MOJOK.COTahukah kamu kalau patah hati itu bisa bikin rambut rontok? Biar nggak terjadi, cuti dan tunjangan patah hati perlu diperjuangkan masuk UU Ketenagakerjaan.

Kata orang, cowok itu lebih susah move on ketimbang cewek. Ketika habis putus, cowok bisa langsung “berlagak” udah lupa. Mabu-mabuan, push rank jalan terus, lalu sok-sokan install dating app. Sementara itu, cewek bakal drama banget selama seminggu penuh.

Namun, seiring waktu, setelah “tingkah biasa aja” nan palsu itu selesai, cowok bakal diem. Sok-sokan merenung. Lihat iklan pasta gigi Closeup, keinget mantan yang giginya kuning. Main ke IKEA, lihat kursi lipat cantik, inget mantan yang bisulan dan menderita banget kalau duduk. Pada akhirnya, move on itu cuma mitos. Antara keinget terus atau malah jadi dendam. Dasar, Cancer banget.

Sementara itu, cewek yang jadi ratu drama selama seminggu, malah bisa move on dengan cepat. Setelah seminggu, mereka bakal jadi manusia terkuat di bumi. Bisa nugas atau kerja dengan santai. Produktivitas meningkat. Memang, cowok itu segalanya lemah sama patah hati.

Kok saya bisa bilang begitu? Ya karena saya salah satunya. HAHAHA… ditambahi “hahaha” biar kesannya saya bisa move on. Padahal ya, jadi dendam. Gimana nggak dendam kalau kamu ditinggal nikah. Yang ngabarin bukan mantan secara langsung, tapi ibunya. Surem.

Yah, tapi, dari pengalaman ini, saya jadi tahu kalau tunjangan patah hati itu memang penting. Jadi, di Jepang, orang yang baru putus dapat “dua kemudahan”,  yaitu cuti dan tunjangan patah hati. Ke depan saya mau usul nambah satu lagi: asuransi patah hati!

Untuk cuti, ditujukan kepada mereka yang tengah bersedih karena idolnya. Perusahaan periklanan bernama Hiroro yang berdomisili di Tokyo, mengizinkan karyawannya cuti karena idolnya menikah.

Cuti ini berlaku selama 10 hari jika idol favorit menikah, pensiun, atau meninggal. Kalau idolnya keluar dari grup, karyawan berhak dapat cuti tiga hari. Perusahan atau pabrik di Indonesia, yang masih sulit banget ngasih cuti haid, kalau baca berita di atas, jadi malu nggak ya?

Sementara itu, di perusahan yang berbeda tapi masih di Jepang, ada yang namanya tunjangan patah hati. Kamu bisa dapat 10.000 yen atau sekitar Rp1,3 juta kalau habis putus. Syaratnya, masa pacaran kamu lebih dari tiga bulan serta menyertakan bukti-bukti yang mendukung.

Sayangnya, bukti-bukti yang mendukung ini nggak dijelaskan secara jelas. Apa yang dimaksud itu kesaksian pihak ketiga yang bikin hubungan kamu kandas, atau, tangkapan layar percakapan waktu keputusan putus terjadi.

“Aku mau udahan.”

“Kenapa, beb? Salah aku apa?”

“kamu nggak salah, cuma kamu terlalu baik buat aku.”

Petugas verifikasi patah hati: “Dih, klise amat. Patah hati, check!”

Tunjangan patah hati di atas cuma bisa diambil sekali dalam satu tahun. Jadi, kalau kamu habis putus, dapat pacar baru, terus mau putus, pikir lagi deh. Setidaknya tunggu tahun depan biar dapat tunjangan. Lumayan, kan, buat cowok-cowok, dapat Rp1,3 juta bisa buat mabuk-mabukan dan pasang “tampang biasa saja” yang palsu itu.

Untungnya, tunjangan ini ada di Jepang, bukan Indonesia. Kalau di Indonesia, pasti udah jadi lahan bisnis baru: joki patah hati. Lha wong jalur 3 in 1 aja dijokiin, apalagi patah hati. Lagian apa, sih, di Indonesia ini yang nggak ada jokinya?

Tapi, meskipun terancam bakal jadi lahan bisnis baru, cuti dan tunjangan ini saya dukung diterapkan di Indonesia dan masuk UU Ketenagakerjaan. Fyi aja, nih, ya, Mojok udah pernah menerapkan “cuti patah hati” ke salah satu mantan redaktur.

Beliau diizinkan menenangkan diri selama beberapa hari, baru entar kerja lagi. You know what, setelah cuti, kinerja beliau jadi makin cemerlang, tulisannya viral, dan sekarang sudah bahagia menikah bersama jodohnya. You go, girl! I’m happy for you. Mantap, bukan.

Patah hati itu bukan “sembarang penyakit”, lho. Dikutip dari hellosehat.com, patah hati bisa melahirkan banyak gangguan kesehatan. Antara lain, pertama, rasa kangen yang amat sangat bisa membuat otak mengirimkan rasa sakit ke seluruh tubuh. Kayak orang sakaw.

Kedua, bisa bikin badan linu dan sesak napas, habis itu nggak doyan makan. Ketiga, bisa jerawatan dan memicu rambut rontok. Keempat, memicu darah tinggi karena stres akibat patah hati.

Kelima, munculnya sindrom patah hati. Ketika stres berat terjadi, terkadang sebagian jantungmu akan membesar sementara dan tidak dapat memompa darah dengan baik. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal otot jantung jangka pendek atau kardiomiopati induksi stres. Istilah lainnya adalah “sindrom patah hati”.

Oleh sebab itu, cuti broken heart sangat dibutuhkan. Kita butuh me time untuk menenangkan hati yang koyak karena ditinggal nikah. Itu saya dulu. Sementara itu, tunjangan patah hati juga sama pentingnya. Memang, ditinggal nikah bisa agak enteng kalau punya duit… buat nyumbang di kawinan mantan.

Oya, satu lagi, selama cuti, kantor juga bisa menyertakan paket ngobrol sama terapis profesional. Karena terkadang, nasihat dari teman itu malah bikin sebel.

Misalnya, “Udah, patah hati gitu aja cengeng. Cari lagi aja yang lain.”

Temen model kayak gini mending diajak main bola. Bukan bola yang ditendang, tapi pelernya itu yang disepak sekuat tenaga.

BACA JUGA Stres Tidak Tertolong Setelah Ditinggal Nikah dan Cara Mengatasinya dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Baca juga:  Cebong Tak Perlu Baper Kalau Kampanye Prabowo Dihadiri 1 Juta Orang di Senayan