Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang sehingga Gagal Tembus Beasiswa LPDP

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
24 Juli 2024
A A
6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang sehingga Gagal Tembus Beasiswa LPDP

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang sehingga Gagal Tembus Beasiswa LPDP (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) jadi salah satu beasiswa prestisius yang diincar oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Beasiswa dari dana abadi pendidik ini tak hanya memberikan jaminan untuk biaya pendidikan di universitas, tapi juga komponen lain seperti kebutuhan buku, dana penelitian, kesehatan, dan biaya hidup. Selain itu, ekosistem yang dibangun oleh LPDP juga sangat baik setelah penerima beasiswa ini jadi alumni.

Wadah alumninya tersebar di seluruh daerah di Indonesia dan berbagai negara di dunia. Oleh karena itulah, beasiswa LPDP sangat diincar oleh banyak orang. Pada seleksi tahap I 2024 saja, pendaftarnya mencapai lebih dari 20 ribu orang. Begitu kompetitifnya beasiswa satu ini. Seiring dengan makin banyaknya pendaftar, pihak LPDP juga makin menambah kuota untuk penerima beasiswanya. Tenang saja, selalu ada kesempatan kalau mau berusaha dan berdoa.

Selaku orang yang alhamdulillah dikasih amanah “keberuntungan” lolos seleksi beasiswa LPDP, saya akan sedikit berbagi terkait kesalahan-kesalahan dari yang sepele hingga berat yang menyebabkan seseorang gagal lolos seleksi LPDP. Semua kesalahan ini saya rangkum berdasarkan pengalaman dan kisah awardee LPDP lainnya.

#1 Tidak teliti dalam membaca syarat berkas administrasi beasiswa LPDP

Banyak pendaftar yang sering luput mengenai berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar beasiswa LPDP. Paling sering ditemui adalah kesalahan pada format berkas yang nggak sesuai dengan panduan di LPDP. Padahal format dan bentuknya sudah disediakan contohnya oleh pihak LPDP di panduan pendaftaran yang tertera di website resminya.

Misalnya, surat rekomendasi dari tokoh atau akademisi yang oleh pendaftar menggunakan format sendiri. Padahal di website sudah tertera formatnya. Selain itu, banyak kasus pendaftar justru memasukkan transkrip nilai profesi dan bukan nilai IPK perkuliahan.

Kesalahan fatal lain adalah mengupload syarat sertifikat bahasa Inggris yang nggak resmi atau bukan official. Ini sering kali terjadi ketika seorang pendaftar merasa memiliki sertifikat TOEFL tapi yang dirilis secara lokal oleh kampus S1-nya. Sebagai informasi, LPDP hanya menerima sertifikat TOEFL ITP, TOEFL iBT yang diterbitkan oleh ETS, PTE Academic, dan IELTS.

Peringatan keras, jangan pernah menggunakan sertifikat bahasa Inggris hasil joki atau palsu. Praktik seperti itu pasti akan ketahuan oleh pihak LPDP. Kalau sudah ketahuan, kalian akan diblacklist oleh LPDP sehingga nggak bisa mendaftar beasiswa kembali.

#2 Malas melampirkan sertifikat-sertifikat pendukung

Seleksi berkas adalah tahap awal untuk menjual diri kepada pihak LPDP. Agar mereka tertarik, salah satunya dengan melampirkan berbagai sertifikat semasa kuliah atau bekerja untuk menunjukan keaktifan dan keterampilan yang dimiliki oleh pendaftar. Kalau hanya melampirkan satu atau dua sertifikat, itu pun sertifikat seminar, ya siap-siap saja ditolak.

Baca Juga:

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

Sisi Gelap Jadi Penerima Beasiswa Luar Negeri

LPDP sebagai pemberi beasiswa ingin menjaring individu yang punya jiwa pengabdian dalam hal apa pun asalkan positif dan berdampak kepada Indonesia. Keberadaan sertifikat yang kalian miliki, baik itu sertifikat seminar (nasional dan internasional), sertifikat organisasi, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi atau profesi, serta sertifikat akademik akan jadi nilai tambah yang memperbesar probabilitas kalian lolos seleksi administrasi.

Tapi perlu perhatikan, bukan sertifikat tanah yang dilampirkan, ya!

#3 Tidak memanfaatkan waktu pengajuan sanggah

Setelah hasil seleksi administrasi diumumkan, ada jeda waktu yang disediakan oleh LPDP untuk melakukan sanggahan. Biasanya 4-5 hari kerja. Nah, kebanyakan pendaftar, ketika sudah mengetahui mereka nggak lolos tahap administrasi, mereka nggak memanfaatkan fasilitas tersebut karena sudah putus asa. Padahal fasilitas ini sangat membantu.

Misalnya, untuk melakukan sanggahan terkait berkas-berkas yang dirasa salah input atau terdapat kekeliruan. Beberapa pendaftar yang semula dinyatakan nggak lolos beasiswa LPDP, akhirnya bisa lolos karena melakukan sanggahan terhadap beberapa berkas yang dirasa keliru dan merevisi kekeliruan tersebut.

