Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Tiga Dugaan Kenapa Prabowo Terkesan Malas Berkampanye

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
14 Oktober 2018
A A
prabowo sandiaga
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pernyataan Andi Arief tentang Prabowo yang terkesan malas berkampanye rasanya memang ada benarnya juga. Selama ini, berbagai pemberitaan aktivitas dan manuver kampanye Koalisi Indonesia Adil Makmur hampir selalu didominasi oleh Sandiaga Uno, Bukan Prabowo.

Prabowo justru terkesan tertutup dan jarang tampil di publik. Sekalinya tampil justru pas memberikan pernyataan tentang insiden penganiayaan Ratna Sarumpaet yang belakangan diketahui ternyata bohongan belaka.

Itulah yang kemudian menyebabkan Andi Arief turun tangan mengkritik Prabowo.

“Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” ujar ujar Andi Arief melalui akun Twitternya. “Kalau Pak Prabowo agak males2an, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif.”

Andi pun kemudian menyarankan agar Prabowo aktif berkampanye, jangan hanya diam saja.

“Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya,” kata Andi.

Fenomena ini mau tak mau kemudian memunculkan banyak dugaan. Nah, Saya melalui perantara Mojok Institute berhasil mendapatkan bocoran dugaan dari salah satu sumber yang layak ditempeleng tentang kenapa Prabowo terkesan tidak bersemangat dalam berkampanye.

Apa sajakah? Ini dia.

Prabowo Realistis dan Sadar Diri

Ini alasan yang mungkin cukup menyakitkan bagi banyak pendukung dan fans Prabowo, juga bagi para pegiat #2019GantiPresiden. Dalam hal ini, Prabowo sebenarnya sudah sadar diri bahwa dirinya akan kalah di Pilpres 2019. Ia sadar Jokowi tak akan terbendung dan akan menang dengan gemilang. Hal ini sudah Prabowo perhitungkan dengan sangat matang melalui berbagai survei politik yang memang sebagian besar memperkirakan Jokowi akan menang.

Maka, langkah Prabowo memutuskan untuk maju sebagai capres sejatinya bukanlah untuk menang, melainkan sekadar untuk mempertahankan elektabilitas partainya demi menyongsong Pileg 2019. Prabowo sadar kalau ia tidak tampil di Pilpres 2019, ia dan partainya tidak akan punya eksposure, sehingga elektabilitas partainya akan terjun bebas.

Prabowo boleh kalah, tapi elektabilitas partai dan perolehan kursi di parlemen harus tetap terjaga.

Itulah sebabnya Prabowo tidak terlalu bersemangat untuk berkampanye sebagai capres.

Strategi Baru

Iklan

Tak bisa dimungkiri bahwa pemilu adalah hal yang sering kali tak bisa diduga hasilnya. Pilgub Jateng dan Pilgub Jabar menjadi bukti yang cukup nyata. Pasangan Sudirman Said – Ida Fauziah yang di berbagai survei diperkirakan tak akan bisa mendapatkan lebih dari 18 persen suara suara ternyata melesat dan bisa mendapatkan lebih dari 40 persen suara, lebih tepatnya 41,2 persen.  Di Jawa Barat, pasangan Sudrajat dan Akhmad Syaikhu yang diperkirakan bakal menjadi penghuni peringkat buncit ternyata jsutru menjadi pesaing ketat Cagub-Cawagub terpilih Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum.

Nah, dari hal tersebut, Prabowo kemudian belajar bahwa untuk memenangkan Pilpres, perlu sesuatu yang memang unik dan tak bisa diduga.

Prabowo sejauh ini sudah mengikuti dua Pilpres, yakni Pilpres 2009 sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati, dan Pilpres 2014 sebagai capres berpasangan dengan Hatta Rajasa. Hasilnya seperti yang sudah kita ketahui, Prabowo kalah melulu. Padahal waktu itu, tak terbantahkan betapa semangatnya Prabowo dalam berkampanye.

Nah, kekalahan tersebut mungkin menginspirasi Prabowo untuk mengambil strategi baru untuk menghadapi Pilpres 2019, yakni strategi senyap.

Strategi ini terbukti banyak berhasil digunakan oleh banyak milenial untuk mendapatkan pacar.

Para perempuan jaman sekarang, misalnya, justru terkesan tak tertarik pada lelaki yang terlalu frontal dalam mendekati dirinya. Sebaliknya, perempuan justru kerap tertarik dengan lelaki yang kalem, yang cuek, yang tak pernah terang-terangan mendekati.

“Bikin penasaran, pokoknya akunya jadi tertantang gitu… Dia diem mulu, cool, diwasap nggak pernah dibales. Jadi sekalinya dia nembak, aku langsung terima,” begitu kata seorang perempuan kepada sumber rekanan Mojok Institute.

Nah, cara tersebutlah yang sekarang sedang coba dilakukan oleh Prabowo. Siapa tahu dengan tidak pernah berkampanye justru membuat banyak orang penasaran dan akhirnya memilih dia sebagai presiden.

“Ih, ya ampun, Prabowo cool banget, pendiem, jarang ngomong, diwasap nggak pernah bales, bikin penasaran. Coblos ah…”

Efisiensi

Ini dugaan yang ketiga. Efisiensi. Ngapain susah-susah kampanye, kan sudah ada Sandiaga. Lagian, kalaupun nanti yang banyak dicoblos adalah gambarnya Sandiaga, yang jadi presiden toh tetap Prabowo. Sandiaga tetap wakil.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2018 oleh

Tags: kampanyeprabowosandiaga
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.