MOJOK.COEmery justru sedang menghapus keharmonisan ketika ia menyerang warisan Arsene Wenger, membekukan Mesut Ozil, dan menihilkan kreativitas Arsenal.

Theresia, salah satu fans Arsenal dari Indonesia, berhasil merangkum kondisi delusi yang tengah dialami oleh Unai Emery menggunakan satu kalimat. Theresia bilang, “Orang hebat nggak mengatakan dirinya sendiri hebat. Bahkan Wenger yang udah ngasih banyak buat Arsenal nggak ngomong gitu, tapi semua orang bisa melihat dan menghargai hasil kerjanya.”

Kalimat Theresia di atas merupakan sebuah respons akan pernyataan Emery menjelang laga melawan Vitoria SC. Emery bilang bahwa di bawah kepemimpinannya, Arsenal sudah semakin hebat ketimbang ketika dilatih Arsene Wenger. Sebuah pernyataan yang membuat banyak dahi Gooners mengernyit dan makian paling keras sudah siap dilontarkan.

“Terkadang kita lupa soal masa lalu dan kita perlu mengingatnya lagi. Ketika saya datang, tim ini perlu perbaikan, perlu lebih kompetitif. Melihat sejarah, tim ini memang pernah menjadi pemenang dan kompetitif, tetapi itu tidak cukup. Saat ini, proses menjadi lebih kompetitif dan lebih kreatif sedang berjalan,” kata Emery.

“Ketika saya datang, kreativitas tim ini tidak cukup baik, tetapi jelas level kompetitifnya sangat jelek. Sangat tidak cukup. Saya rasa, musim lalu perubahan ke arah menjadi lebih kompetitif sudah terlihat, kami juga lebih kreatif di mana di beberapa pertandingan sudah terlihat,” tambahnya.

Saya sendiri tidak menampik kalau Arsenal memang butuh perubahan atau perbaikan dari masa Arsene Wenger melatih. Tim ini memang sudah tertinggal dari Manchester City dan Liverpool. Namun, yang menjadi masalah adalah pernyataan-pernyataan Emery di atas sangat tidak nyata, tidak rasional, bahkan malah menjatuhkan orang lain yang punya jasa besar meletakkan fondasi Arsenal modern.

Baca juga:  Awkarin dan Pesona Remontada: Dari Barcelona, AS Roma, Hingga Liverpool

Mari kita lihat catatan statistik perbandingan 47 pertandingan terakhir Wenger dan 47 pertandingan awal Emery bersama Arsenal. Dari 47 laga, Wenger mencatatkan 26 kemenangan sementara Emery 25. Wenger mencetak 90 gol, Emery 86. Wenger kebobolan 56, Emery 63. Wenger tidak kebobolan di 17 laga, Emery cuma 10. Bagian mana yang menunjukkan bahwa ada perbaikan di tangan Emery? Delusi! Khayal dan tidak rasional!

Kembali ke kata Theresia di atas. Orang besar tidak akan menyombongkan pencapaiannya, tidak akan menjatuhkan orang lain. Masih mending kalau ada memang ada “pencapaian” untuk disombongkan. Faktanya, di tangan Emery, bukan perbaikan yang terasa, tetapi stagnansi. Untungnya, keberuntungan masih menaungi Arsenal.

Klub dari London Utara ini masih sangat sangat sangat beruntung punya pemain sekaliber Pierre-Emerick Aubameyang dan Nicolas Pepe. Juga masih sangat beruntung karena Aubameyang masih rajin bikin gol dan Pepe sudah semakin “cair” bersama tim. Keduanya menyelamatkan karier Emery hingga Oktober ini.

Kontribusi Aubameyang tidak main-main. Selama September 2019, Aubameyang selalu mencetak gol di setiap laga. Dan, semua gol yang dicetak Aubameyang punya bobot yang luar biasa berat.

Gol penyama kedudukan ketika melawan Tottenham Hotspur. Dua gol melawan Watford. Gol kemenangan lewat tendangan bebas ketika melawan Aston Villa. Gol penyama kedudukan ketika melawan tim calon degradasi musim ini, Manchester United. Tanpa gol-gol Aubameyang, Arsenal kini tengah kejar-kejaran (lagi) dengan Manchester United untuk menghindari garis degradasi.

Sementara itu, tanpa Pepe, Arsenal bakal kalah melawan Vitoria SC, klub asal Portugal. Saat itu kondisinya Arsenal tertinggal dengan skor 1-2. Emery memasukan Pepe untuk menggantikan Lacazette.

Baca juga:  Mola TV Perlu Mendengarkan Curhatan Pemburu Link Streaming Ilegal

Setelah Pepe masuk, The Gunners mendapatkan dua kali kesempatan tendangan bebas. Pemain asal Pantai Gading itu mengeksekusi keduanya dengan sangat brilian. Dua kesempatan tendangan bebas menjadi dua gol cantik. Hasilnya, Arsenal membalik keadaan dan menang dengan skor 3-2.

Sebelum melawan Vitoria, Arsenal kalah dari Sheffield United. Gelombang kekesalan suporter sudah memuncak dan meminta manajemen untuk memecat Emery. Jika akhirnya kalah dari Vitoria, bisa jadi Gooners akan turun ke jalan seperti ketika melakukan protes kepada Arsene Wenger. Beruntung, Pepe menyelamatkan karier Emery.

Skor memang 3-2 untuk kemenangan Arsenal. Namun, buat pembaca yang menonton pertandingan tersebut pasti tahu betul betapa nelangsanya tim ini.

Lucas Torreira, salah satu gelandang bertahan terbaik di Serie A, dimainkan di sisi kanan, lalu digeser lebih tinggi ketika Ceballos dan Guendouzi masuk di babak kedua. Ainsley Maitland-Niles bermain di tengah seperti kemauannya tetapi bermain seperti ayam tanpa kepala. Joe Willock, salah satu pemain muda terbaik di generasinya, tidak mendapatkan sistem yang mendukung.

Emery mengoceh soal kreativitas, tetapi membekukan Mesut Ozil, pemain paling kreatif Arsenal. Emery meracau soal kreativitas, tetapi kita tahu sejak awal musim, tim ini tidak tidak kreatif dan bergantung kepada kekuatan individu seperti Aubameyang dan Pepe. Emery mengoceh dan meracau. Delusi akut karena mengonsumsi jamur tahi sapi?

Arsenal dibangun dengan dasar Victoria Concordia Crescit. Kemenangan berasal dari keharmonisan. Sayang, Emery justru menghapus keharmonisan itu ketika menyerang warisan Wenger, membekukan Ozil, dan menihilkan kreativitas tim. Bagi penderita delusi akut seperti Emery sebaiknya digiring baik-baik menuju pintu keluar.

BACA JUGA Emery Pengecut dan Arsenal yang Dibuat Tak Berdaya Oleh Pelatihnya Sendiri atau tulisan Yamadipati Seno lainnya.



Tirto.ID
Loading...

No more articles