MOJOK.COSerie A liganya aki-aki? Saya khawatir kamu sudah tersesat di jalan yang suram. Disesatkan oleh sosok jahat yang cuma bisa mengajari kamu memaki, tanpa menyajikan data yang hakiki.

Buat mereka yang lahir di akhir 80 atau awal 90, Serie A adalah sajian paling istimewa yang bisa ditemui di televisi. Bukan Dunia Dalam Berita atau Laporan Khusus dari Menteri Penerangan, Harmoko atau Menteri Sekretaris Negara, Moerdiono yang punya hak spesial memotong acara apa saja.

Dunia Dalam Berita adalah acara wajib yang harus tayang pukul 21.00 WIB. Saat itu, yang membawakan acara ini adalah Yasir Den Has dengan suaranya yang khas. Laporan khas Dunia Dalam Berita adalah Memberitakan kegiatan-kegiatan Presiden Soeharto, diselingi beberapa berita luar negeri. Dunia Dalam Berita berdurasi 30 menit, memotong semua acara yang sedang tayang.

Fans Serie A dan Liga Inggris yang lagi asyik nonton pertandingan bisa-bisa harus kecewa ketika Dunia Dalam Berita disusul Laporan Khusus. Acara wajib ini, biasanya, dibawakan oleh Menteri Penerangan, Harmoko, atau Menteri Sekretaris Negara, Moerdiono.

Moerdiono adalah salah satu menteri yang paling dekat dengan Presiden Soeharto. Jika mau bertemu dengan Presiden Soeharto, kamu harus melalui Moerdiono, untuk mendapatkan izin. Moerdiono juga penyusun pidato yang andal. Beragam pidato Presiden Soeharto, baik yang berat maupun yang ringan, disusun oleh Moerdiono. Karena pengaruh dan posisinya, Moerdiono dijuluki Presiden Satu Setengah.

Sebetulnya, isi Laporan Khusus yang tayang di TVRI bukan berita yang sifatnya urgent. Namun, pada saat itu, isi berita ini sangat spesial untuk Bapak Presiden.

Misalnya, Laporan Khusus isinya Presiden Soeharto mengumumkan susunan Kabinet Pembangunan V.

“Laporan Khusus mengudara jika ada peresmian proyek pembangunan oleh Presiden Soeharto, rapat kabinet, atau Presiden berjumpa dengan warga yang didatangkan ke peternakan Tapos milik presiden. Pada masa itu, untuk menebak ada tidaknya siaran Laporan Khusus bisa dilakukan dengan menonton Berita Nasional pada pukul 19.30 sampai dengan 19.30 WIB. Jika dalam Berita Nasional ada berita tentang rapat kabinet, maka bisa dipastikan akan ada Laporan Khusus setelah Dunia Dalam Berita.” Tulis Fajar Junaedi di Fandom.

Durasi Laporan Khusus antara 30 menit hingga satu jam. Kamu kesal dan pengin protes? O, kamu tidak boleh kesal. Bahaya kalau sampai protes ke pemerintah. Hhe hhe….

Fakta sejarah dan “romantisme” seperti itu yang membuat Serie A mendapat label liga lawas. Bahkan ada salah satu akun Twitter yang menggunakan nama Serie A Lawas untuk mengenang peristiwa atau profil pemain zaman dulu. Romansanya begitu lekat, bahkan melebihi kekuatan masa lalu Liga Inggris di Indonesia.

Oleh sebab itu, kalau ngomongin Serie A, banyak label tidak sedap yang terdengar. Misalnya, Serie A dianggap sebagai liganya para pemain buangan yang mau pensiun saja. Banyak pemain senior menemukan kembali kebahagiaan bermain bola di Serie A. Misalnya David Beckham yang dicintai di AC Milan meski kariernya terbilang singkat.

Untuk musim 2020/2021, beberapa pemain senior memang masih begitu dominan. Terutama dari sisi performa. Misalnya Zlatan Ibrahimovic (39 tahun) atau Cristiano Ronaldo (36). Keduanya bahkan dianggap masih akan kompetitif di usia 40 tahun, jika bermain di Serie A.

