MOJOK.CO  Ketika kondisi autoimun, alih-alih melindungi dari berbagai penyakit, sistem kekebalan tubuh justru menyerang dan mematikan sel-sel yang sehat.

Istilah autoimun memang masih asing. Beberapa orang bahkan nggak tahu bahwa kondisi autoimun adalah sebuah penyakit yang hingga sekarang belum diketahui pasti penyebabnya. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang memproduksi antobodi nggak lagi bisa mengenali mana kawan dan mana lawan.

Normalnya, antibodi bakal menyerang mikroorganisme berbahaya seperti bakteri dan virus sehingga tubuh kita terlindungi dari serangan penyakit. Tetapi ketika tubuh autoimun, sel-sel yang sehat justru dimakan. Jelas ini bahaya banget.

Penyebab Autoimun

Sayangnya sampai sekarang penyebab kenapa seseorang bisa mengalami autoimun masih belum pasti. Ada yang menduga bahwa kemungkinan kondisi ini dipicu oleh bakteri atau mikroorganisme tertentu seperti virus, atau justru dipicu oleh konsumsi obat-obatan yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh jadi bingung.

Sebab itu banyak orang menduga kalau kondisi autoimun sering disebabkan karena suplemen penguat imun yang dikonsumsi secara berlebihan. Tapi dugaan ini masih belum sepenuhnya benar. Untuk pencegahan, nggak ada salahnya berhati-hati dengan memperhatikan dosis yang disarankan saat minum obat-obatan.

Sebuah studi lain justru mengatakan kalau kondisi ini ada hubungannya dengan masalah kebersihan. Orang yang terlalu higienis, terpapar vaksin dan antiseptik dalam skala banyak justru membuat sistem kekebalan tubuh punya reaksi berlebihan sehingga membentuk autoimun. Berlebihan dalam hal kesehatan dan kebersihan juga nggak baik.

Baca juga:  Facial Wajah yang Dapat Membersihkan dengan Menyakitkan

Jika antibodi adalah tentara, mereka butuh mengenali musuh dan paham medan peperangan. Sementara jika tubuh kita sudah diberi vaksin macam-macam dan berlebihan higienisnya, kita sama saja nggak memberi kesempatan sistem imun buat latihan perang. Akibatnya mereka jadi nggak bisa membedakan mana lawan dan mana kawan.

Walau bagaimana pun yang diprediksikan oleh sejumlah ahli kesehatan ini belum bisa mutlak dikatakan sebagai penyebabnya. Kondisi lain seperti penyakit genetik bahkan memengaruhi.

Gejala yang menyertai

Setidaknya ada beberapa gejala yang mencirikan bahwa tubuh dalam kondisi autoimun.

  • Lelah
  • Otot pegal
  • Bengkak dan kemerahan
  • Demam ringan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan atau kaki
  • Rambut rontok
  • Ruam kulit

Autoimun biasanya disertai beberapa penyakit yang kemudian terbentuk akibat kondisi ini. Misalnya seperti diabetes tipe 1, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus, dan penyakit kulit psoriasis.

Tidak ada tes khusus untuk melihat apakah tubuh dalam kondisi autoimun atau normal. Biasanya dokter akan mempertimbangkan faktor penyakit dan mengombinasikannya dengan gejala yang diderita pasien. Tes kondisi fisik juga menjadi indikator untuk melakukan diagnosis.

Pengobatan yang perlu ditempuh

Kebanyakan kondisi autoimun belum dapat disembuhkan. Namun sakit yang dirasakan bisa ditekan dengan beberapa perlakuan. Misalnya mengonsumsi aspirin saat peradangan sendi dan terapi hormon saat diabetes bisa menjadi solusi untuk menyembuhkan penyakit. Beberapa obat penekan sistem kekebalan tubuh sering disarankan dokter untuk dikonsumsi. Tujuannya agar menghambat perkembangan penyakit dan memelihara organ tubuh.

Baca juga:  Gaya Hidup Mager Itu, Jelas Nggak Menyehatkan Blas!

Terkait dengan COVID-19, orang dengan autoimun memang lebih rentan. Maka, segera periksakan diri ke dokter jika kalian mengalami gejala-gejala di atas. Hindari self-diagnose dan mencurigai penyakit dalam tubuhmu sendiri hanya berdasarkan asumsi. Bagaimana pun kalau merasa kurang sehat, datangilah tenaga kesehatan agar langkah pengobatannya bisa tepat.

BACA JUGA Mengenal Psikosomatis yang Muncul Gara-gara Terlalu Parno atau artikel lainnya di PENJASKES.