MOJOK.CO Kalau masa terbaik saat sekolah adalah kelas XI SMA, maka kita juga akan punya masa terbaik saat kuliah. Di masa ini mahasiswa serasa melayang, menjadi prbadi dewasa yang setengah matang.

Kalau saya ditanya kapan masa terbaik saat kuliah, jawabannya adalah baik semua kecuali semester 1 dan 2. Di semester satu, saya benci mengikuti kegiatan ospek dan embel-embel keakrabannya yang berlangsung sepanjang semester.

Terlebih karena saya harus pakai kaus fakultas setiap kegiatan. Padahal harapan saya begitu keterima di universitas adalah pakai baju bebas aliasnggak pakai seragam. Eh lha kok, masih aja diatur-atur.

Semester awal nggak mungkin jadi masa terbaik kuliah kalian juga kan?

Di semester 2 saya pernah dengan gobloknya salah jadwal ujianl mata kuliah Pengantar Ilmu Politik. Padahal sepanjang semester saya nggak pernah bolos. Dosen saya, Pak George agak mau ngakak saat saya menemuinya di ruangan dengan muka pucat dan mengadu kalau saya salah jadwal.

Saya nyaris dapat nilai E hanya karena nggak ikut ujian akhir. Lalu Pak George yang baik hati ngetes saya pakai ujian lisan. Saya pun disuruh beli cilok setelahnya. Habis itu saya dapat nilai B.

Semester selanjutnya menyenangkan, walau kadang saya nggak bisa tidur karena tugas take home yang ribetnya masyaallah. Kesenangan itu berlangsung terus menerus, hingga akhirnya saya sadar sudah semester 10 dan skripsi memanggil-manggil untuk dikerjakan. Saya terlalu sibuk menelusuri pantai-pantai perawan di Malang hingga lupa kalau saya harus memulai penelitian. Masa terbaik kuliah memang lebih lama dari pada SMA.

Baca juga:  5 Tipe Anggota Baru UKM di UIN Sunan Kalijaga

Sebenarnya kalau bicara masa terbaik saat kuliah, semester 4 dan 5 adalah jawaban yang tepat. Di semester 4 kita sudah bisa jadi senior dalam jajaran organisasi kampus. Minimal jadi kaum medioker yang punya anak buah dan mulus dalam menjilat alumni. Bisa dibilang semester 4 adalah masa di mana mahasiswa terbebas dari kegiatan danusan dan ngamen karena nggak lagi jadi seksi pendanaan saat ngadain event.

Makanya tahun kedua perkuliahan ini banyak dimaktubkan sebagai masa terbaik kuliah, saat semua kesenangan mulai disadari.

Sementara semester 5, lebih dewa lagi. Di semester ini, mahasiswa mulai akrab dengan dosen dan sudah menguasai ilmu titip absen (please dont try this at home). Mahasiswa yang awalnya takut-takut bolos sudah mulai angin-anginan ikut kuliah pagi karena menyadari betapa segarnya membolos.

Tentu saja, bayak yang nggak bisa kuliah pagi karena mulai rajin keluyuran sampai malam. Main UNO di angkringan, sampai bikin challenge nggak karuan. Semester 5 adalah masa terbaik kuliah karena mereka yang mengalaminya rata-rata berusia 21-22 tahun.

Masa-masa seperlima abad ini krusial bagi kehidupan, karena di masa ini para remaja beranjak dewasa dan mulai menemukan makna hidup. Tahu caranya bahagia dan sudah lihai membuat keputusan-keputusan bijak bagi hidupnya.

Coba kalian dengarkan lagi lagu Taylor Swift yang ceria ini. Menceritakan masa terbaik hidup Taylor di usia 22. Miserable and magical at the same time, baby~

Saya selalu setuju kalau masa terbaik saat kuliah itu nggak terukur, karena saya sendiri sampai terlena dibuatnya. Saya suka main dan kebetulan dapat teman main yang cocok. Jadinya saya ingin selamanya berusia 22 dan selamanya semester 5. But, mom

Baca juga:  Derita Anak IT, Kuliah Mahal Cuma Buat Disuruh Servis Laptop

Kesenangan itu berubah jadi petaka ketika kawan saya tiba-tiba wisuda dan pergi sambil dadah-dadah. Padahal dia main bareng juga sama saya. Saya pun tersadar kalau setiap kesenangan selalu punya konsekuensinya. Saya boleh main ke mana-mana sampai nggak ingatjalan pulang. Tapi skripsi saya masih di sana, selalu setia menunggu untuk diselesaikan.

Skripsi akhirnya menjadi sebuah tolok ukur bagi diri saya khususnya. Bahwa barang siapa yang telah bersenang-senang di masa terbaik kuliah dan tidak lupa menyelesaikan skripsinya adalah sebijak-bijaknya mahasiswa.

BACA JUGA Masa Terbaik di Sekolah Jatuh Kepada Kelas 2 SMP dan 2 SMA atau artikel lainnya di POJOKAN.