MOJOK.COApakah benar kalau manajemen Barcelona itu kumpulan orang bingung ketika membeli Antoine Griezmann seharga 120 juta euro dari Atletico Madrid?

Setelah satu video drama penolakan, satu video drama kepindahan yang berhasil digagalkan oleh Presiden Atletico Madrid, dan satu opera sabun selama satu tahun lebih, dengan dana transfer mencapai 120 juta euro, Antoine Griezmann resmi menjadi pemain Barcelona. Apakah Barcelona memang klub paling bingung sedunia?

Sebelum Frankie De Jong resmi berseragam Barcelona, narasi yang kencang beredar adalah kebutuhan tim untuk menjual beberapa pemain dan menambal dua lini penting. Ivan Rakitic dan Philippe Coutinho dirasa sudah saatnya dijual saja. Sementara itu, Jordi Alba butuh pelapis dan Ernesto Valverde butuh satu gelandang kreatif lagi.

Namun, setelah De Jong resmi, rumor yang sering muncul adalah kembalinya Neymar dan munculnya kembali nama Griezmann. Sudah seperti opera sabun saja, dua nama terakhir memang seperti “aktor sinetron” penarik minat baca. Gunakan saja kedua nama ini dijudul tulisan, dan kamu akan mendapatkan artikel yang diburu banyak orang.

Padahal, selain pelapis Alba dan kebutuhan satu gelandang kreatif, Barca masih butuh satu striker murni sebagai pelapis Luis Suarez. Baik Suarez dan Lionel Messi sudah tak lagi muda. Keduanya bakal butuh penerus dalam waktu dekat. Untuk alasan ini pula, Ousmane Dembele dijaga betul dari jangkauan Bayern Munchen.

Well, pada akhirnya, manajemen Barcelona menyanggupi release clause Griezmann senilai 120 juta euro. Padahal, pemain asal Prancis itu tidak memenuhi semua kebutuhan Barca di atas lapangan. Bahkan, transfer ini masih berpeluang melahirkan drama lagi ketika Atletico Madrid menganggap Barca masih berhutang 80 juta euro. Atletico menganggap release clause Griezmann yang resmi adalah 200 juta euro, selepas tanggal 1 Juli 2019.

Bagaimana akhir drama yang kemungkinan akan berlanjut ke meja hijau ini? Tepikan dahulu masakah transfer itu. Di atas lapangan, Griezmann itu mau diapakan?

Griezmann sebetulnya pembelian yang menarik

Ingat, kata “menarik” bukan berarti “bagus”. Dari “menarik” bisa jadi “bagus” tergantung cara pelatih menggunakan si pemain di atas lapangan. Punya empat penyerang berkualitas dalam diri Griezmann, Suarez, Messi, dan Dembele memang menarik. Namun, mengintegrasikan keempatnya bukan urusan mudah. Apalagi ketika ada Coutinho yang musim lalu banyak dimainkan sebagai penyerang sebelah kiri.

Baca juga:  Perempat Final Liga Champions 2018: AS Roma Kalah dengan Cara Islami

Sebagai individu, Griezmann adalah tipe pemain depan modern. Selain memberi garansi ketajaman, pemain yang ikut membawa Prancis menjadi juara dunia itu juga punya stamina bagus untuk aktif membantu pertahanan, turun ke bawah untuk menjemput bola, paham betul kerja “pressing” sebagai sebuah tim, punya kemampuan cut inside, penguasaan bola yang bagus, punya kemampuan passing di atas rata-rata, dan lain sebagainya.

Bahkan ia bisa bermain di belakang striker, sebagai playmaker, sepert ketika bermain bersama Olivier Giroud di timnas. Ia memang bagus ketika menjadi second striker, di mana ruang geraknya lebih luas ketimbang menjadi pure #9.

Kemungkinan, Barcelona akan menggunakan Griezmann, Suarez, dan Messi di depan mengingat Valverde suka dengan skema 4-3-3 dan 4-4-2. Jika ini yang terjadi, Valverde perlu berhati-hati dengan menit bermain Dembele. Jika muncul skema 4-2-3-1, Dembele bisa bermain di kanan. Griezmann dan Dembele mengapit Messi sebagai #10.

Seperti yang saya singgung di atas, Suarez dan Messi tak lagi muda. Dembele, yang masih berusia 22 tahun, tak boleh sampai lepas. Potensi perkembangan pemain muda ini masih sangat besar. Jika dijaga dan dirawat dengan benar, Barca tak perlu boros-boros lagi di dua jendela transfer mendatang. Menit bermain yang adil bakal sangat menentukan.

Bagaimana bila Suarez absen mengingat Barca tak punya pure #9 lagi? Pilihannya masih lentur dengan Griezmann–Messi–Dembele. Tak harus ada striker murni untuk mengejar dominasi bola, terutama ketika bermain tandang menghadapi tim dengan level yang sama. Misalnya di Liga Champions. Suarez memang berguna ketika melawan tim yang bertahan menggunakan deep block.

Bagaimana bila Neymar bergabung? Nah, ini baru pusing. Memandang investasi dan nama besar, Griezmann, Neymar, dan Messi tak mungkin tak rutin bermain. Suarez yang menua memang bisa dipinggirkan perlahan-lahan. Yang sulit adalah tetap adil dengan menit bermain Dembele, seperti yang saya sebut di atas.

Baca juga:  Kalau Real Madrid, Barcelona, dan PSG Bergerak, Deadline Day Eropa Bakal Memanas

Jika ini yang terjadi, Barcelona betul-betul akan menjadi klub paling bingung di dunia. Apakah Valverde cukup punya kemampuan untuk menjinakkan semua pemain dengan ego tinggi dan punya potensi menjadi “pemain drama” ini?

Mau Neymar datang atau tidak, manajemen bakal masuk ke dalam fase paling sulit di sepak bola: menjual pemain. Coutinho, Rakitic, Malcom kemungkinan besar akan hengkang. Paling tidak, para pemain bergaji besar itu tidak akan sulit menemukan peminat. Kalau mentok, jual saja ke Liga Cina, ke klub yang bernama Paris Saint-Germain.

Sisi bisnis Barcelona

Klub dan pesepak bola itu rata-rata pemaaf. Barca dan para pemain mungkin sudah memaafkan Griezmann yang “mempermalukan” mereka ketika menolak saja sampai bikin video telenovela. Namun, berbeda dengan banyak suporter yang sudah memandang sepak bola sebagai personal, sangat pribadi.

Saat ini, bisa saja suporter Barcelona yang geram dengan si pemain baru memilih untuk diam. Namun, ketika si pemain gagal memenuhi ekspektasi, luka lama akan terpanggil secara otomatis. Apakah Griezmann punya cukup mental menghadapi salah satu barisan suporter paling menuntut di muka bumi ini? Paling tidak, mental bermainnya sudah diasah betul oleh Diego Simeone.

Nah, beruntungnya, ada suporter Barca di penjuru dunia yang lebih namaste memandang video penolakan Griezmann satu tahun yang lalu. Dan untungnya, jumlah mereka banyak. Dan, mereka bakal menjadi mata bisnis manajemen dengan pembelian ini. Mereka akan tetap membeli jersey kotak-kotak ala Kroasi dan memperpanjang tiket musiman. Klub tetap untung dari sisi bisnis.

Nah, pada akhirnya, manajemen Barca tak bingung-bingung amat. Paling tidak dari sisi bisnis. Bagaimana dengan sisi teknis di atas lapangan? Well, cuma Messi yang bisa menjawab. Ehh, maksud saya, cuma tuhan.



Loading...



No more articles