Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Mengendalikan Rasa Bosan dalam Menjalin Hubungan

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
22 Juli 2017
A A
curhat
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tanya

Assalamualaikum wr. wb.

Dear, Mas Agus di Perumahan Mojok Residence.

Emmm, begini, saya mau curhat tentang kelainan dan ketidakbersyukuran saya. Sebut saja saya Mawar. Mahasiswi tingkat akhir yang lelah karena tak kunjung wisuda. Sama seperti saya yang lelah karena ketidakberhasilan saya dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis.

Piye yo, Mas, semua masalah ketidakberhasilan saya ini sebagian besar bersumber dari saya. Saya ini mudah sekali bosan, padahal saya ini tidak cantik untuk ukuran cewek yang sering gonta-ganti pacar. Tapi, gimana ya, urusan hati dan kenyamanan kan ndak bisa dipaksakan.

Mungkin ini alasan saya saja, sebenarnya. Sebab, saya sendiri tidak tahu laki-laki seperti apa lagi yang saya cari. Sering kali orang-orang di sekitar saya bilang bahwa saya ini ndak bersyukur, ndak ngaca, kok bisa-bisanya mutusin seorang dokter muda yang icik-icik ehem-ehem. Atau mematahkan hati seorang insinyur. Atau masih banyak lagi laki-laki di luar sana yang saya patahkan hatinya. Jujur, padahal saya bukan cewek matre atau suka lihat laki-laki dari tampang saja.

Mas Agus yang saya kagumi, bagaimana ya mengatasi kebosanan dalam hubungan setelah saya berhasil mendapatkan laki-laki yang saya idam-idamkan atau mengidam-ngidamkan saya? Apakah ini karena saya pernah menjalin hubungan yang lama lantas disakiti dan dikecewakan sehingga kemudian, saya menyia-nyiakan pria baik dengan alasan bosan?

Jujur saya lelah. Lelah karena tak kunjung lulus dan selalu gagal dalam bercinta. Saya juga takut kena karma. Mohon nasihatnya ya. Terima kasih.

Elvira

Jawab

Dear, Elvira

Jujur, ini sebenarnya permasalahan klasik bagi setiap pasangan. Bosan.

Kebersamaan yang terlalu rutin, jarak yang selalu dekat, dan perlakuan yang selalu sama, ditambah dengan naluri manusia yang selalu tertarik dengan hal-hal baru membuat kebosanan lumrah adanya.

Banyak pasangan yang bisa bertahan menghadapi kebosanan, tak sedikit pula yang terempas.

Iklan

Kebosanan dalam hubungan adalah keniscayaan. Dan saya rasa ia mustahil untuk dihilangkan.

Berita baiknya, ia bisa dikendalikan.

Kebosanan tak selalu tentang mencari yang lebih baik. Ia memang murni soal naluri manusia untuk mencoba hal-hal baru.

Permisalannya sederhana. Orang yang terbiasa makan piza, pada titik tertentu pasti juga ingin mencoba tempe. Begitu pun sebaliknya, orang yang sehari-hari makan tempe, sekali waktu pasti ingin juga makan piza. Itulah mengapa, lumrah jika ada seorang laki-laki yang sudah punya pacar cantik tapi justru selingkuh dengan wanita yang kecantikannya ternyata kalah jauh ketimbang pacarnya. Sebab, ia tidak mencari kecantikan, ia mencari hal baru.

Ketika sampean bilang bahwa sampean memutuskan pacar yang dokter atau yang insinyur itu sambil bilang “urusan hati dan kenyamanan tidak bisa dipaksakan”, saya cuma bisa nyengir sambil bilang “mbelgedes”. Lha sedari awal, kalau memang hati sampean nggak sreg, kenapa pacaran sama mereka?

Sedangkan untuk urusan kenyamanan, saya yakin sampean sebenarnya nyaman-nyaman saja pacaran sama mereka, tapi ya memang sampean saja yang tertarik buat cari kenyamanan yang baru. Lagi-lagi ini soal naluri manusia yang tak pernah merasa puas dan selalu ingin mencari tantangan.

Oke, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan rasa bosan dengan pasangan.

Pertama, coba untuk mengingat betapa pasangan sampean adalah pasangan yang istimewa. Cari hal-hal hebat yang ada pada pacar yang tidak akan sampean temukan pada pria lain. Misal, ia bisa selalu membalas chat sampean meski sedang beol sekalipun. Atau ia selalu mau dimintai tolong buat beli pembalut dan Kiranti. Atau bisa juga ia selalu bersedia diajak nonton film Disney walaupun ia tak pernah mudeng sama ceritanya.

Kedua, ketika sampean merasa bosan, coba kenang bagaimana sampean dan pacar  membangun hubungan sampai sejauh ini.

Bayangkan betapa ia dulu sampai pernah nyewa iklan billboard hanya agar bisa menunjukkan bahwa ia suka sama sampean. Bayangkan betapa ia sampai harus berlatih menulis sampai tulisannya lolos di Mojok hanya agar bisa membuat sampean terpukau. Bayangkan betapa ia dulu sampai meminta tolong sama Tere Liye agar mau mengucapkan selamat ulang tahun buat sampean karena ia tahu sampean fans berat Tere Liye.

Tentu akan sangat sayang jika perjuangan yang istimewa itu harus tumbang hanya karena rasa bosan. Kecuali sampeyan memang menganggap pacar hanya sebagai portofolio, bukan pasangan.

Ketiga, cobalah untuk dekat dengan keluarga pacar sampean. Dekat dengan keluarga pacar bisa menciptakan satu hubungan yang lebih emosional dengan pacar. Sehingga ketika sampean merasa bosan dan ingin sekali putus, hubungan emosional inilah yang bisa berfungsi sebagai beban pemberat dan membuat sampean berpikir dua kali untuk putus.

Keempat, ingat baik-baik perumpamaan berikut: semua orang selalu memimpikan hubungan asmaranya berjalan seperti perahu arung jeram yang selalu bergejolak, dinamis, naik turun, asyik, serta menggairahkan, tidak seperti kapal pesiar yang selalu tenang, datar, tanpa gejolak, dan senantiasa membosankan. Tapi ingat, perjalanan jauh selalu menggunakan kapal pesiar, bukan perahu arung jeram.

Nah, Elvira. Itu beberapa tips yang mungkin bisa sampean lakukan untuk mengendalikan rasa bosan terhadap pasangan. Tentu saya tak menjamin itu berhasil. Sebab, tugas saya hanya memberi nasihat, bukan solusi.

Salam sayang

Agus Mulyadi

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2017 oleh

Tags: bosanhubungankeluargapacarputus
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO
Esai

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co
Pojokan

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.