Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
11 Juni 2026
A A
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah nonton drakor Teach You a Lesson? Belakangan, drakor dengan latar belakang dunia sekolah ini ramai dibicarakan di media sosial. Gara-garanya, drakor ini berani mengangkat isu pendidikan yang ada di Korea Selatan. Mulai dari bullying, peredaran narkoba di sekolah, rekayasa peringkat, dll.

Memang sih, Teach You a Lesson bukan satu-satunya drakor yang mengangkat isu pendidikan di Negeri Gingseng. Sebelumnya, ada beberapa drakor dengan tema serupa, seperti Sky Castle, Green Mothers’ Club, hingga The Glory. Namun, harus diakui drakor Teach You a Lesson ini berbeda. Alih-alih fokus pada permasalahan, drakor ini justru dengan berani menawarkan solusi instan yang tampaknya bisa direalisasikan di dunia nyata. Yaitu, lewat lembaga bentukan Kementerian Pendidikan yang bernama Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP).

ADVERTISEMENT

Saking epiknya kinerja BPHP dalam menyelesaikan permasalahan di sekolah dalam tiap episodenya, penonton drama ini pun dibuat berharap. Bisa nggak ya lembaga kayak gini juga ada di Indonesia?  

BPHP ala Teach You a Lesson tidak punya batasan

Supaya kalian bisa nyambung dengan konteks, karena saya yakin nggak semua orang yang baca tulisan ini sudah nonton drama Teach You a Lesson, biar saya kasih gambaran dulu.

Jadi, di drakor Teach You a Lesson ini, Pak Menteri Pendidikan yang diperankan oleh Lee Sung-min membentuk sebuah lembaga bernama Biro Perlindungan Hak Pendidikan. Diceritakan, lembaga ini punya satu kewenangan khusus, yaitu tidak ada batasan dalam metode pengajaran. Dengan kata lain, anggota BPHP boleh-boleh saja memberikan hukuman fisik kepada murid dalam pengajaran, jika si murid sudah tidak mempan lagi dikandani. Maka jangan heran jika dalam drama ini kalian akan melihat anak-anak bandel itu dihajar bag-big-bug.

Apakah tidak ada yang protes? Woya jelas pada protes. Wali murid protes, masyarakat umum protes, tapi, BPHP tetap bergeming. Mereka lanjut saja melaksanakan tugasnya, menertibkan sekolah-sekolah yang terindikasi bermasalah. Soal kritikan terhadap lembaga ini, Pak Menteri Pendidikannya dong yang langsung pasang badan. Diprotes sama Ketua DPR sekaligus calon presiden saja dia nggak takut. Gas pol pokoknya, saking enegnya dengan kelakuan anak jaman sekarang.

BACA JUGA: 20 Drama Korea dengan Rating Tertinggi Sepanjang Masa

Lantas, bisakah lembaga ala Teach You a Lesson ini hadir di Indonesia?

Jadi begini. Wajah pendidikan saat ini, guru sering kali berada di posisi serba salah. Mereka takut mendisiplinkan murid karena bayang-bayang kriminalisasi atau intimidasi orang tua. Maka, keberadaan BPHP terasa seperti angin segar. Kapan lagi ye kan guru dibeking pemerintah langsung?

Baca Juga:

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

Tapi, kalau pertanyaannya ‘Bisakah lembaga ala-ala BPHP-nya Teaching You a Lesson’ hadir di Indonesia, jawaban realistisnya adalah tidak mungkin, berisiko tinggi, dan kemungkinan besar tidak akan berhasil.

Yang paling kelihatan adalah BPHP ini nabrak UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal 54 secara tegas menyatakan bahwa anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kekerasan lainnya. Lha kalau ujug-ujug Pemerintah bikin BPHP yang mana dihalalkan untuk gamparin anak orang, ya jelas nggak mashook.

Kekerasan bukan bagian dari pendidikan

Lebih lanjut, metode mengajar BPHP juga tidak mungkin diterapkan di sistem pendidikan Indonesia karena tidak sesuai dengan hati nurani guru.

Jujur, ya. Meski pada saat nonton Teach You a Lesson kami bersorak saat BPHP menindak tegas (baca: gebukin) pelaku bullying di sekolah, tapi begitu selesai nonton dan kembali ke mode ‘guru’, logika kami sebagai pendidik langsung mengambil alih.

Sebagai pendidik, kami jelas menolak kekerasan digunakan sebagai alat untuk mendisiplinkan siswa. Apalagi, sampai berdarah-darah. Hal ini cuma akan membuat murid jadi trauma. Bahkan sangat mungkin trauma tersebut jadi dendam yang bisa meledak dalam bentuk kekerasan baru.

Biar bagaimanapun juga, kami–para guru, tidak ingin menghianati ilmu yang kami dapatkan di bangku kuliah. Di bangku kuliah, kami belajar bahwa pendidikan karakter tidak akan pernah berhasil jika fondasi utamanya adalah rasa takut, bukan rasa hormat.

Jika BPHP ini dipaksa ada…

Kalau pun BPHP di Teach You a Lesson ini mau dipaksakan ada, entah lembaganya entah diadopsi metodenya, saya malah ngeri membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Kalian bayangkan sendiri deh. Ada lembaga dengan hak istimewa yang boleh ngapa-ngapain saja. Bisa-bisa, terjadi abuse of power. Atau bahkan, jadi ladang basah untuk praktik transaksional dan titipan kepentingan tertentu.

Kenapa hal tersebut tidak terjadi di drakor? Ya karena itu fiktif. Too good to be true, Bro.

Belum kalau bicara soal realitas birokrasi Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Pasti akan susah sekali mengontrol objektivitas, moralitas, dan standar operasional ribuan agen di lapangan.

Dahlah. Memang paling bener nggak usah mengadi-adi membayangkan andai ada BPHP di Indonesia.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2026 oleh

Tags: drama koreaEPRBkekerasan anak sekolahPendidikanteach you a lesson
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Juvenile Justice dan Realitas Kenakalan Remaja di Korea Selatan

Juvenile Justice dan Realitas Kenakalan Remaja di Korea Selatan

26 Februari 2022
5 Drama Korea Kawin Kontrak yang Menarik untuk Ditonton terminal mojok

5 Drama Korea Kawin Kontrak yang Seru untuk Ditonton

27 Desember 2021
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married

6 Mei 2020
Rekomendasi Drama Korea Adaptasi Webtoon yang Wajib Ditonton Terminal MOjok

Rekomendasi Drama Korea Adaptasi Webtoon yang Wajib Ditonton

19 Februari 2021
5 Perempuan Tangguh di Drama Korea yang Patut Jadi Role Model terminal mojok.co

5 Perempuan Tangguh di Drama Korea yang Patut Jadi Role Model

25 November 2021
Mengenal Cheoljong, Raja Paling Malang yang Pernah Bertakhta di Dinasti Joseon Terminal Mojok

Mengenal Cheoljong, Raja Malang yang Pernah Bertakhta di Dinasti Joseon

5 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.