5 Tipe Orang Melakukan Donasi – Terminal Mojok

5 Tipe Orang Melakukan Donasi

Artikel

Avatar

Kita tahu bahwa sejak tahun 2020 hingga saat ini, banyak terjadi hal tak terduga di seluruh dunia. Apalagi di awal tahun 2021, kita sudah menghadapi peristiwa-peristiwa buruk yang telah terjadi di Indonesia. Namun, ingatlah bahwa seburuk apa pun hal yang terjadi di dunia ini, suatu saat pasti akan tergantikan oleh suatu hal yang sangat indah.

Sebagai sesama manusia, sudah sepantasnya kita saling bergandengan tangan untuk menghadapi segala peristiwa di masa yang akan datang, meskipun kita sendiri belum mengetahui entah peristiwa baik atau buruk yang akan terjadi. Yang jelas, kita semua tentu berharap peristiwa baik yang akan banyak terjadi.

Kali ini, saya akan menceritakan sedikit mengenai kegiatan yang saya dan teman-teman lakukan sebagai mahasiswa Fakultas Komunikasi Universitas Ciputra di akhir pekan. Kami bekerja sama dengan SRK (Solidaritas Relawan Kemanusiaan) yang merupakan salah satu perkumpulan relawan di Surabaya di bawah naungan Yayasan Kasih Bangsa Surabaya.

Kami mengadakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah “Jajan Baik.” Jajan Baik merupakan program di mana kita bisa membeli snack sambil berdonasi, dan 100% profit yang didapatkan dari hasil penjualan akan disumbangkan. Selain itu, kami juga membuka donasi bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi membantu SRK dalam menjalankan program kerjanya. Salah satu program kerja SRK adalah membagikan masker, hand sanitizer, dan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Nah, dalam menjalankan kegiatan pengumpulan dana donasi ini, saya menemukan berbagai macam donatur yang hendak melakukan donasi. Berikut tipe-tipe orang saat melakukan donasi berdasarkan pengalaman saya.

#1 Tipe nggak enakan

Tipe donatur pertama adalah tipe yang memiliki rasa nggak enakan. Kenapa gitu? Biasanya, para relawan menyebar poster donasi pada teman-temannya, nah teman-teman si relawan ini kadang ikut serta melakukan donasi. Entah mereka melakukan donasi lantaran ikhlas atau memang agak sedikit terpaksa karena perasaan nggak enak dengan temannya yang menyebarkan poster.

Ada juga nih orang yang merasa nggak enak karena mereka melakukan donasi dengan nominal uang yang lebih kecil dibanding teman-temannya. Pada akhirnya, orang ini ikut berdonasi dengan nominal yang seenggaknya sama dengan nominal donasi temannya. Nggak tahu sih ikhlas atau nggak, ya. Hehehe. Intinya serba merasa nggak enakan, deh. Hayo ngaku, siapa yang kalau melakukan donasi seperti ini?

Baca Juga:  Apa Harus Menjadi Penyiar Radio Dulu Baru Bisa Sukses

#2 Tipe kritis

Tipe orang melakukan donasi selanjutnya adalah tipe kritis. Biasanya tipe yang satu ini mencari informasi terlebih dulu mengenai lembaga atau yayasan yang menyelenggarakan kegiatan donasi. Apa benar hasil donasi akan disalurkan bagi yang membutuhkan atau malah bakal disalahgunakan? Bagus juga sih kalau kritis seperti ini. Mereka jadi tahu apakah donasi yang mereka salurkan tepat sasaran atau nggak. Bagi teman-teman di luar sana yang suka berdonasi, tirulah tipe kritis seperti ini supaya meminimalisir penyalahgunaan donasi yang telah dikumpulkan.

#3 Tipe pekerja lapangan

Tipe ketiga ini adalah orang yang melakukan donasi dengan mau menyumbangkan waktu dan tenaga mereka atau biasa juga disebut sebagai relawan. Mereka rela memberikan waktu dan tenaga mereka dalam berbuat kebaikan tanpa mendapat imbalan apa pun.

Biasanya orang-orang ini mengadakan penggalangan dana yang secara langsung disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Mereka tak segan terjun langsung ke lapangan demi menyelamatkan warga yang terkena bencana. Orang-orang tipe ini beranggapan meskipun mereka nggak mendapat imbalan apa-apa, namun ada suatu kepuasan tersendiri yang tak bisa dideskripsikan saat menolong orang lain. Ada pengalaman dan rasa bangga saat mereka mampu menjalankan tugas sebagai relawan dengan baik. Mau mencoba seperti mereka?

#4 Tipe medsos banget

Ini nih yang biasanya banyak banget ada di kalangan para millenial. Tipe donatur ini biasanya membuat konten di medos, entah Instagram atau TikTok mengenai kegiatan donasi. Biasanya, isi konten mereka berupa IG Story, postingan foto di IG, atau lebih ngetren lagi bikin video di TikTok. Yah, siapa tahu bisa masuk FYP gitu. Hehehe. Bercanda, Sayang~

Namun, yang harus kita ingat adalah setiap orang yang melakukan donasi dan membagikannya di medsos nggak semata-mata demi pencitraan agar terlihat baik saja. Banyak juga yang membagikan di medsos dengan tujuan meningkatkan kepedulian masyarakat lainnya mengenai suatu keadaan yang ada.

#5 Tipe hati suci seperti peri

Orang-orang seperti ini adalah orang yang bagi saya memiliki hati mulia. Tipe orang seperti ini biasanya ingin berdonasi, tetapi nggak ingin orang lain tau bahwa mereka donaturnya. Mereka jarang mengekspos perbuatan baiknya, namun selalu berbuat baik sekalipun orang lain nggak mengenal mereka. Mereka juga sangat mengamalkan istilah “tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu” dengan baik. Istilah ini mengajarkan pada kita saat hendak beramal, kita nggak perlu pamer, nggak perlu memberitakannya pada semua orang, dan bahkan tangan kiri pun kalau bisa nggak perlu tahu mengenai perbuatan kita. Hayo, jawab dalam hati sendiri sejujurnya, siapa yang hingga saat ini jadi tipe terakhir ini?

Baca Juga:  Donasi Bencana Alam Bukan Ajang Pembuangan Sampah Pakaian, Camkan!

Sekian cerita yang dapat saya bagikan. Sekali lagi, kita harus ingat bagaimanapun tipe orang yang menjadi donatur, entah tujuannya untuk sekadar pamer kebaikan atau benar-benar ikhlas, seenggaknya mereka telah berjuang untuk berbagi kebaikan.

Nah, tipe mana nih yang sangat menggambarkan diri kalian?

BACA JUGA Tips Wisata ke Lombok Budget Kere Hore Bagi Sobat Dompet Tipis dan tulisan Immanuel Pradana Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
4


Komentar

Comments are closed.