Karena performa mereka tengah apik, secara otomatis, jumlah pemberitaan pasti akan lebih banyak. Terutama jika dibandingkan dengan jumlah pemberitaan pemain muda yang sebetulnya bermain apik musim ini. Media-media di dunia punya rumus pakem untuk urusan mencari kunjungan, yaitu beritakan sesuatu yang viral atau mampu menarik jumlah pembaca.

Saya rasa, dari sana muncul istilah bahwa Serie A itu “liga aki-aki”, liganya orang tua. Padahal ini anggapan yang sangat salah. Anggapan para penyembah akun-akun penghasut yang cuma mencari cloud di media sosial. Celakanya, penyembah akun penghasut ini semakin banyak jumlahnya.

Kalau mau bicara fakta, rata-rata usia pemain Serie A justru sedikit lebih muda ketimbang Liga Inggris. Rata-rata usia pemain Serie A adalah 25 tahun. Sementara itu, rata-rata usia pemain Liga Inggris adalah 26 tahun 275 hari.

Juventus, yang dianggap cuma berisi sekumpulan pemain gaek, mencatatkan rata-rata usia 28,4 tahun. Rata-rata tertua di Serie A. Sementara itu, di Liga Inggris, Crystal Palace mencatatkan rata-rata usia 29,8 tahun. Bagaimana dengan rata-rata termuda?

Untuk Serie A, klub dengan rata-rata pemain termuda adalah AC Milan dengan 24,8 tahun. Untuk Liga Inggris, rata-rata usianya adalah Manchester United dengan 25,2 tahun. Dari fakta di atas, ternyata Liga Inggris yang layak disebut liganya aki-aki. Sudah terbuka hatinya?

Selisihnya memang tidak begitu mencolok. Namun, selisih itu menggambarkan kebenaran sebenarnya yang biasanya ditutupi oleh para penghasut. Mereka yang cuma mencari keramaian tanpa memberikan informasi yang substansial, apalagi faktual. Sosok yang menyesatkan orang lain sebaiknya jangan disembah. Ini kalau saya, lho.

Mungkin, para akun penghasut itu tidak tahu bahwa saat ini, Pierre Kalulu (20 tahun) menjadi bek muda Milan yang tampil baik. Dia tidak tahu bahwa Milan punya barisan lini tengah muda potensial dalam diri Sandro Tonali (20), Ismael Bennacer (23), Brahim Diaz (21), Jens Petter Hauge (21), dan Alexis Saelemaekers (21).

Sementara itu, Inter punya Alessandro Bastoni (21 tahun). Salah satu bek muda potensial Italia. Skuat Inter juga berisi pemain muda seperti Andrea Pinamonti (19), Achraf Hakimi (22), Nicolo Barella (23), dan Lautaro Martinez (23). Kecuali Pinamonti, nama-nama yang lain adalah anggota tim utama.

AS Roma, yang tengah duduk di peringkat ketiga Serie A, punya Marash Kumbula (20 tahun). Bek muda yang musim lalu menjadi salah satu pemain muda terbaik di Serie A. Lalu ada Nicolo Zaniolo (21), Bryan Reynolds (19), Gonzalo Villar (22), Carles Perez (22), Amadou Diawara (23), dan Gianluca Mancini (24).

Juventus, tim dengan rata-rata paling tua, punya Devan Kulusevski (20 tahun), Matthijs de Ligt (21), Gianluca Frabotta (21), Weston McKennie (22), Merih Demiral (22), Federico Chiesa (23), Rodrigo Bentancur (23), dan Arthur (24). Barisan pemain muda dengan level kematangan seperti pemain senior.

Jadi, masih menganggap Serie A sebagai liga aki-aki? Saya khawatir kamu sudah tersesat di jalan yang suram. Disesatkan oleh sosok jahat yang cuma bisa mengajari kamu memaki, tanpa menyajikan data yang hakiki.

BACA JUGA Serie A di RCTI: Cinta dan Nostalgia Planet Football, AC Milan, Hingga Tabloid BOLA dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Baca juga:  Liverpool, Jadon Sancho, dan Chelsea di Persimpangan Jalan