MOJOK.CO Sebaiknya kamu segera menerapkan standar moral menghubungi orang dari level paling dasar, karena tanpa hal ini praktik berkomunikasimu berarti kacrut banget.

Waktu jadi mahasiswa, kita suka kesal dengan peraturan aneh-aneh dari kampus yang saat akan WhatsApp ke dosen aja harus sesuai template, kayak zaman orba aja. Mulai salam, perkenalan, menyebutkan jurusan, sampai aturan tambahan soal kalimatnya yang nggak boleh sok asik.

Awalnya sih sebal, tapi lama-lama kamu bakal menyadari bahwa standar moral dalam menghubungi orang itu perlu banget. Selain buat menghormati lawan bicara, juga biar kehadiran kita nggak dianggap sebagai benalu yang sedang berusaha mengobrak-abrik privasi orang lain. Makanya Mylov, coba kamu perhatikan standar moral level dasar berikut.

Standar moral menghubungi orang #1 Kalau belum kenal, ya mbok perkenalkan diri yang bener

Bukannya orang-orang bermaksud gila hormat, tapi kadang kala dihubungi orang yang tidak dikenal itu bikin ketar-ketir. Biar nggak disuuzan-in mending segera perkenalkan diri jika kamu baru pertama menghubungi seseorang. Lagian apa susahnya woy menyebutkan nama. Kalau salah sambung, orang yang kamu hubungi juga bakal langsung tahu. Efektif dan lebih hemat waktu.

Standar moral menghubungi orang #2 Jelaskan kamu dapat nomor dari siapa, emangnya mau disangka penipu yang lagi ngacak nomor?

Limas belas tahun yang lalu, bisa jadi ngacak nomor itu kegiatan edgy. Pertama kali orang-orang kaget sama teknologi sms-an dan kesempat buat menjaring kenalan sama orang asing. Mirip sama vibes Omegle gitu lah. Siapa tahu jodoh, ya kan?

Sayangnya kalau hal ini nekat kamu lakukan sekarang mohon maaf Anda norak sekali, Yorobun. Bukan cuma norak ding, nggak sopan juga kalau tiba-tiba random chat minta kenalan. Hadeeeh, mbok minimal perkenalkan diri dan bilang dapat nomor dari siapa gitu biar asal usulmu jelas.

Baca juga:  Berdebat di Media Sosial Sampai Kesasar di Rimba Istilah

Standar moral menghubungi orang #3 Please, jangan mengucapkan hai dan menyapa tanpa menyampaikan pertanyaan. Lau pikir cek ombak?

Saya sampai capek banget kalau ada orang cuma chat dengan kalimat, “Hai, Mbak.” Padahal saya nggak kenal sama sekali. Lalu berharap saya balas apa sih? Menyapa dan menyampaikan maksud secara langsung kan lebih enak, ini standar moral menghubungi orang yang benar-benar basic loh.

Setidaknya katakan begini.

“Hai, Mbak. Aku Ajeng dapat nomor dari Mas Seno. Mbak saya boleh wawancara?”

Nah! Begitu kan jelas. Selanjutnya orang yang kamu hubungi tinggal menanyakan wawancaranya seputar apa, dalam rangka apa, dst. dst..

Kecuali kalau itu dari pacar, dia chat cuma titik doang pun saya paham itu tandanya kangen. Tapi kalau kamu nggak akrab, jarang komunikasi, bahkan sama sekali nggak kenal ya mohon maaf. Siapa juga yang pengin ngebales. Nggak semua orang nganggur banget buat meladeni chat macam itu.

Standar moral menghubungi orang #4 Basa-basinya nggak usah kelamaan, nanti basi beneran

Nggak semua orang punya waktu seselow Muslim dan Rispo yang sempat-sempatnya eksperimen menempelkan Dustin di tembok pakai lakban. Ada orang-orang yang sibuknya minta ampun sampai balas chat pun nggak diprioritaskan lagi. Jadi ketika kamu menghubungi orang, segera sampaikan maksud dan tujuan. Jangan sampai kamu dikira cuma mau ngajak ngobrol nggak penting.

Kalaupun alasannya buat PDKT, ya katakan sejujurnya kalau kamu pengin mengenal lebih dekat. Masa gitu aja nggak berani. Lagian kalau udah berbalas chat segera ajak ketemuan lah bukannya basa-basi sampai kedaluwarsa.

Standar moral menghubungi orang #5 Perhatikan waktu, bahkan online shop aja ada jam buka

Mentang-mentang layanan internet bisa kapan saja dan di mana saja jangan lantas menggampangkan soal waktu yang tepat menghubungi orang. Menghubungi di jam dan hari kerja adalah standar moral paling dasar kalau yang ingin kamu bicarakan seputar pekerjaan dan diluar urusan personal.

Baca juga:  Gorengannya Sudah Matang, dan Para Santri Itu akan Semakin Sering Bertengkar

Sementara kalau kamu ingin menghubungi seseorang dengan alasan personal, hubungi mereka di jam dan hari senggang di luar pekerjaan biar nggak mengganggu aktivitas. Jangan juga di waktu yang random banget, tiba-tiba chat kawan pukul 3 pagi cuma buat tanya perihal ikan cupang. Nggak lucu sumpah.

Standar moral menghubungi orang #6 Kalau mau ngasih nomor ke orang, baiknya minta izin sama si empunya nomor

Ini standar moral kesopanan yang penting sih karena nggak hanya melibatkan kamu dan orang yang kamu hubungi. Tapi ada juga pihak ketiga yang kamu mintai nomor. nnBagi sebagian orang nomor adalah privasi yang nggak untuk disebarluaskan. Jika memang ada kolega atau kawan yang kebetulan minta kontak seseorang, alangkah baiknya kalau kamu minta izin ke orang yang bersangkutan. Tujuannya biar si orang itu nggak kaget saat dihubungi sekaligus meminimalisir kesalahpahaman akan urusan yang kalian jalani.

Standar moral menghubungi orang #7 Tiba-tiba telepon di jam sibuk? Mohon maaf, emangnya telepon kabel?

Entah kenapa telepon adalah aktivitas yang cukup intim belakangan. Bisa jadi, kalau nggak penting-penting amat seseorang nggak akan memilih opsi telepon. Bahkan sama teman pun kalau nggak kangen-kangen amat juga nggak telepon kok, chat saja sudah cukup.

Kalau dirasa kamu harus telepon, bisa kali chat dulu dengan bilang, “Eh, boleh aku telepon nggak 5 menit lagi. Ataukah kamu lagi sibuk?”

Tindakan ini juga meminimalisir kesalahpahaman ketika orang yang kamu hubungi terpaksa menolak panggilan karena lagi di jalan atau di tengah meeting dadakan.

Kalau standar moral level dasar begini sudah kamu kuasai, tenanglah, urusanmu juga bakal dimudahkan. Saling menghargai aja lah, jangan main slonong boi walau cuma urusan chat.

BACA JUGA atau 5 Fungsi ‘Hahaha’ dan ‘Wkwkwk’ di Akhir Kalimat saat Bikin Status atau Chat artikel lainnya di POJOKAN.