Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Venom, Film Anti-Hero yang Tertolong Pesona Tom Hardy

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
4 Oktober 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Spoiler alert! Setelah Avengers Infinity War, Venom, yang dibintangi Tom Hardy menjadi salah satu film yang ditunggu. Turunkan sedikit ekspektasi sebelum masuk studio.

Setelah Avengers Infinity War (jilid 1) usai, mata ini jelalatan mencari jadwal film Marvel lainnya. Tahun ini, meski bukan (murni) produksi Marvel, moviegoers, apalagi fans berat film superhero, pasti menantikan kehadiran Venom (Ruben Fleischer). Trailer yang dirilis secara berkala memberi dua gambaran di benak calon penonton.

Pertama, kengerian sosok Venom, tokoh fiksi musuh berat Spider-Man, disajikan dengan sangap apik lewat trailer. Suara yang berat, chaos ala simbiot, dan gigi-gigi tajam, dan kekuatan “jaring” yang luar biasa. Kedua, tak lain dan tidak bukan, Tom Hardy sendiri yang memerankan Eddie Brock, seorang jurnalis yang menjadi inang sosok Venom.

Seperti yang kamu ketahui, Venom adalah salah satu musuh terberat Spider-Man. Menyusul kesuksesan Spider-Man: Homecoming (Jon Watts, 2017), karakter dari “dunia Peter Parker” menjadi dinantikan. Apalagi ketika Spider-Man ikut perang Avengers Infinity War dan sukses besar memikat hati penonton lewat polah dan dialognya.

Lewat pengantar seperti itu, maka maklum apabila ekspektasi penonton menjadi terbangun. Rasa penasaran melihat bagaimana Sony Pictures membangun karakter antagonis yang kejam dan haus darah ini juga memuncak.

Spider-Man, meski sudah masuk ke MCU (Marvel Cinematic Universe), masih punya peluang muncul di variasi alur Venom. Oleh sebab itu, kesuksesan Sony membangun citra Venom ini menjadi sangat penting. Harapan menyaksikan Spider-Man vs Venom yang kejam di masa depan menjadi tontonan yang akan sangat dinantikan.

Namun sayang, harapan itu nampaknya mulai menipis setelah menonton Venom. Ruben Fleischer dan Sony bersepakat bahwa film ini punya rating PG-13. Jadi, adegan kekerasan yang dibangun tidak segahar Deadpool (Tim Miller, 2016) atau Logan (James Mangold, 2017). Adegan kekerasan selesai sampai batas film action.

Untuk Venom versi Ruben Ruben Fleischer, Eddie Brock punya sebuah acara TV. Singkat kata, pihak televisi memecat Eddie setelah tidak patuh dengan instruksi ketika meliput kecelakaan pesawat luar angkasa. Bukannya patuh dengan daftar pertanyaan konvensional, Eddie justru melakukan “investigasi”.

Setelah dipecat, Eddie Brock banting stir menjadi jurnalis investigasi. Mungkin ke depan Eddie Brock sebaiknya melamar ke Tirto saja. Karena kalau soal investigasi, Tirto memang jagonya (nb: bukan pesan sponsor).

Setelah terpapar simbiot, harapan menyaksikan kengerian Venom di dalam tubuh Tom Hardy tidak sepenuhnya terkabul. Pada titik tertentu, Venom justru menjadi pelawak. Dialog-dialog receh antara Tom Hardy dengan simbiot di dalam tubuhnya justru berceceran.

Bukannya gimana sih. Tapi bayangin kamu menantikan Grandong di Misteri Gunung Merapi ngamuk ketika melawan Sembara, tapi malah lempar plesetan sebelum gelut. Mengubah citra sosok yang ngamukan menjadi lebih friendly itu bukan perkara mudah. Tidak selalu buruk, tapi kalau gagal, film yang dibuat menjadi sulit terkenang.

Rating PG-13 memang sangat berpengaruh. Ruben Fleischer dan Sony menjadi tidak bisa menerobos batas-batas chaos. Kekerasan yang disajikan sebatas trik kamera (yang memang oke) dan aksi stunt saja. Pada titik inilah, sosok Venom yang sudah kadung terbentuk di benak menjadi lamat-lamat saja.

Meski narasi ini terdengar negatif, garapan Ruben Fleischer tidak sepenuhnya sajian yang buruk. Sebagai film superhero (meski mendaku sebagai anti-hero), Venom tetap menyenangkan untuk ditonton di akhir pekan, ketika kamu orang tua yang baik – yang menonton film sesuai patokan usia – bisa membawa anak-anak menonton bersama.

Fun, adalah kata yang akan kamu temukan ketika menonton Venom. Kamu juga tidak perlu berpikir keras untuk mengikuti alur acara. Jadi aman untuk kamu-kamu yang agak sulit mengejar alur film-film seperti Fight Club atau seri Batman The Dark Night. Untuk sekadar film aksi, Ruben Fleischer sukses. Untuk menghadirkan Venom, ia (sedikit) gagal.

Iklan

Ruben Fleischer kudu berterima kasih kepada Tom Hardy. Sosoknya yang komplet sebagai “pemeran” berhasil memadukan Venom Gaya Baru dengan pesona dan citra diri seorang Tom Hardy.

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2018 oleh

Tags: anti-herojurnalismarvelMarvel Cinematic UniverseMCUSonyspider-mantirtotom hardyVenom
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Urban

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
Jurnalis tolak rumah subsidi dari pemerintah karena warga dengan profesi lain juga butuh MOJOK.CO
Kabar

Jurnalis Tolak Rumah Subsidi dari Pemerintah: Warga Lain Juga Butuh, Kalau Mau Sejahterakan Jurnalis Bukan Gitu Caranya

16 April 2025
Misteri Kematian Jurnalis Udin yang Dibunuh Karena Berita Jasmerah Mojok
Video

Misteri Kematian Jurnalis Udin yang Dibunuh Karena Berita

13 Mei 2024
Nestapa Jurnalis Media Online, Beban Kerja Tidak Masuk Akal, Gaji Tersendat, Sampai PHK Sepihak MOJOK.CO
Liputan

Nestapa Jurnalis Media Online, Beban Kerja Tidak Masuk Akal, Gaji Tersendat, Sampai PHK Sepihak  

12 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.