MOJOK.CO Nonton Itaewon Class bagi sebagian pencinta drakor mungkin lebih wajib daripada mandi. Selain aktornya populer, ceritanya bikin orang-orang semangat jadi pengusaha dan mencintai oppa-oppa.

Berikut adalah ulasan dari hasil nonton drakor Itaewon Class yang mengandung spoiler level ringan. Tidak ada bocoran ending.

Melihat potongan rambut kastanye Park Sae-ro-yi sebenarnya menjemukan. Dengan berbagai kemajuan di bidang fesyen Korea Selatan, potongan rambut culun inilah yang dipilih. Bersyukur bahwa aktornya ganteng, sehingga mau di-mohawk pun saya rasa akan cocok.

Drama Itaewon Class diawali dengan konflik kelas yang bikin siapa pun panas. Tidak ada yang lebih jahat daripada sosok orang kaya penindas dan korup. Nepotisme juga dihadirkan di instansi kepolisian, bikin tokoh kita punya posisi yang benar-benar lemah.

Namun justru konflik awal ini bisa jadi pacuan bagaimana babak akhir dibentuk. Walau Itaewon Class adalah drama adaptasi dari Webtoon, tapi tantangan untuk bikin drama dengan rating yang stabil adalah rintangan serius.

Sayangnya di tengah season drama ini mulai membosankan. Persaingan naik turun antara kedai Jangga dan DanBam seolah menemui titik jenuh. Kalau di dunia nyata, sungguh pun ini akan berlalu begitu saja.

Saya sebenarnya menyukai bagaimana drama Itaewon Class menyajikan pada penontonnya tentang bagaimana karakter pengusaha tangguh. Upaya menuju kesuksesan ini mungkin layak dijadikan motivasi ala-ala buat mereka yang hendak meniti karir. Walau hasil akhirnya agak mustahil.

Baca juga:  Review Film Toko Barang Mantan: Ketika Reza Rahadian Dipaksa Nyelesein Skripsi

Jujur saya nggak baca versi Webtoonnya, tapi saya nggak ngerti deh. Kenapa drama yang temanya pengusaha kedai nggak melakukan banyak exposure pada makanan-makanannya? Padahal saya berharap experience yang minimal kayak film Tampopo atau The Chef of South Polar kek. Saya justru makin nggak terasa lapar kalau lihat Jang Dae-hee makan. Jadi bukan salah dong kalau saya ragu-ragu dengan kemampuan DanBam buat jadi kedai terbaik di Korea Selatan.

Terlepas dari itu semua, kalianbakalan terhibur kok dnegan selipan drama percintaannya. Iya lah, drakor masa nggak sayang-sayangan dulu, Lur! Ada cinta segitiga yang begitu rumit dan beneran dengan cerdas dibolak-balikan mood-nya. Meski begitu, kalau pun kisah cinta ini nggak disematkan sekalipun, plotnya bakal tetap jalan.

Park Sae-ro-yi bakal tetap cari duit dan bikin kedai walau Oh Soo-ah tiba-tiba ghosting. Jo Yi-seo nggak akan masuk DanBam kalau nggak naksir Sae-ro-yi, tapi DanBam tetap akan menemukan manajer yang handal kok kalau beneran mau cari. Cinta dan perasaan hanya hal minor yang bikin semua tokohnya punya motivasi.

Saya nggak terlalu jahat kan bilangnya?

Penilaian dan hasil akhir

Skor untuk drakor ini adalah 7/10.

Saya nggak ngerti lagi kenapa nonton drakor selalu diakhiri dengan berantem-berantem di episode akhir. Benar-benar harus ada orang jahat dan tindakan kriminal demi mendorong aktor agar kelihatan lebih jagoan. Padahal saya berharap kalau tokoh Jo Yi-seo yang kelihatan badass di awal bisa mendobrak stigma nonton drakor di akhir yang selalu bertujuan bikin cewek kesengsem oppa-oppanya.

Baca juga:  5 Sisi Gelap di Balik Recehnya Kartun SpongeBob

Penonton Itaewon Class kan nggak hanya cewek. Cowok-cowok mungkin butuh sosok jagoan cewek yang bisa keren banget di episode akhir dan berujung membuat mereka baca laman Wikipedia si aktris.

Walau bagaimana pun saya apresiasi banget sih. Setelah nonton drakor Itaewon Class, seyogyanya bakal banyak anak muda yang tergerak jadi enterpreneur. Bukankah ini bakal menumbuhkan geliat UKM dan menolong perekonomian dalam negeri? Aminin dong!

BACA JUGA Nonton Drakor Crash Landing on You yang Bikin Kangen Kim Jong-un atau artikel lainnya di POJOKAN.