• 10
    Shares

MOJOK.CO Memahami prinsip Kpoper snob dalam menggemari idola Korea Selatan.

Di masa-masa di mana budaya Korea Selatan banyak digemari seperti saat ini, penggemarnya jelas selalu bertambah. Tapi, ingat: Selalu ada anak tangga pertama dalam segala hal, tak terkecuali dalam perjalanan mengidolakan Oppa dan Eonnie.

Yhaaaa, Saudara-saudara, setelah kita sama-sama memahami fase-fase menjadi Kpopers, rasanya perlu juga kita mengenali dan mengidentifikasi jenis Kpoper baru atau Kpoper know-it-all alias Kpoper snob yang terhormat. Bukan apa-apa, nih, tapi jenis Kpoper yang satu ini memang menarik untuk diamati. Nggak percaya? Ya nggak papa.

Menurut Mojok Institute, karakter Kpoper snob ini pada dasarnya terbagi dalam 5 keyakinan mereka, yaitu:

1. Biasku adalah Suamiku/Istriku/Kakakku/Adikku/Tetanggaku

Ini adalah kebiasaan yang lumrah ditemui dalam dunia Kpopers: mengaku-ngakui seorang idol sebagai kekasih hatinya, sebagaimana saya merasa Cho Kyuhyun adalah takdir saya. Namun, yang menjadikan Kpoper snob berbeda adalah betapa ia merasa menjadi orang yang peling mengetahui isi hati si bias (idol yang paling disukai), apa yang paling cocok untuk biasnya, dan apa yang seharusnya biasnya lakukan.

[!!!!!!!!11!!!11!!!]

Monmaap nih, memangnya situ orang tua asuhnya, ya?

2. Fans dari Korea Itu Galak dan Jahat

Pada banyak kasus, seorang idol sering kali tersandung ‘permasalahan’ yang menimbulkan kecaman dari pendukungnya di Korea Selatan, baik karena dirinya berpacaran, menikah, atau melakukan tindak kekerasan verbal maupun fisik. Sebagai penggemar yang cuma tahu kabar dari idola lewat akun translate-an, Kpoper snob pun langsung naik darah waktu tahu bahwa penggemar di Korea Selatan malah nyinyirin si idola.

Baca juga:  Perang Ludah Yeyen Tumena: Menyaksikan Kelanjutan Opera Sabun PSSI

Sontak, cap ‘galak dan jahat’ ini selalu menempel di benak mereka. Pokoknya, nggak ada yang sayang sama si bias kecuali fans internasionalnya!!! Titik!!!

Padahal, siapa tahu penggemar di Korea Selatan punya alasannya sendiri dan ada informasi yang kurang karena kendala bahasa, Beb~

3. Fanwar adalah Bukti Cinta Pada Idola

Hingga tulisan ini diturunkan, fanwar masih sering menjadi makanan sehari-hari para Kpoper. Padahal, kenapa sih harus ada fanwar??? Memangnya nggak cukup ya tiap hari lihat berita kontestasi Prabowo dan Jokowi???

Sayangnya, fanwar sering terjadi karena aksi membanding-bandingkan satu idola dengan idola lainnya, yang berujung dengan saling menghina dan menjatuhkan. Aneh banget, emang, ha wong nggak ada apa-apa kok bisa jadi ada apa-apa. Ujung-ujungnya? Berantem antar fans

…tapi online doang. Haha.

4. Bahasa Korea Meningkatkan Level Kpoper

Untuk menunjukkan dirinya nonton K-Drama dan variety show yang ada Oppa dan Eonnie-nya (padahal nggak tahu deh mereka beneran nonton atau nggak), Kpoper snob pun terbiasa menggunakan bahasa Korea dan istilah-istilahnya dengan intensitas yang tinggi.

Bagi Kpoper snob, belajar bahasa Korea adalah keharusan agar nantinya bisa mengobrol dengan sang idola. Agar lebih snob lagi, bahasa ini harus dipakai kapan saja, di mana saja: baik di caption IG, WA-an sama pacar, waktu beli tiket bioskop, dan banyak momen lainnya. Pokoknya, semua orang harus tahu betapa Korea-nya mereka!

Baca juga:  Heboh Meet and Greet Lisa BLACKPINK dan Lee Sung-Kyung di Indonesia, Kapan?

5. Cuma Tahu Lisa dan Sehun

Lisa BLACKPINK dan Sehun EXO adalah perumpaan—bisa saja Kpoper snob cuma kenal Siwon Super Junior dan Yoona SNSD, atau Iren Red Velvet dan RM BTS.

Ya, ya, ya, mengingat member girlband dan boyband berjumlah cukup banyak, tidak semua nama pun akhirnya dikenal. Tapi, demi meningkatkan mutu snob yang dimiliki, Kpoper jenis snob berkeras menyebut dirinya memahami betul semua grup idola yang tengah naik daun, termasuk nama-nama membernya.

Hadeeeeh, sana belajar dulu, chingu-ya~