Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

6 Hal yang Membuat Rasa Kangen Nonton Bioskop Makin Membuncah

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
4 Juni 2020
A A
pengalaman pertama ke bioskop, pakuwon mall jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi - Pengalaman Pertama ke Bioskop: Orang Desa Salah Pesan Film Mahal sampai Tersesat di Pakuwon Mall Jogja, Mau Bertanya Takut Dikira Kampungan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bioskop layak dirindukan seperti pacar LDR yang lama nggak ketemuan. Rasa kangen nonton bioskop makin membuncah karena alasan berikut.

Semenjak pandemi, industri hiburan juga kena dampak. Tutupnya bioskop nggak hanya membuat mbak-mbak kasir tiket dan mas-mas ramah penjaja popcorn kehilangan profesi, sineas dan aktor-aktornya juga makin bingung karena nggak bisa makaryo.

Iklan

Sebagai salah satu kegiatan yang lebih sering saya lakukan daripada bersih-bersih, nonton bioskop adalah ritual penghibur diri yang ampuh. Bosen dan puyeng sedikit saya bisa langsung bertolak nonton ke bioskop walau sendirian. Nonton film kadang bisa mencerahkan.

Maka dari itu saya bakal menjelaskan mengapa bioskop selalu layak dirindukan. Jika kalian can relate kita bisa toss!

Bikin kangen nonton bioskop #1 Kangen rasanya nunggu antrian tapi mbak-mbak di depan nggak buru-buru pilih jam tayang

Perasaan ini cuma berlaku buat orang yang suka nonton spontanitas dan nggak mau pesan tiket online. Antrinya udah kayak ular-ular di bioskop. Apalagi pas film-film rame yang nunggu tayangnya aja udah bertahun-tahun. Harus persiapkan kaki dengan kuat.

Kendalanya adalah ketika ada orang yang lagi beli tiket, tapi lama banget milihnya. Hey, Kisanak. Kalian kan dari tadi ngantri bareng kita-kita, kok ya milihnya nggak dari tadi sih. Di layar kan juga ada jadwal tayangnya.

Meski dulu orang pekok semacam ini bikin mangkel, sekarang malah bikin kangen. Rindu suasana nggak sabar buat beli tiket. Rindu banget~

Bikin kangen nonton bioskop #2  Pengin dibisikin “All around you” sama Dolby

Saat dibisikin begini, kalian udah membayangkan bagaimana film bakal disajikan. Kalian juga makin penasaran bagaimana aktor favorit kalian bakal berperan di dalamnya. Ini adalah saat yang tepat untuk mengunyah popcorn karena tegang. Atau menggenggam tangan pacar karena lampu udah dimatikan.

Bukan soal bisikan “all around you” yang sengaja dibuat mendesah, tapi karena sensasi dan suasana yang dihadirkan. Kalau tiba-tiba ada teman yang membisikkan kalimat itu di tengah pandemi begini, saya bisa autonangis karena kangen.

Bikin kangen nonton bioskop #3 Merindukan makanan bioskop yang walau mahal tetap dibeli

Waktu berangkat sih niatnya nggak bakal beli makanan bioskop atas dasar hemat uang bulanan. Pokoknya nggak usah beli apa pun dan akan mencoba menahan lapar di dalam bioskop. Sayangnya itu semua berubah ketika mencium bau popcorn dan merasakan sensasi haus kemudian.

Bahkan kalau lagi laper banget menyempatkan diri beli taco, tempura, sosis, nasi goreng, dan menu-menu bioskop lain yang harganya tiga kali lipat daripada harga makanan di warteg. Bodo amat yang penting bisa ngunyah waktu lagi nonton film.

Bikin kangen nonton bioskop #4 Was-was saat nonton tengah malam

Beberapa orang yang terlalu sibuk dengan kegiatan di siang hari perlu meluangkan waktu mereka jika ingin nonton layar lebar. Nonton tengah malam adalah salah satu solusi yang ditawarkan pihak bioskop. Kadang, ada juga yang sengaja datang tengah malam buat sengaja nonton film horor biar sensasinya dapet.

Selepas menonton dan beranjak ke parkiran selalu ada perasaan was-was bkal disergap hantu atau lihat orang kesurupan. Bahkan desas-desus soal gedung bisokop jadi bahan gosip setelah pulang. Katanya dulu bioskop bekas kuburan lah, katanya di mal pernah ada yang bunuh diri, sampai soal pesugihan dan lain-lain yang malah bikin kalian nggak bisa tidur habis nonton.

Bikin kangen nonton bioskop #5 Rasanya pengin marah-marah ke tipe penonton yang ngawur

Saya pernah marah-marah sama orang yang kalau nonton di bioskop kepalanya nggak nyender. Duduknya sok tegak dan perawakannya yang tinggi bikin saya sebagai orang yang duduk di belakangnya nggak bisa baca subtitle. Ya ketutupan kepala Anda itu, Boss. Saya tendang-tendangin kursinya nggak ngeh juga.

Iklan

Akhirnya saya tegur, “Mbak, sorry ya, kalau mbaknya nggak mau nyender kami yang di belakang nggak bisa baca. Kita kan sama-sama bayar dan sama-sama nonton mbak, mohon kooperatif sedikit.”

Lalu dia balas dengan tatapan bitchy. Modar kowe, sekarang tak ceritain kelakuan anehmu lewat artikel Mojok. Mbak-mbak berambut panjang yang pernah saya tegur di CGV Hartono Mall Jogja dan pakai celana jeans pensil, tolong lanjutkan kengawurannya. Karena terus terang saya rindu marah-marah di bioskop ke orang semacam Anda ini. Trims.

Bikin kangen nonton bioskop #6 Kangen sama mas-mas yang dijadikan contoh buruk pembajakan

Dilarang membajak woy! Setidaknya jangan bajak film-film lokal. Kasihan itu kru dapat bayaran sedikit tapi sutradaranya kaya raya. Ehem. Uhuk. Hoeek hoek. Keselek biji mangga nih.

BACA JUGA Lima Jenis Orang Goblok yang Bisa Anda Temui di Bioskop atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2020 oleh

Tags: bioskopnonton filmreview film
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus "Menyangkal", Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan.MOJOK.CO
Seni

Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan

10 Juni 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO
Seni

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Bioskop NSC Rembang, bangunan kecil di tanah tandus yang jadi hiburan banyak orang MOJOK.CO
Catatan

Bioskop NSC Rembang Jadi Olok-olokan Orang Sok Kota, Tapi Beri Kebahagiaan Sederhana

1 Desember 2025
No Other Choice: rekaman betapa rentan nasib buruh. Mati-mati kerja sampai kehilangan diri sendiri, tapi ditebang saat tak dibutuhkan lagi MOJOK.CO
Catatan

No Other Choice: Buruh Mati-matian Kerja sampai Kehilangan Diri Sendiri, Usai Diperas Langsung Ditebang

16 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.