kentut di depan pacar!!!!!11!!!1!!!

Masih menurut DeCesare, kentut di depan pacar adalah wujud kenyamanan yang tinggi terhadap si pacar. Seseorang yang memilih buang angin di depan pasangannya sendiri cenderung ingin menunjukkan “wajah” asli mereka dan berharap bisa diterima sepenuh hati.

Kalau kentut tadi berbalas kentut, alias kamu dan pacarmu—misalnya—saling berbalas kentut satu sama lain, itu artinya kalian telah merasa nyaman dan aman dalam hubungan asmara yang kalian jalani. Bahkan, kentut-kentutan ini bisa disamakan dengan ekspresi pernyataan “Aku cinta kamu”.

Iya, iya, kamu benar: suara “Preeeeeet” itu ternyata sama dengan “Aku cinta kamu, mylov.” Nggak usah sok kaget gitu, deh.

Sebuah laman khusus pernikahan di luar negeri bahkan merekomendasikan pasangan suami istri untuk tidak saling menyembunyikan kentutnya. Pasalnya, kentut memang sedemikian pentingnya dalam mempererat hubungan. Singkatnya gini, nih: situ udah komitmen untuk saling menerima dan menjaga satu sama lain, masa nggak mau nerima kentut pasangan??? Situ mau nerima apanya, coba???

FYI nih, ya, Mbak-mbak dan Mas-mas, bagi sebagian besar pasangan, momen pertama yang membuat mereka bertahan dalam sebuah hubungan berkomitmen adalah saat mereka saling kentut di depan pacar. Meski terkesan jorok dan mambu, ada kepuasan tersendiri saat kentut berhasil keluar (kadang bunyinya “Preet”, kadang “Brooot”, kadang “Pletok-pletok-pletok” kalau berturut-turut tapi patah-patah, kadang “Pletokcrut-pletokcrut-pletokcrut” kalau berturut-turut dan sedikit berair, kadang juga “Dududududud” kalau berturut-turut dan cepat, persis lagunya BLACKPINK) dan si pacar tidak lantas pergi karena merasa jijik. Walau menanggapi dengan, “Ih, kamu kentut, ya!” ketulusan pacar bisa dilihat kemudian: apakah dia langsung minta putus gara-gara dikentutin atau nggak.

Tahap kentut di depan pacar juga menjadi titik balik kompromi yang lebih kuat dalam sebuah hubungan asmara. Diterimanya kentut kita di depan pasangan sedikit banyak menguatkan keyakinan kita bahwa si pacar akan mampu berkompromi pula dengan “bencana” apa pun di masa depan. Yah, kentut aja bisa ditaklukkan, masa ampasnya yang lain nggak, sih???

Lagi pula, perlu kita pahami sama-sama: kentut adalah peristiwa normal dan sangat alami yang tubuh kita lakukan, persis dengan hal-hal lain, seperti makan, minum, atau menangis. Nah, sebagai proses yang natural, nggak mungkin juga kita menyembunyikan kentut terus-terusan, bukan??? Situ mau perutnya buncit gara-gara penuh dengan gas beracun???

Iklan

Tapi, gimana kalau kentut saya bau??? Gimana kalau pacar saya malah muntah-muntah 3 hari saking baunya kentut saya???

Beberapa orang memiliki kentut yang beraroma kuat dan mengganggu, meskipun suara kentutnya sendiri sudah menggelegar (sebelumnya, ada teori yang menganggap kentut bersuara tidak akan menimbulkan bau, begitu juga sebaliknya). Nah, hal-hal semacam ini seharusnya tidak lantas menahanmu untuk membiarkan lubang pengeluaranmu mengeluarkan angin di depan pacarmu. Ingat, pantatmu juga punya hak untuk hidup bebas dan merdeka!

Justru, dengan kentutmu yang baunya naudzubillah min dzalik cukup kuat, kamu bisa berlatih disiplin dengan memberi alarm peringatan sebelum mengeluarkannya keras-keras. Selain untuk mengatur perasaan disiplin, hal ini bisa kamu lakukan juga untuk meningkatkan empati dan menghormati pasangan. Kasihan, kan, kalau mereka lagi makan, tapi tahu-tahu harus mencium aroma gas yang bikin pengin marah-marah 2 bulan???

Yang tak kalah penting: setelah kentut, jangan lupa tertawalah bersama pacar. Biar apa? Ya biar nggak awkward, apalagi kalau kamu baru jadian 3 jam yang lalu, tapi udah kentut yang bunyinya pletokcrut-pletokcrut-pletokcrut!

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: bau kentutbuang angingas beracunkentut di depan pacarpasangan
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru
Suara Bawah Tanah

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

13 Februari 2026
pilot selingkuh.MOJOK.CO
Ragam

Memilih Selingkuh dengan Orang yang Lebih “Jelek” dari Pasangan Aslinya, Penyebabnya Impulsif hingga Butuh Variasi

8 Januari 2024
Uneg-uneg dari Perempuan yang Berkali-kali Menolak Dijodohkan: Bakal Jauh dari Jodoh?
Kilas

Uneg-uneg dari Perempuan yang Berkali-kali Menolak Dijodohkan: Bakal Jauh dari Jodoh?

29 Juni 2023
gorong-gorong maut Mobil Jenazah. Mojok.co.
Kilas

Gorong-gorong Maut di Tangerang, 5 Orang Tewas Hirup Gas Beracun

8 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.