Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Hal yang Tidak Masuk Akal dari Drakor ‘Mouse’

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
21 Mei 2021
A A
ilustrasi 4 Hal yang Tidak Masuk Akal dari Drakor 'Mouse' mojok.co

ilustrasi 4 Hal yang Tidak Masuk Akal dari Drakor 'Mouse' mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Drakor Mouse yang dibintangi Lee Seung-gi baru saja tamat. Di tengah pujian yang membludak, tentu ada saja hal-hal yang nggak masuk akal.

Sebuah drakor berjudul Mouse baru saja menayangkan episode terakhirnya. Selain ramai karena meme, drama ini memang cukup diantisipasi penggemar serial Korea di seluruh dunia. Bahkan saat masih tayang saja, fans selalu membuat prediksi teori dan berdebat di forum soal jalan cerita dan twist yang bakal muncul. Rajin sekali mereka, Yang Mulia.

Iklan

Perhatian, tulisan ini akan mengandung spoiler.

Singkatnya, drakor Mouse bercerita tentang temuan ilmiah yang mengklaim bahwa gen psikopat bisa diturunkan dengan tingkat akurasi 99%. Muncul wacana bahwa ibu-ibu yang mengandung anak dengan gen psikopat sebaiknya menggugurkan si calon bayi agar kelak dia tidak tumbuh menjadi pembunuh brutal.

Jung Ba-reum yang diperankan oleh Lee Seung-gi dalam cerita diperkenalkan sebagai seorang anggota polisi yang lemah lembut dan nggak tegaan. Hingga pertengahan season, drakor Mouse justru memberi banyak sekali klu bahwa sosok yang menyenangkan ini bisa jadi hanyalah psikopat yang menyamar.

Drakor Mouse sebenarnya mengandung banyak sekali adegan kekerasan, balas dendam, hingga bunuh diri, sedikit romansa, banyak darah-darahnya. Tapi, tentu saja, drakor ini juga mengandung banyak keanehan, hal-hal tidak masuk akal, dan plothole yang bikin kepikiran.

#1 Penelitian soal gen psikopat yang sangat mustahil

Drakor Mouse mengawali pijakan cerita dari hal yang benar-benar fiksi, yaitu soal kemungkinan bahwa gen psikopat bisa diturunkan. Lucunya, persentase ini juga diberi angka yang begitu tinggi yaitu 99%, sedangkan sisa 1% lainnya adalah gen jenius.

Namun, kemungkinan ini justru dibantah oleh jalan cerita drakor Mouse itu sendiri. Jung Ba-reum sebagai seorang anak headhunter, psikopat legendaris dalam cerita, justru mengawali pembunuhan pertamanya karena motif balas dendam. Ia kemudian menikmati sensasi membunuh orang dari sana. Dimulailah rangkaian pembunuhan yang terinspirasi dari buku dongeng. Padahal, dalam drama diceritakan bahwa seorang psikopat umumnya tidak punya emosi. Lalu kenapa Jung Ba-reum dihiasi kesedihan akan pembunuhan orang tuanya bertahun-tahun silam?

#2 Transplantasi otak masih mustahil dilakukan

Bertahun-tahun para ilmuwan berfantasi untuk memindahkan kesadaran seseorang ke tubuh lain dengan upaya pencangkokan otak. Secara logis, hal ini hampir mustahil dilakukan. Otak manusia berbeda dengan organ tubuh lainnya, ia adalah jaringan yang sangat kompleks yang terdiri dari ribuan syaraf. Lima menit saja otak tidak menerima suplai, ia akan mati dan tidak dapat hidup kembali.

