MOJOK.CODari Keraton Agung Sejagat, Lalu Sunda Empire, Kini Negara Rakyat Nusantara. Indonesia memang tidak pernah kekurangan sinetron untuk ditertawakan berjamaah.

Keraton Agung Sejagat muncul. Viral. Kita semua tertawa-tawa. Meledek aksi kirab akbar mereka yang kayaknya cuma dihadiri 15 orang saja.

Nggak lama kemudian, menyusul Keraton Agung Sejagat, viral juga Sunda Empire. Konon, dua kerajaan dunia ini punya hubungan. Nggak tahu hubungannya gimana. Mungkin kerja sama ekspor dan impor. Yang pasti, Raja Keraton Agung Sejagat pernah menghadiri acara Sunda Empire. Oh, lagi cari investor, mungkin. Seperti kunjungan kerja Jokowi ke Timur Tengah, misalnya. Siapa tahu Sunda Empire mau ekspor cilok dan peyeum ke Purworejo.

Setelah gegeran Sunda Empire dengan baret birunya, sekarang viral Negara Rakyat Nusantara. Kalau Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire terdengar seperti imajinasi kebablasan, Negara Rakyat Nusantara terdengar lebih serem. Mereka menuntut Negara Kesatuan Republik Indonesia buat bubar saja. Katanya, sistem negara Indonesia sudah “busuk”.

Yudi Syamhudi Suyudi. Adalah orang yang mendaku sebagai Presiden Negara Rakyat Nusantara. Lewat sebuah video konferensi press yang kayaknya cuma dihadiri tiga orang (Yudi, 2 “paspampres”, dan satu yang pegang kamera), mereka menyatakan sebagai “perwakilan” dari kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara.

Ah, shit! Things just got real….

Kayaknya mulai serius, nih. Mau meruntuhkan NKRI.

Tapi, ketika gregetnya baru mau mencapai klimaks, muncul sebuah kebenaran. Video yang viral di Youtube ternyata video lama. Video “pernyataan sikap” Negara Rakyat Nusantara sudah pernah ramai pada 2015. Ketika itu, Yudi meminta Jokowi untuk mundur karena anggap Indonesia sudah “busuk”.

Dari Keraton Agung Sejagat, lalu Sunda Empire, kemudian Negara Rakyat Nusantara. Kirain mau perang beneran. Indonesia menerapkan pasal makar dan ngegulung itu Pak Yudi. Nah, kalau ternyata video itu adalah video lama, kenapa diunggah lagi?

Baca juga:  Pak Jokowi, Kalau Jenengan Sedang Pakai Kata ‘Saya Ingin’, Itu Maksudnya Gimana tho?

Untungnya, Indonesia punya banyak detektif dan investigator privat. Kenapa video Negara Rakyat Nusantara diunggah lagi?

Akun Tjahjadi punya sebuah teori konspirasi yang terdengar sangat meyakinkan:

Menurut Tjahjadi, rentetan peristiwa munculnya Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, dan Negara Rakyat Nusantara itu bertujuan bikin rakyat bingung. Hmm, nggak perlu pakai kerajaan-kerajaan itu pun rakyat udah bingung, kok. Tinggal baca-baca berita soal Harun Masiku dan korupsi Jiwasraya saja sudah cukup bikin perut mual, apalagi bingung.

Bagaimana bisa, Ketua KPK bilang Harun Masiku sudah pergi ke luar negeri pada 6 Januari 2020 untuk kemudian pada 7 Januari 2020 ketangkap CCTV bandara masih di Indonesia. Masuk akalnya di mana coba?

Teori konspirasi yang malah lebih masuk akal dikemukakan oleh akun bernama Gus Eka Yudha. Gus Eka bilang gini:

“Para jin kafir mulai bergerilya untuk mempengaruhi iman dan taqwa.”

Ini! Sungguh brilian. Paling masuk akal. Kalau sulit dinalar, kembalikan ke agama. Apalagi kalau pakai kata “kafir”, lalu sandingkan dengan “jin”. Saya sangat bangga jadi putra Nusantara Indonesia tercinta.

Akun Prabu Suiliwangi punya teori berbeda. Menurutnya, Negara Rakyat Nusantara adalah perwujudan dari orang-orang yang sudah muak dengan penegakan hukum Indonesia.

Baca juga:  Ratna Sarumpaet Kan Ingin Cantik Juga, Nggak Cukup dong Kalau Cuma Pakai Shampoo Aja

“Mungkin itu sekelompok warga yg sudah muak dengan keadilan yg ada di Indonesia yg hukum nya tumpul keatas dan tajam kebawah.. tp ya tetap saja salah kalau menunjukkan rasa kecewanya dg cara mau membentuk sebuah negara..Orang seperti ini jangan dibantai.. tp di perhatikan dibina,, dan seharusnya pemimpin NKRI bisa berfikir bijaksana,” kata Prabu seperti dikutip malangtimes.com.

Wah ini Pak Prabu agak nggak pas. Gimana ceritanya hukum Indonesia tumpul ke atas dan tajam ke bawah? Mana ada itu? Hukum di Indonesia itu sudah seadil-adilnya hukum. Jokowi nggak menyalakan lampu ketika naik motor pada siang hari tapi nggak ditilang? Lha, Presiden kan istimewa, beda dengan warga biasa. kata Pak Ngabalin begitu. Ya sudah, itu yang benar. Sudah bener, lha wong Orang Baik, je.

Akun Inggrid Cataleya mengingatkan kita untuk stop mengurusi “sinetron” seperti Negara Rakyat Nusantara ini. Katanya:

“Jangan sampe isu jiwasraya tenggelam karna dagelan belakangan ini. Masih banyak lagi loh…Halo Rakyat. Stop ngurus sinetron. Fokus ke yg lain,” kata Inggrid yang juga dikutip malangtimes.com.

Dear Mbak Inggrid. Jangan khawatir. Masalah Jiwasraya nggak mungkin tenggelam, kok. Kalau nggak diselesaikan nah itu baru benar. Negara Rakyat Nusantara cuma “sinetron” buat mengalihkan isu? Jangan bercanda. Nggak ada isu negatif di Indonesia ini.

Pencabutan subsidi gas 3 kilogram? Iuran BPJS yang naik untuk ditunda kemudian? Kehidupan makin brengsek? Ahh, sinetron-sinetron itu nggak mungkin terjadi di Indonesia. Di Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire baru mungkin.

BACA JUGA Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat Adalah “Cult” yang Dibutuhkan Indonesia atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.