• 89
    Shares

MOJOK.COPuji Tuhan, alhamdullilah, media-media Indonesia tahu kalau berita Jokowi, Prabowo, dan soal artis itu yang paling mengandung nilai jurnalistik.

Terima kasih Indonesia, sudah menghadirkan berita-berita yang luar biasa penting untuk warganet yang gabut luar biasa di tanggal merah ini. bagaimana nggak gabut, tanggal merah di tengah minggu itu nggak ada asik-asiknya. Sudah libur cuma satu hari, tapi nyatanya pekerjaan tetap tak bisa ditinggal.

Oleh sebab itu, yang bisa menyelamatkan kami, para warganet ignorance, adalah berita-berita politik dan gosip yang sungguh bernilai itu. Sungguh bernilai, karena kami nggak bisa hidup tanpa berita politik pertarungan Jokowi dan Prabowo yang sungguh edukatif dan berita artis yang sudah artistik, bernilai jurnalistik tinggi lagi. Saya yakin, dalam lima tahun ke depan, berita-berita artis Indonesia bakal dapat penghargaan Pulitzer.

Kita mulai convo berita penting ini dari peristiwa pengeroyokan seorang pendukung Jokowi oleh segerobolan pendukung Prabowo. Massa peserta kampanye terbuka untuk mendukung Prabowo-Sandi yang digelar di Purworejo, Jawa Tengah, terlibat pengeroyokan terhadap seorang warga. Polisi mengungkap korban saat itu mengenakan kaus bergambar Joko Widodo.

Ini sungguh berita yang sangat penting. Selama ini, pertarungan pendukung Jokowi dan Prabowo sudah begitu edukatif. Saling menyapa di media sosial, saling bertukar ide dengan riang. Debat berjalan dengan sangat sejuk. Argumen-argumen disampaikan secara terstruktur, didampingi data yang akurat, dan disajikan dengan nada yang bersahabat.

Masing-masing pendukung saling menghormati. Tidak ada yang namanya saling menyerang personal. Puji Tuhan, alhamdullilah, tidak ada tagar macam-macam di Twitter untuk menjatuhkan Jokowi atau Prabowo. Tagar hanya digunakan ketika ada acara save-save-an karena ada bencana atau ketika ada artis K-Pop sohor datang ke Indonesia. Oh iya, kalau soal politik, paling banter ya ucapan ulang tahun untuk Jokowi atau Prabowo.

Baca juga:  Elektabilitas Jokowi Turun Signifikan, Elit Golkar Tuduh PSI Penyebabnya

Oleh sebab itu, ketika terjadi pengeroyokan pro Jokowi oleh pro Prabowo, kita perlu merayakannya secara membabi-buta. Ini prestasi, lho. Kedua pendukung akhirnya bertemu secara langsung di dunia nyata. Keduanya saling menyapa dengan damai. Mungkin mereka saling berpelukan. Kita tidak tahu.

Pengeroyokan kan artinya bertemu untuk saling silaturahmi. Debat dan diskusi cuma dipindah dari media sosial ke dunia nyata dan semuanya berjalan dengan damai. Ini sungguh berita maha penting. Terima kasih Indonesia.

Berita penting kedua dalam THREAD ini adalah sebuah kabar bahwa keluarga Prabowo ternyata mendukung Jokowi. Adalah Dora Marie Siregar, ibunda Prabowo, yang ternyata mendukung lawan anaknya di Pilpres 2019. O, ini berita yang sangat “jurnalistik”. Selama ini, di rentang sejarah politik dunia, belum pernah ada keluarga seorang calon yang mendukung lawannya. Ini berita besar, cocok dapat label BREAKING NEWS.

“Kita berterima kasih, kita tak menutup itu, siapa pun yang mendukung Pak Jokowi kita terima dengan baik dan kita juga tak ada satu skenario apa pun untuk mengkondisikan keluarga Pak Prabowo untuk mendukung Pak Jokowi. Jadi ini murni sebagai bagian dukungan yang muncul dari arus bawah,” kata Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq dikutip Detik.

Dukungan dari keluarga ibunda Prabowo dideklarasikan di Minahasa, Sulut. Saat menyatakan dukungan, mereka memakai baju putih berlambang #01 Jokowi-Ma’ruf. Sang deklarator mengaku masih memiliki hubungan keluarga dengan Prabowo.

Rofiq mengatakan dukungan yang mengalir ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menandakan paslon 01 diterima masyarakat di berbagai lapisan. Termasuk program-program yang digagas juga diterima. The Guardian sampai Daily Mail perlu meliput peristiwa bersejarah ini. Kalau perlu kita patungan untuk bikin patung peringatan.

Baca juga:  Surat Kecil untuk Bung Karno

Nah, berita ketiga yang paling penting hari ini adalah ketika Ayu Ting Ting disuapin bapaknya ketika hendak berangkat umrah. Lewat akun Instagram pribadinya, Ayu Ting Ting memajang momen luhur itu, ketika seorang bapak menyuapin anaknya. Bukan, ini bukan pamer. Ini berita yang layak dapat nobel perdamaian. Efeknya bisa mendamaikan dunia.

Mungkin Ayu Ting Ting akan diundang khusus di sidang atau konferensi PBB tentang pentingnya “unjuk kabar” lewat IG Stories ketika bapak menyuapin artis sebelum pergi umrah. Nilai berita yang terkandung di dalamnya sangat dalam. Berkat berita maha penting ini, hari libur kami warganet ignorance jadi lebih berwarna–emot nangis terharu–

Itulah tiga berita besar hari ini. Terima kasih media-media di Indonesia, karena selalu menghadirkan berita yang paling penting dan urgen.

Untung saja, media-media di Indonesia tidak banyak memuat berita receh seperti gosip intoleransi di Jogja. Untung mereka tidak bikin in-depth, bikin tulisan yang sampai bisa menggerakkan hati pembaca dan pemangku kebijakan bahwa di Jogja sudah darurat toleransi. Itu kan cuma gosip, masih lebih berharga berita artis kawin dan cerai.

Tidak ada itu yang namanya toleransi di Jogja. Lha Jogja itu kan istimewa. Berhati nyaman kan sudah nggak lagi. Sekarang itu istimewa. Berita-berita soal penutupan tempat ibadah, pemotongan nisan salib, sampai pengusiran karena beda agama itu gosip saja. Receh. Kalau besok ada lagi, ya dibahas besok saja lah, sekarang ini panggungnya Jokowi, Prabowo, dan berita artis. Ngono wae kok koe ora paham, lur.

Terima kasih, media-media Indonesia. Kecup satu-satu.