Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Rezeki Ikoy-ikoyan Arief Muhammad bagi Netizen: Ngemis with Style tapi Gas Lah!

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
2 Agustus 2021
A A
ilustrasi Rezeki Ikoy-ikoy Arief Muhammad bagi Netizen: Ngemis with Style tapi Gas Lah! mojok.co dwi handa fadil jaidi

Rezeki Ikoy-ikoy Arief Muhammad bagi Netizen: Ngemis with Style tapi Gas Lah!

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selebgram Arief Muhammad bagi-bagi duit ke followers tanpa syarat dan dinamakan Ikoy-ikoyan. Tren apa lagi ini?

Giveaway itu terma yang sudah kepalang biasa. Seorang selebgram, influencer, youtuber, atau apa pun sebutan buat Arief Muhammad, baru saja bikin sebuah format baru bagi-bagi rezeki ke netizen. Kegiatan ini dinamakan “Ikoy-ikoyan” sebab asistennya sendiri bernama Ikoy, orang yang ia mintai tolong setiap mau ngirim hadiah ke netizen. Sekilas, model bagi-bagi uang ini memang asyik, lha tanpa syarat kita bisa saja ketiban duit.

Kalau pengin minta duit ke Arief Muhammad, tinggal minta lewat DM atau komen, bilang butuh buat apa, langsung deh cus dikasih (kalau beruntung). Sederhananya memang cuma begini. Nggak aneh-aneh. Tapi, makin ke sini makin gone wrong.

Saya sih nggak punya pengalaman menang giveaway jutaan apalagi modelan Ikoy-ikoyan. Saya nggak pernah tahu apakah pemenang yang akhirnya dihubungi itu dimintai syarat tertentu atau hanya ditanyai nomor rekening. Yang jelas, dari sisi pengiklan dan marketing, ide Arief Muhammad harus diakui cukup kreatif. Bayangkan saja berapa banyak followers yang bisa Arief dapatkan, seberapa tinggi engagement unggahan-unggahan dia setelah ini. Beberapa kali Arief juga tampak mention ke beberapa brand. Bisa jadi, memang ada campur tangan sponsor dan banyak brand yang bisa “masuk” sama campaign ini. Bagi pengiklan, ini hal yang terlalu mudah. Dapat banyak audiens dengan effort minimal, dapat capaian target dalam waktu singkat.

Dari sisi Arief Muhammad, Ikoy-ikoyan bisa bikin doi semakin tenar. Tentu terkenal sebagai sultan dan dermawan adalah bonus. Banyak banget netizen yang kemudian menyetir cita-cita baru, kalau besar nanti pengin jadi Arief Muhammad. Katanya, jadi bisa bagi-bagi rezeki dan kebahagiaan sama orang lain, meskipun saya juga bingung karakteristik konten Arief Muhammad itu fokus di mana. Jujur aja sebagai bagian dari netizen saya juga nggak bisa nggak pengin mengkritik Arief Muhammad. Lha duit juga duit dia, Instagram juga Instagram dia. Siapalah saya yang hanya mbak-mbak ngeselin ini.

Sayangnya, saya perlu banget bilang kalau kondisi yang diakibatkan setelah Ikoy-ikoyan jadi makin norak dan nggak terkontrol. Arief Muhammad memang nggak pengin followersnya kirim DM memelas, tapi bagaimanapun kalau pengin dapat uang kaget ya perlu minta. Kita bisa menyebutnya cara mengemis with style. Yang iseng bisa dapet, yang beneran butuh bisa nggak dapet. Yang terpenting dan paling penting adalah lupakan harga diri.

Mirisnya hal ini bikin banyak mental netizen jadi suka minta-minta. Beberapa selebgram selain Arief Muhammad juga “ditagih” buat mengadakan Ikoy-ikoyan (sebutannya kadang diganti pakai nama asisten mereka masing-masing). Fadil Jaidi dan Dwi Handayani sudah join dan mengadakan “Ikoy-ikoyan” versi mereka. Mulai dari bentuk hadiah sampai sasaran penerima hadiah yang juga beda. Dwi Handayani misalnya, blio pengin followersnya menceritakan siapa orang di sekitar mereka yang membutuhkan dan ingin dibantu. Jadi, hadiah mungkin bakal dibuat lebih tepat sasaran. Fadil Jaidi juga sekalian promosi bisnis-bisnisnya, nambahin followers “sobat ghoib” di sana. 

Tapi… bagaimanapun Ikoy-ikoyan yang mungkin diniatkan untuk donasi nggak bisa dituntut harus tepat sasaran. Tetap ada 1001 cara bagi orang di luar sana untuk menagih hadiah dan minta-minta ke selebgram, walau sebenarnya yang mau dibeli adalah jam tangan dan tas, bukan beras.  Kita nggak bisa menyalahkan para influencer in buat lebih smart bagi-bagi hadiah. Ya kalau pakai cara smart dan dibikin banyak syarat, nggak jadi heboh kayak Ikoy-ikoyan Arief Muhammad lah.

Lagi pula, kita nggak boleh lupa sama karakter netizen Indonesia. Hadeeeh, jangankan Ikoy-ikoyan, giveaway tipu-tipu aja banyak yang ikut. Nggak heran kalau banyak netizen barbar yang jadi menagih mainan “Ikoy” ke selebgram lain. Salah satu selebgram juga sempat dikatain pelit gara-gara nggak mau main beginian. Dih, lu sape?

Pokoknya selama masih ada netizen yang nurut disuruh komentar angka “1” untuk melihat keajaiban, jangan berharap banyak. Itulah kenapa cara bag-bagi duit Arief Muhammad ini gone wrong. Semakin ke sini, yang bukan selebgram aja ditagih buat mengadakan Ikoy-ikoyan. Apa bukan namanya malakin duit orang kalau begini?

Okelah jika cara ini bisa jadi rekomendasi guirella marketing 4.0, nggak masalah kalau tujuan bagi-bagi duit in buat menaikkan engagement medsos Arief Muhammad, jika akhirnya bagi-bagi uang ini nggak bisa dikatakan donasi karena nggak bisa tepat sasaran, saya juga nggak bisa nuntut banyak. Tapi, kalau Ikoy-ikoyan bikin netizen jadi preman yang hobi malakin dan ngemis-ngemis, punten, saya speechless.

BACA JUGA Menyambut Kembali Poconggg, Menyambut Kembali Anonimitas dan tulisan rubrik POJOKAN lainnya.

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2021 oleh

Tags: Arief Muhammaddonasigiveawayinfluencerselebgram
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO
Esai

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
Open Donasi Bodong Mengeksploitasi Kemiskinan MOJOK.CO
Catatan

Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah

22 Januari 2026
Honor Influencer Puluhan Juta, Dosen 300 Ribu! Mengenaskan! MOJOK.CO
Esai

Ketika Influencer Dibayar Belasan Juta, Dosen Cuma dapat 300 Ribu? Dosen Memang Sudah Sering Ikhlas dan Terbiasa Kecewa

7 November 2025
influencer mojok.co
Kotak Suara

Capres Gandeng Influencer, padahal Belum Tentu Bisa Mengeruk Banyak Suara

12 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.