Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Eksklusif! Alasan Jokowi di Periode Ini Suka Ambil Kebijakan Tak Populis

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
25 Februari 2020
A A
alasan jokowi di periode kedua jadi presiden suka buat kebijakan yang tidak populis dibenci masyarakat reshuffle kabinet indonesia maju mojok.co

alasan jokowi di periode kedua jadi presiden suka buat kebijakan yang tidak populis dibenci masyarakat reshuffle kabinet indonesia maju mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada yang aneh dengan Pak Jokowi akhir-akhir ini. Banyak kebijakan tidak popular yang beliau kasih lampu hijau. Kenapa, sih, beliau kayak gini? Kami menguak misteri ini!

Tidak sedikit yang bingung dengan sikap Presiden Jokowi saat ini. Kenapa Jokowi sekarang beda dengan yang dulu? Atas segala keanehan yang terjadi, tidak ada jawaban yang memuaskan hati. Pak Jokowi kenapa, sih?

Iklan

Samar-samar saya masih ingat ketika Pak Jokowi masuk dalam kontestasi pemilu presiden Indonesia. Citra yang cemerlang dan aura merakyat membuat banyak warga mudah jatuh cinta dengan mantan wali kota Solo itu. Seiring waktu, ekspektasi kepada beliau naik perlahan.

Ketika diwawancara oleh BBC Indonesia, Pak Jokowi menjelaskan dua fokusnya ketika menjadi presiden. Untuk periode pertama, beliau akan membangun infrastruktur. Nah, buat periode kedua, lulusan UGM itu mau fokus membangun “manusia Indonesia”.

Tapi kok sudah periode kedua ini, pembangunan manusia nggak pernah terjadi? Periode kedua Pak Jokowi bukan periode pembangunan manusia, tetapi bisa kita sebut “periode investasi”. Duh, Pak, Bapak mau jadi Presiden Indonesia atau Presiden Investasi, sih? Kayaknya kita nggak lagi hidup di negara, tapi startup raksasa.

Gimana nggak aneh, Pak Jokowi sendiri bilang namanya dicatut nggak masalah demi investasi. Januari yang lalu, beliau negesin itu kepada Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) urusan investasi, Bahlil Lahadalia.

“Meskipun ngancem-ngancemnya bawa nama-nama presiden. Ini kalau ngancem gubernur, ngancem bupati, ngancem wali kota, ngancem polda, polres. Saya dengar pakai nama saya, nggak apa-apa, tapi kalau masalahnya selesai, buat saya enggak ada masalah.”

Haduh, Pak, namanya mencatut saja sudah salah. Kok bapak mengizinkan kejahatan, sih? Apakah kualitas anak buah Bapak memang ecek-ecek sampai perlu mencatut nama?

Bahkan Pak Jokowi menyandingkan istilah “mencatut” dengan “mengancam”, lho. Budaya kayak gini bisa berkembang jadi kejahatan besar. Namanya juga manusia, dan kita tahu gimana budaya korupsi di Indonesia, perintahnya itu pasti akan diamalkan dengan baik. Gimana kalau nama Bapak dicatut beneran buat ngegolin pembebasan lahan yang merampas tanah milik rakyat?

Ah, Jokowi memang berubah. Teriakan rakyat mungkin kayak lalat yang berdengung di telinga. Tinggal digebah saja, lalat itu pergi. Bapak pastinya tahu kalau tingkat kepercayaan publik kepada KPK itu turun.

Kenapa? Ya karena Bapak nggak berbuat lebih untuk menggagalkan RUU KPK. Sudah begitu, ia juga memalingkan muka di proses seleksi Ketua KPK. Pada 2019, ICW sudah mengingatkan kalau panitia seleksi mengabaikan aspek integritas dan rekam calon. Akibatnya, kata Kurnia Ramadhana, peneliti ICW, pimpinan yang terpilih, you know who, justru merupakan sosok-sosok yang mempunyai banyak catatan.

