MOJOK.COAda seribu satu cara menghindar dari tilang polisi, cegatan mudik, dan pos-pos razia lain. Tapi, mari kita pikirkan cara yang paling tidak masuk akal.

Mari menjadi kreatif di segala bidang, termasuk dari bagaimana cara kita menghindari tilang polisi. Apalagi belakangan banyak cegatan mudik dan pos-pos razia di jalan. Biasalah, kita memang nggak boleh mudik, yang boleh itu berwisata karena bisa menambah cuan negara. Makanya daripada bosan rebahan di perantauan, tidak ada salahnya trial and error, mencoba cari cara tidak masuk akal saat menghadapi pos razia pulici. Kalaupun gagal, his name is also business, namanya juga usaha.

#1 Pura-pura kesurupan

Ini sih sudah cara lama dan banyak pejuang-pejuang jalanan yang berani mempraktikkan. Walau memalukan, cara ini terbilang lumayan ampuh untuk membuat seseorang kehilangan harga diri. Setidaknya walau pulang dengan malu, ada kemungkinan kamu nggak jadi kena tilang polisi karena sudah kesurupan kebodohan. Sebagai bagian dari masyarakat waras, polisi cenderung bakal mengabaikanmu dan fokus sama orang waras lainnya yang melanggar. Silakan dicoba, Kawan. Risiko ditanggung masing-masing.

#2 Pura-pura bisu

Mulailah berlatih bahasa isyarat biar upaya ini meyakinkan. Tapi, jangan terlalu jago juga, buat sebisa mungkin polisi jadi bingung. Meski aslinya orang difabel bakal taat lalu lintas dan kemungkinan kamu kena tilang tetap ada, nggak ada salahnya dicoba.

#3 Mudik pakai seragam Lady Yakult atau gerobak Susu Murni Nasional

Kalau saat ini kamu tidak sekadar menghindari tilang polisi, melainkan juga menghindari cegatan mudik, ada baiknya pakai cara ini. Sewalah gerobak Susu Murni Nasional, mudiklah besertanya. Semua akan aman walau kamu pegal-pegal karena mengayuh sepeda hingga kampung halaman.

Nah, sebenarnya ada cara lain yang mungkin lebih manjur. Sewalah seragam Lady Yakult, naiki motor, dan siapkan Yakult yang banyak, itung-itung buat jajan lebaran. Di jalan, polisi mungkin bakal mencegat dan memberhentikanmu, lalu mulailah berargumen. Bilang aja mau nganterin produk ke desa sebelah, beresss~

#4 Ketika kena tilang, mengocehlah dengan bahasa Thailand

“Selamat sore, Mas!” tanya pak pulici.
“….”
“Selamat soreee…!”
“Sàwàddee kráb…”
“Bisa saya periksa surat-suratnya?”
“Pǒm mái káujai kráb. Bái láew ná kráb”

Tenang, bule Thailand masih satu ras dengan orang Indonesia. Nggak bakal ketahuan banget lah, kecuali kalau kamu keturunan Ambon. Makanya, cara ini patut dicoba untuk menghindari tilang polisi. Boleh diganti dengan bahasa lain seperti bahasa Indian, Russia, atau bahasa Jul’hoan kayak di film God Must be Crazy. Modal nekat saja, mungkin juga polisinya bakal jawab, “Ndak bisa basa enggres.”

#5 Langsung capoeira, parkour, dan menjadi Iron Man

Cara untuk menghindari tilang polisi yang satu ini dilakukan oleh ahli. Jangan mencoba di rumah tanpa pengawasan profesional ya. Ketika bias warna kuning neon berbaur dengan coklat seragam polisi sudah tampak dari kejauhan, silakan langsung pasang kuda-kuda untuk beratraksi di depan hadirin hadirot di jalanan. Bisa capoeira, parkour dari kepala ke kepala, atau menjadi Iron Man dan terbang ke angkasa.

Pokoknya harus menjiwai, kalau jatuh ya kesakitan beneran, kalau capek ya keringetan beneran. Lakukan saja terus sampai polisi menganggapmu gila dan membiarkanmu lolos dengan lompatan capoeira. Kendaraanmu ditinggal saja, toh bisa beli lagi.

Jika kelima cara di atas sudah dilakukan dan tetap tidak berhasil, mendingan kamu nebeng bus dan tempelkan poster “ROMBONGAN TKA CHINA” di dasbor. Niscaya, cara ini dijamin paling ampuh lolos tilang polisi dan cegatan mudik.

BACA JUGA Curhat Polisi Lalu Lintas: Target Tilang Itu Benar Adanya dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Baca juga:  Kenapa Bom Bunuh Diri di Medan Seperti Dilakukan Sembarangan?