Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Ketika Striker Inter Milan, Romelu Lukaku, Lebih Tajam Ketimbang AC Milan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
15 Januari 2020
A A
lukaku inter milan ac milan MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Romelu Lukaku, striker Inter Milan, ternyata jauh lebih tajam ketimbang satu skuat AC Milan. Sebuah gambaran visi dan keberanian dari manajemen La Beneamata.

Pertama-tama, saya mohon maaf kalau judul di atas terdengar seperti click bait dan menyakiti hati fans AC Milan. Namun, maaf-maaf saja, kenyataannya begitu, je. Romelu Lukaku memang lebih tajam ketimbang satu skuat AC Milan.

Sampai Januari 2020 ini, Lukaku sudah mencetak 18 gol di semua ajang yang diikuti Inter Milan. Jumlah 18 gol sama seperti jumlah gol yang sudah dicetak AC Milan juga di semua kompetisi. Bedanya, Inter Milan bermain di banyak kompetisi, sedangkan AC Milan cuma dua; Serie A dan Copa Italia. Ya lumayan, lah ya.

Namun, tahukah kamu, tujuan saya bukan semata-mata membandingkan ketajaman Lukaku dan AC Milan. Kalau terdengar seperti itu, ya sekali lagi, saya mohon maaf. Yang ingin saya katakan adalah betapa Inter Milan lebih unggul dari saudaranya itu dari sisi kerja manajemen dan di pasar transfer. Dua hal ini sangat berhubungan dengan jomplangnya prestasi kedua klub sejauh ini.

Bersama Lazio, musim ini, cuma Inter Milan yang bisa mengejar Juventus. Apresiasi khusus saya haturkan kepada Lazio dan Simone Inzaghi. Mereka baru saja mencatatkan 10 kemenangan beruntun. Sebuah catatan yang luar biasa. Perlu kamu ketahui, meski Juventus sangat dominan, Serie A tidak semudah kelihatannya. Tingkat kesulitannya cukup tinggi dan diakui sendiri oleh Cristiano Ronaldo.

Lukaku adalah gambaran kerja manajemen Inter. Kata “kerja” di sini bermakna sebuah kesadaran untuk memperbaiki diri. Dulu, Inter juga sama saja seperti AC Milan di mana kebiasaan membeli pemain overrated sering terjadi. Pun, Inter juga sempat berada dalam lingkaran setan ketika begitu khawatir menjual Mauro Icardi. Manajemen kok takut sama pemain.

Lukaku adalah gambaran visi manajemen. Mereka berani mengontak Antonio Conte, seorang pelatih dengan citra Juventus yang melekat kuat di dalam dirinya. Dominasi Juventus saat ini dibangun oleh, salah satunya, kerja Conte. Sebuah pendekatan yang kalau saya tidak silap pernah ditentang oleh suporter Inter Milan.

Lukaku adalah kejelian manajemen Inter Milan. Manajemen mereka tidak “rusuh” dengan mencampuri rencana kerja Conte. Manajemen mendukung penuh dengan mendatangkan pemain yang dibutuhkan. Mulai dari Lukaku, tentu saja, lalu Lautaro Martinez, disusul bek senior, Diego Godin, dan gelandang-gelandang muda seperti Stefano Sensi dan Nicolo Barella.

Coba bandingkan dengan kerja manajemen AC Milan. Sebelum Paolo Maldini dan Zvonimir Boban berduet sebagai Direktur Teknik dan Kepala Pejabat Keuangan klub, Milan menghabiskan waktu untuk bongkar pasang pelatih. Yang mereka pilih bukan sosok yang cukup kuat untuk menopang nama besar dan ekspektasi.

Saat ini, Maldini dan Boban memilih Stefano Piolo sebagai pelatih, setelah sebelumnya memecat Marco Giampolo. Dengan penuh rasa hormat, meski keduanya bukan pelatih buruk, tetapi Giampaolo dan Piolo bukan sosok yang cukup “kuat”. Baik dari sisi teknis, maupun kemampuan memaksa pemain-pemain muda untuk mencapai level terbaik.

Melihat sekilas skuat Milan, kamu akan terkesan dengan usaha mereka meremajakan skuat. Sebuah pemandangan yang menyenangkan karena mereka terlihat punya rencana besar untuk masa depan. Namun, Serie A tidak menyediakan “kadar tradisi” yang cocok dengan proyek semacam itu. Serie A menuntut kesempurnaan dan harus bisa ditunjukkan dengan cepat.

Filippo Inzaghi, legenda dan mantan pemain AC Milan meminta para pendukung untuk bersabar. Sebuah kata-kata manis “untuk masa damai”. Sudah hampir satu dekade Milan terjerembab di kolam medioker dan saya yakin urat kesabaran para suporter sudah tertarik secara maksimal. Milan butuh sebuah langkah besar untuk sekadar mencoba mengembalikan mereka ke level terdahulu.

Inter Milan melakukannya dengan membenahi meja manajemen. Mereka “berburu kepala”. Orang-orang dengan kaliber besar untuk duduk di jajaran manajemen. Di jajaran direktur, ada nama Giuseppe Marotta. Ada Alessandro Padula sebagai Board of Auditors. Sebagai Direktur Teknis, mereka merekrut Piero Ausilio. Nama-nama ini yang berdiskusi dan berdebat untuk sampai kesebuah kesimpulan penting: merekrut Antonio Conte.

Lewat Conte, datang pemain penting seperti Lukaku. Januari 2020, mereka akan segera merampungkan transfer Christian Eriksen dari Spurs. Eriksen bukan pemain muda. Dia berada dalam masa emas pesepak bola, yaitu 27 tahun. Bukan sembarang mendatangkan pemain muda, mereka membeli pemain “yang dibutuhkan”.

Iklan

Eriksen adalah salah satu pemain terbaik di Liga Inggris. Sudah sangat betul kalau dia cabut dari klub medioker dan kelas tiga di London untuk bergabung dengan Inter Milan. Kini, dengan keberadaan Eriksen, Conte akan lebih leluasa mengubah skema dan taktik. Inilah yang dinamakan visi.

AC Milan harus sadar kalau mengumpulkan pemain muda bukan satu-satunya solusi. Mereka harus berpikir dalam skala yang lebih besar. Yang saya maksud dalam skala yang lebih besar juga bukan berarti Milan mendatangkan Zlatan Ibrahimovic. Semuanya harus dimulai dari manajemen yang berani dan pelatih berkaliber besar. Bukan sekadar melirik mantan pemain, ya.

Lukaku adalah cermin keberhasilan Inter Milan sejauh ini. Kejelian melihat kemampuan pemain dan keberanian yang mendasari membuat mereka menjadi jauh lebih bisa mengancam ketimbang AC Milan. Bukan begitu?

BACA JUGA Inter Milan Punya Tridente Dalam Nama Lukaku, Lautaro, dan Conte atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2020 oleh

Tags: AC MilaninterInter Milanliga italiaLukakumilanromelu lukakuSerie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Kegilaan Cinta Sejati di Napoli: Antara Sepak Bola dan Maradona MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Kegilaan Cinta Sejati di Kota Napoli: Antara Copet, Kota Bau Pesing, Sepak Bola, dan Maradona

31 Desember 2024
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Giant Killer Di Serie A: Udinese, Atalanta, Dan Napoli
Video

Giant Killer di Serie A: Udinese, Atalanta, dan Napoli

22 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.