MOJOK.CO – Salat Tarawih di masjid bisa jadi salah satu hal yang membuat Ramadan dirindukan. Tapi, momen ini sesungguhnya penuh dengan hal-hal absurd nan menggelikan.

Sepanjang bulan Ramadan, masjid-masjid umumnya bakal jadi jauh lebih ramai daripada hari biasa. Pasalnya, di malam hari selepas Magrib, salat Isya dan Tarawih berjamaah diselenggarakan. Tentu saja, ini menjadi kesempatan besar untuk bertemu gebetan yang masih satu RT menambah pundi-pundi pahala di bulan suci, dong, mylov.

Tapiiii, jangan lupakan fakta bahwa salat Tarawih berjamaah ini terjadi di negara ber-flower kita tercinta, Indonesia, yang merupakan gudangnya hal-hal absurd nan menggelikan. Saya nggak tahu, sih, salat Tarawih di Timur Tengah itu seperti apa keadaannya, tapi yang jelas, di Indonesia, ada beberapa hal menyebalkan yang sering kali kita temui di masjid, termasuk hal-hal penuh drama sebagai berikut:

1. Anak-Anak Puber Kelewat Setia Kawan

Di perumahan lama saya, golongan ini biasanya datang mepet-mepet waktu salat Isya berjamaah dimulai. Atau, kalaupun mereka datang di awal waktu, mereka bakal memilih tempat di barisan belakang.

Berisi minimal tiga orang dalam satu rombongan, saya kira usia mereka sekitar 12 hingga 17 tahun. Mereka umumnya adalah tipe yang DDN alias Dikit-Dikit Ngobrol. Nungguin azan, ngobrol. Nungguin ikamah, ngobrol. Malah, ada juga yang lagi salat malah ngobrol, dan ini serius. Lagi sujud sekalipun, mereka masih sempet bisik-bisik dan cekikikan, coba!

Sebelum dihujat, agaknya, kalau punya kesempatan, mereka bakal menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan tak ubahnya merupakan wujud kesetiakawanan, meski itu berarti termasuk kegiatan “mengobrol-selagi-sujud-sambil-colek-colekan-dan-cekikikan”.

Astagfirullah, seandainya saja saya bisa menasihati diri sendiri waktu masih alay penuh drama begitu, ya Allah.

2. Anak Kecil Catwalk di Sajadah, lalu Nangis

Ada banyak jamaah salat yang membawa serta anak atau adiknya yang masih kecil ke masjid. Awalnya, sih, mereka menggemaskan. Tapi, coba tebak, saat salat dimulai, mereka malah jadi pengganggu nomor satu.

Baca juga:  Menu Buka Puasa Manis-Manis, Kok Menu Sahur Tidak?

Maksud saya, ngapain coba mereka jalan bolak-balik di deretan sajadah jamaah satu masjid??? Anehnya lagi, kalau mereka jatuh terpeleset di salah satu sajadah, mereka bakal langsung memelototi si empunya sajadah yang sedang khusyuk-khusyuknya salat—seakan-akan dialah penyebab mereka jatuh terjerembap—atau malah langsung nangis mendadak.

Hadeeeh, apakah mereka nggak tahu kalau kita sebenarnya lebih pengin nangis kalau ingat kerjaan kantor dan permasalahan hidup sebagai orang dewasa??? Mereka mau lomba-lombaan dramatis sama kita yang jelas-jelas sudah muak dengan segala drama kehidupan ini, gitu??? Hmm???

3. Orang yang Menjawab “Amin” dengan Penuh Improvisasi

Salah satu hal menyenangkan yang bisa ditemui di salat Tarawih berjamaah adalah mendengar jawaban “Amin” dari seluruh jamaah. Karena biasanya saya salat sendirian di kamar kos, hal ini jelas menjadi sesuatu yang bagai sumber mata air segar di tengah kekeringan~

Namun, ngeselinnya, kadang ada saja orang yang menjawab dengan improvisasi berlebihan. Ketika semua orang sudah selesai menjawab, “Aaamiiinn”, dia malah baru membuka mulut dan memberi jawaban serupa. Ada juga yang bilang “Amin” bersama jamaah yang lain, tapi sengaja dipanjang-panjangkan.

Duh, Mas, kayak gitu itu buat apa, sih? Pengin banget semua orang di masjid ngedenger suaramu, ya? Atau, bagi kamu, itu lucu dan mampu menarik perhatian dari perempuan yang kamu suka, yang pakai mukena putih di belakang sana???

Baca juga:  Siapa yang Mengundang Felix Siauw, Siapa yang Menolak Felix Siauw

Duile. Padahal, semua jamaahnya pakai mukena putih dan nggak ada yang peduli sama situ. Mamam.

4. Tukang Nanya “Berapa Rakaat Lagi, ya?”

Dalam setiap salat Tarawih berjamaah, saya jamin setidaknya ada satu orang yang bakal dengan rutin menanyakan pertanyaan semacam Berapa rakaat lagi, ya?”, “Ini udah Tarawih yang terakhir belum, ya?”, “Eh, abis ini belum Witir, ya?”, dan lain-lain.

Kalau sekali-dua kali doang, sih, nggak apa-apa. Tapi, kalau pertanyaan ini berulang hingga berkali-kali—ya monmaap, nih, Bu—situ mau ibadah atau mau wawancara???

Kalau yang bertanya adalah seorang anak yang datang dengan ibunya, pertanyaan tadi umumnya akan berlanjut dengan ucapan, “Aku istirahat dulu, ah. Capek.”

Capek??? Kamu capek, Dek??? Drama macam apa ini??? Kalau salat Tarawih saja capek, gimana kamu mau nikah lari 2,4 kilometer di penilaian pelajaran Olahraga, misalnya???

5. Kesal Kalau Pilihan Surat Imam Panjang-Panjang

Meski berjudul ibadah, salat Tarawih di masjid juga menimbulkan kekesalan tersendiri saat imam membacakan pilihan surat yang panjang-panjang. Kadang, saking panjangnya, pikiran kita melayang-layang dan berujung dengan bertanya-tanya dalam hati: “Ini kapan rukuknya dah???”

Bukan apa-apa, tapi terkadang, surat yang panjang-panjang ini justru berpotensi besar untuk meningkatkan suara tangis yang berisik dari anak-anak yang datang bersama beberapa jamaah. Adik saya, misalnya, waktu masih kecil dan cengeng, hobinya menangis dan selalu merengek menyebalkan setiap kali bacaan surat imam mulai terasa kelewat panjang.

Duh, sungguh Pak Imam, malu banget saya lagi salat, tapi adik saya malah teriak-teriak “Kebelet eek, Mbaaaak!” sambil nangis :’(



Loading...



No more articles