MOJOK.CODiminati Arsenal dan Manchester City sudah cukup menggambarkan potensi besar Matteo Guendouzi. Seperti apa kelebihan pemain berusia 19 tahun ini?

Warna revolusi Arsenal di bawah Unai Emery dimeriahkan dengan kedatangan beberapa pemain baru. setelah disibukkan dengan membeli pemain-pemain yang “sudah lebih dikenal” seperti Lucas Torreira, Bernd Leno, hingga Stephan Lichtsteiner, manajemen Arsenal tidak lupa menyegarkan skuat mereka dengan pemain muda.

Nama-nama yang datang sebelum Guendouzi adalah pemain yang “senior”. Mereka sudah menumpuk pengalaman di liga masing-masing. Torreira, meski masih berusia 22 tahun, sudah menjadi bagian penting dari skuat utama Sampdoria. Sementara itu, rekam jejak Leno dan Lichtsteiner tentu tidak perlu dijelaskan.

Begitulah kehidupan sebuah klub di jendela transfer. Sesuai kebutuhan, Arsenal mendatangkan pemain yang memberikan rasa aman berkat pengalaman masing-masing. Sementara itu, di sisi lain, tetap butuh kesegaran dalam diri pemain muda. Oleh sebab itu, sejak kali pertama memegang jabatan sebagai pelatih Arsenal secara resmi, Emery tidak lupa untuk terus memburu talenta-talenta segar.

Boleh dikata, Arsenal cukup beruntung bisa mendapatkan tanda tangan Matteo Guendouzi. Pemain muda berusia 19 tahun itu sudah lebih dulu didekati oleh Tottenham Hotspur dan Manchester City, seperti yang diberitakan oleh skysports.com. Diburu lebih dari satu besar di Eropa, yang saya maksud tentu saja City dan Arsenal, sudah cukup menggambarkan potensi Guendouzi.

Matteo Guendouzi adalah generasi baru, sesuai dengan napas Arsenal yang juga baru. Setelah resmi melepas Santi Cazorla, manajemen The Gunners juga tidak memperpanjang kontrak Jack Wilshere. Kehilangan dua gelandang senior memang sudah ditutup oleh bergabungnya Torreira. Namun, bukankah akan semakin menyenangkan ketika ada satu pemain muda yang bisa mendobrak kenyamanan pemain senior?

Baca juga:  Apologia Granit Xhaka: Punggung Kapten Arsenal dan Kelam Selebritas

Rasa greget melihat pemain muda bisa bermain lebih meyakinkan ketimbang pemain senior memberikan sensasi yang berbeda. Sensasi bangga. Sensasi melihat pemain muda mau bekerja keras dan memberi bukti. Sensasi itulah yang fans Arsenal rasakan ketika Guendouzi memberi penegasan bahwa dirinya layak dikejar City dan Arsenal.

Adalah laga pra-musim ketika Emery memutuskan menyertakan nama Matteo Guendouzi ke dalam skuat. Arsenal terbang ke Singapura untuk menghadapi Atletico Madrid dan Paris Saint-Germain (PSG). Dan di dua laga itulah, pemain asal Prancis tersebut sukses menebar mara bahaya untuk pemain-pemain senior semacam Granit Xhaka, Mo Elneny, dan Aaron Ramsey, bahkan Torreira.

Meskipun masih berusia 19 tahun, Guendouzi menujukkan kedewasaannya. Seperti pemain veteran yang sudah merasakan pahit manis sebuah tim utama. Satu hal yang juga menarik adalah ketika dirinya bisa menyesuaikan diri dengan cepat ketika bermain di dua sistem. Menghadapi Atletico, Emery menggunakan sistem tiga gelandang. Sedangkan ketika dilayani PSG, pelatih asal Spanyol itu ganti menggunakan sistem dua gelandang.

Adaptasi yang cepat dengan perubahan sistem menandakan level kecerdasan yang tinggi. Banyak bermain sebagai gelandang bertahan, atau kamu bisa menyebutnya sebagai pemain #6, Guendouzi memberikan keseimbangan dan menjadi jembatan dari kiper kepada gelandang ketika build-up fase pertama.

Ketika bergerak ke tengah sebagai gelandang sentral, atau pemain #8, sangat cerdik mencari posisi yang enak untuk mempertahankan penguasaan bola. Olah bola untuk pemain berusia 19 tahun sangat meyakinkan. Teknik umpannya termasuk kelas satu untuk pemain yang perkembangannya masih belum bisa ditekan itu.

Baca juga:  5 Hal Sepele yang Membuat Liverpool Kalah

Salah satu kelebihan Guendouzi adalah kejeliannya melepas umpan vertikal menuju ruang sempit. Akurasi yang terjaga, dengan kecepatan yang pas, memudahkan rekannya untuk mengontrol bola. Ditunjang mata yang jeli, seleksi umpan mantan pemain FC Lorient tersebut menjadi lebih bervariasi, aman, dan akurat.

Dibekali dengan stamina yang mumpuni, Guendouzi bisa diandalkan untuk mengawasi ruang yang luas di antara gelandang dan bek. Ruang berbahaya inilah yang gagal untuk dikendalikan Arsenal selama masa kepemipinan rezim yang lama. Lewat tangan Emery, Arsenal menjadi unit yang lebih kompak. Sistem yang lebih stabil membuat pemain tidah mudah dieksploitasi lawan.

Lewat penanganan yang tepat, Guendouzi bisa menjadi salah satu gelandang sentral penting di dunia. Rambutnya yang “iwil kribo” seperti Elneny atau David Luiz membuat keberadaannya sangat mudah dikenali. Saat ini, Guendouzi adalah “manusia saiya” biasa. Seturut perkembanganya nanti, Guendouzi bakal menjadi “super saiya”. Manusia super milik Arsenal.



Tirto.ID
Loading...

No more articles