Meski pada kenyataannya banyak ilmuwan “gila” yang mengatakan bahwa transplantasi otak bisa berhasil, tap praktiknya tak mungkin semudah itu. Butuh teknologi yang mumpuni, penelitian berulang kali, dan trial error. Sedangkan apa yang ada di drakor Mouse tidak begitu. Transplantasi otak hanya diuji coba ke tikus, lalu langsung dipraktikkan pada manusia dan akhirnya berhasil. Daaan, si penerima donor harus hilang ingatan dulu kayak di sinetron-sinetron Indonesia.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

#3 Ada CCTV di mana-mana, tapi transplantasi otak yang dilakukan narapidana nggak ketahuan

Betapa rapi Jung Ba-reum menutupi kejahatannya sampai-sampai detektif sekelas Go Mu-chi tidak mampu menelusuri psikopat sebelum meninggalnya Sung Yo-Han si anak psikopat yang ternyata jenius. Bahkan kita perlu standing applause karena narapidana bisa melakukan operasi otak dengan tenang di sebuah rumah sakit tanpa adayang curiga sampai akhir.

Padahal, adegan Sung Yo-han yang sedang makan sambil menangis, beberapa jam sebelum kematiannya saja bisa terungkap. Choi Young-shin, sekretaris kepresidenan pun nggak bisa lepas dari cctv seukuran ballpoint saat mengungkapkan kalimat-kalimat kontroversial. Sepertinya “CCTV” adalah jalan keluar praktis ketika jalan cerita di drakor Mouse hampir buntu. Meskipun itu artinya, fungsi CCTV dalam drama ini sendiri tidak terlihat konsisten.

#4 Betapa bodoh pendeta Go Mu-won yang nggak langsung ngasih tahu psikopatnya di acara siaran langsung

Ada sebuah adegan pembunuhan yang disiarkan langsung oleh sang psikopat demi mempermainkan detektif Go Mu-chi. Korban pembunuhan tersebut tidak lain adalah kayak dari Go Mu-chi sendiri yang berprofesi sebagai seorang pendeta pemaaf dan berhati baik.

Adegan pembunuhan ini disiarkan cukup lama, namun Go Mu-won dengan polosnya bungkam. Kenapa sih nggak langsung ceplos aja nama psikopatnya siapa. Kalau ini terjadi, maka cerita pun berakhir. Bahkan hingga kepalanya dipenggal, Go Mu-won masih bisa berkata, “Semoga Tuhan menyelamatkan jiwamu.” Oke Go Mu-won, kerja yang bagus. Padahal lebih baik berteriak siapa nama psikopatnya untuk menghentikan pembunuhan berantai.

Iklan

Meskipun punya banyak hal-hal yang mengganjal, drakor Mouse sebenarnya layak dipertimbangkan jadi tontonan seru, kecuali jika kamu OCD dan tidak bisa mengabaikan plothole. Drakor ini nggak cocok ditonton sama orang yang nggak tegaan, tapi cocok banget buat penggemar serial Korea Selatan yang haus tantangan.

BACA JUGA Drakor Vincenzo: Ketika Penjahat Cuma Bisa Kalah Sama Penjahat Lain yang Lebih Kuat dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2021 oleh

Tags: drakor mousedrakor terbarudrama korealee seung giplotholepsikopatrekomendasi drama korea
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Dracin bukan sekadar kisah cinta lebay. MOJOK.CO
Ragam

Kisah Cinta “Menye-menye” ala Dracin bikin Hidup Perempuan Dewasa Lebih Berbunga dari Luka Masa Lalu yang Menyakitkan

6 Januari 2026
When Life Gives You Tangerines. MOJOK.CO
Catatan

Saat Hidup Memberimu “Jeruk Keprok”, maka Kamu akan Tahan dengan Derita Kemiskinan

9 April 2025
5 Drama Korea Bertema Pendidikan, Nonton Sambil Belajar Tipis-tipis MOJOK.CO
Hiburan

5 Drama Korea Bertema Pendidikan, Nonton Sambil Belajar Tipis-tipis

21 September 2023
rekomendasi 5 drakor politik
Podium

Rekomendasi 5 Drakor Bertema Politik, Cocok Buat Maraton Nunggu Buka Puasa!

25 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
spmb 2025, zonasi.MOJOK.CO

Ketika SPMB Berubah Jadi Pasar Gelap Kursi Sekolah

6 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.