#4 Menyepelekan tahap seleksi skolastik beasiswa LPDP

Menyepelekan di sini artinya tidak mempersiapkan tes seleksi skolastik dengan baik. Tes skolastik ini mirip dengan Tes Potensi Akademik yang digunakan dalam tes CPNS atau sejenisnya. Para pendaftar kadang sudah telanjur fokus dan ribut persoalan berkas administrasi dan esai. Untuk esai sendiri, memang jadi salah satu momok yang dikhawatirkan oleh para pendaftar beasiswa LPDP. Pembuatannya memang menyita waktu para pendaftar sehingga perhatian terhadap persiapan tes skolastik jadi disepelekan.

Padahal tes skolastik ini penting karena poin yang didapat dari tes ini sedikit banyak akan membantu dalam perolehan nilai akhir pendaftar. Pasalnya, nilai tersebut akan diakumulasikan dengan nilai hasil tes substansi (tes wawancara) yang jadi momok yang paling mengerikan dalam proses seleksi beasiswa LPDP.

Kalau kalian lolos dengan nilai skolastik yang mepet dengan passing grade, tentu akan sangat berat menghadapi tes substansi yang passing grade-nya cukup tinggi.

#5 Tidak punya tujuan

Perkara selanjutnya yang bisa membuat seseorang nggak lolos beasiswa LPDP adalah nggak punya tujuan yang jelas, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan ini memang disampaikan melalui esai yang disubmit oleh pendaftar. Mungkin dalam esai tersebut si pendaftar dapat menulis jelas tujuan yang muluk-muluk dan terlihat keren sehingga esai tersebut menghipnotis para reviewer.

Akan tetapi ketika tujuan itu hanya hasil copas, hanya ikut-ikutan, nggak jujur dari keinginan diri sendiri, dan bukan hasil dari perenungan yang matang, si pendaftar hanya akan menjadi bulan-bulanan interviewer ketika tahap seleksi substansi. Para interviewer tersebut tentu punya kemampuan untuk melihat apakah yang disampaikan oleh pendaftar sesuatu yang realistis, jujur, dan apa adanya atau tidak.

Selain itu, ketika nggak punya tujuan yang jelas, pendaftar biasanya terbata-bata dan terkesan mengawang-ngawang ketika diminta menjelaskan strategi untuk mewujudkan tujuan yang telah dituliskannya di dalam esai.

Jadi pastikan kalian punya tujuan dan target yang jelas sebelum memutuskan mendaftar beasiswa LPDP. Dan yang paling penting harus realistis. Jangan cita-cita seperti menjadi Presiden Amerika kalian tulisan sebagai tujuan hidup. Itu namanya nggak realistis!!!

#6 Tidak mampu menjelaskan potensi diri

Kesalahan terakhir menurut saya yang kerap dilakukan pendaftar beasiswa LPDP adalah pendaftar nggak mampu menjelaskan potensi dan value dalam dirinya. Dia nggak mengenal dirinya sendiri dengan baik ketika diminta menjelaskan ke pihak interviewer.

Mengetahui potensi dan value diri itu penting karena itu yang jadi pembeda dan nilai jual kalian kepada LPDP. Lha, kalau masih krisis identitas, kemudian hidupnya isinya kok cuma OVT soal chat WA yang nggak dibalas doi, ya mending nggak usah maksa daftar LPDP lah.

Itulah beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan ketika mendaftar beasiswa LPDP. Bagi kalian yang sedang proses menunggu pengumuman seleksi berkas, semoga hasilnya memuaskan, ya!

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Alasan Mengapa Kamu Nggak Perlu Kuliah S2 Meskipun Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahun 2024 Telah Dibuka.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2024 oleh

Tags: beasiswabeasiswa LPDPpenerima beasiswa LPDP
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar Terminal Mojok

4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar

22 November 2022
Saya dan Teman-Teman Saya Lolos LPDP Karena Melakukan Ini

Saya dan Teman-Teman Saya Lolos LPDP Karena Melakukan Ini

12 Maret 2020
Beasiswa LPDP cuma Mencetak Budak Korporat Baru (Unsplash)

Etiskah Penerima Beasiswa LPDP Buka Jasa Bimbingan LPDP Berbayar? Bukannya Ilmu Mereka Harusnya Dibagi?

25 Januari 2024
4 Alasan Beasiswa Kurang Mampu Kerap Salah Sasaran beasiswa KIP Kuliah

Pemangkasan Kuota KIP Kuliah 2023: Pendidikan Memang buat yang Kaya-kaya Aja

28 Juli 2023
Tiap Tahun, Selalu Ada Orang Kaya Dapat KIP Kuliah, Ini yang Ngurus Nggak Becus atau Emang Orang Miskin Nggak Boleh Kuliah? beasiswa KIP

Tiap Tahun, Selalu Ada Orang Kaya Dapat KIP Kuliah, Ini yang Ngurus Nggak Becus atau Emang Orang Miskin Nggak Boleh Kuliah?

23 November 2023
Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah: Ekonomi Sulit, Gaya Selangit Mojok.co

Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah: Ekonomi Sulit, Gaya Selangit

9 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

20 Januari 2026
Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

20 Januari 2026
Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • OB dan Satpam Kantor Paling Nyaman buat Berbagi Cerita dan Berkeluh Kesah, Lebih Tulus ketimbang Teman Kerja yang Kebanyakan Bermuka Dua
  • Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional
  • Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia
  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.