Setelah terpilih, segala keanehan terjadi. Baru-baru ini, KPK menghentikan penyelidikan 36 kasus. Abraham Samad, mantan ketua KPK, menegaskan kalau itu “di luar kewajaran”. Apa yang terjadi selanjutnya? Ya nggak ada. Presiden Jokowi bergeming, tidak berbuat apa-apa.

Masih ada kejanggalan lain. Ketika rapat membahas isu penting, yang diundang Pak Jokowi malah buzzer. Dosen komunikasi Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah Putra, menyebut kebiasaan Pak Jokowi ini sebagai sikap yang bias. Apa guna staf ahli kalau malah buzzer yang diundang untuk membahas isu penting?

“Hal ini menandai Jokowi tidak memiliki kepercayaan kepada para pembantu formalnya untuk mendiskusikan hal sepenting struktur pemerintahannya,” kata Dedi. Masih kata Dedi, sikap ini justru membuat Pak Jokowi nggak bisa meredam keraguan publik. Kenapa? Karena Pak Presiden sendiri tidak melakukan tata kelola komunikasi pemerintahan yang baik.

Apalagi, buzzer Pak Jokowi di media sosial ini galak, melebihi istilah militan. Setiap kritik sudah dianggap sebagai usaha untuk melawan Presiden. Kalau kritik saja dianggap gangguan, sudah betul kalau dianggap pembangunan manusia Indonesia sudah gagal. Dan kegagalan itu dimulai dari Pak Presiden sendiri.

Apa yang bisa menjelaskan semua keanehan ini?

Saya merasa semua ini butuh alasan, dan alasan yang masuk akal cuma satu: Jokowi yang asli telah diculik alien, dan yang memimpin Indonesia saat ini adalah Jokowi gadungan.

Terdengar seperti teori konspirasi ya? Sebentar dulu….

Iklan

Untuk menjadi perhatian, pada 6 hingga 9 Juli 2017, Pak Jokowi berkunjung ke Jerman untuk menghadiri G20 Hamburg Summit. Selama kunjungan tiga hari itu, beliau bertemu dengan Donald Trump.

Tahukah kamu, Jerman adalah satu dari 10 negara di dunia di mana UFO paling sering terlihat. Kesembilan negara yang lain adalah Amerika Serikat, China, Brasil, Rusia, Kanada, Prancis, Meksiko, Inggris, dan Indonesia. Saya yakin beliau diculik alien di Jerman. Nggak mungkin di Indonesia karena di sini UFO cuma akan dianggap sebagai “piring terbang”. Emang kawinan.

Sudah kunjungannya ke Jerman, ketemu Donald Trump lagi. Saya sendiri sudah duluan curiga Trump adalah alien dari Planet Ur-Anus. Trump dikirim ke Indonesia ketika masih bayi menggunakan semacam kapsul pesiar luar angkasa karena planetnya dilanda perang besar. Trump bernama asli Kal-El dan film Superman adalah biopik beliau.

Teori konspirasi memang selalu menarik untuk dikulik. Dan saya yakin, berkat teori yang saya kemukakan ini, kamu jadi lebih bisa memahami keanehan Pak Jokowi.

Ayo, Jokowi, tunjukkan wajah aslimu!

BACA JUGA Berharap Jokowi Berbuat Lebih Memang Sia-sia Belaka dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: alienDonald Trumpjokowireshuffle
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

Herlambang P. Wiratraman: Sebab Akibat Kekuasaan yang Antisains dan Dunia Akademik yang Memburuk di Era Jokowi

28 Januari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Gelandang Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Ayla Dva Khala Ahisma, Kepala Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi Timo Scheunemann, Pelatih Kepala Timnas Putri U-16 Thailand Thidarat Wiwasukhu dan Kapten Timnas Putri U-16 Thailand Kawinthida Kukintod.

Di Lapangan Jadi Lawan, di Luar Jadi Teman: Ayla Bertukar Kaos, Kapten Thailand Bertukar Medsos

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.