Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Bukan Alisson, tapi Karma Diving Indah ala Balerina Mo Salah yang Bikin Liverpool Dibantai di Anfield

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
8 Februari 2021
A A
Bukan Alisson, tapi Karma Diving Indah ala Balerina Mo Salah yang Bikin Liverpool Dibantai di Anfield MOJOK.CO

Bukan Alisson, tapi Karma Diving Indah ala Balerina Mo Salah yang Bikin Liverpool Dibantai di Anfield MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bukan Alisson yang menjadi biang pembantaian Liverpool di Anfield, tetapi karma yang dibawa Mo Salah sejak dua tahun yang lalu.

Empat kali kalah beruntun di kandang sendiri. Liverpool diprediksi sudah kehilangan kesempatan untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris. Terakhir, The Reds dibantai Manchester City dengan skor 1-4. Yang dinobatkan sebagai biang kekalahan adalah Alisson.

Iklan

Kiper Liverpool itu membuat dua blunder yang berujung dua gol cantik dari City. Meme blunder kiper asal Brasil itu langsung mekar semerbak di media sosial. Salah satunya menyebutkan bahwa Alisson “kerasukan” Lloris Karius. Mantan kiper legendaris Liverpool… untuk urusan blunder.

Namun, saya rasa, yang patut menjadi biang kekalahan Liverpool adalah Mo Salah, bukan Alisson. Ya, kamu tidak salah baca. Biang kekalahan Liverpool adalah karma dari diving yang dilakukan Mo Salah.

Setelah kebobolan terlebih dahulu, Liverpool menekan City begitu hebat. Hingga di suatu momen, Mo Salah berhasil melewati Ruben Dias, bek tengah City. Ruben berusaha mengejar Mo Salah sambil melambaikan tangannya ke belakang. Alhasil, tangan Ruben dan Mo Salah pun bertaut.

Seperti balerina dari Royal Ballet, Mo Salah bukannya berkelit dari tangan Ruben, tetapi memperagakan salah satu teknik balet yang sulit dilakukan, yaitu grand jete.

Zen RS pernah menjelaskan ihwal gerakan balet ini. Beliau menulis:

“Grand jeté secara harfiah berarti “lompatan besar”. Ia merujuk gerak dalam tarian balet yang dicirikan oleh lompatan di udara yang dimulai dengan salah satu kaki dan lantas mendarat dengan kaki yang satunya lagi. Saat melayang di udara, dua kaki penari biasanya merentang di depan dan belakang, kadang antara kaki yang di depan dan belakang bisa membentuk satu garis yang vertikal. Ini gerakan yang terhitung sulit dan biasanya hanya dilakukan oleh para penari yang sudah terlatih. Lompatan grand jeté ke arah depan biasa disebut en avant.”

Masalahnya, yang dilakukan Mo Salah adalah grand jete yang tidak sempurna. Kaki depannya tidak merentang ke depan, tetapi menekuk ke belakang. Tentu saja karena Mo Salah tidak sedang menari balet, tetapi sedang diving untuk mencari penalti. Wasit terpukau dan senggolan ringan itu berbuah penalti untuk Liverpool.

Nah, sebagai orang yang masih memegang adat istiadat dan punya iman yang agak kuat, saya percaya setiap perbuatan pasti akan mendatangkan karma. Kebetulan, Mo Salah melakukan diving, cara curang untuk menang. Maka sudah pasti, karma buruk yang bakal mampir.

Kadang karma tidak datang secara instan, tapi bisa juga sebaliknya. Karma datang dalam bentuk Alisson yang tiba-tiba kehilangan ketenangannya. Dua kali Alisson salah mengumpan. Padahal, jika Alisson berpikir tenang, Liverpool bisa keluar dari tekanan City dengan menendang bola sejauh mungkin.

Sebagai konteks, Mo Salah sendiri sudah lama “dituduh” sebagai tukang diving. Untungnya, media di Inggris sayang kepada Salah dan Liverpool. Polemik soal diving ini selalu tertimbun oleh kontroversi baru.

Jika kamu punya waktu, silakan telusuri kata kunci “Mo Salah diving habit” di mesin pencarian. Sejak 2019, tuduhan itu sudah kencang disuarakan. Bahkan ada satu akun YouTube yang membuat video animasi berisi parodi Mo Salah si tukang diving.


Dulu, Andy gray, komentatorSky Sports, pernah berkomentar bahwa Mo Salah itu terlalu mudah jatuh di dalam kotak penalti. Richard Keys menambahkan bahwa pemain asal Mesir itu cenderung memanfaatkan semua kontak fisik di dalam kotak penalti untuk mencari kesempatan diving.

Iklan

Pada 2019, ketika Mo Salah diving dan Liverpool menang dengan skor 0-1, suporter Brighton meledek wasit habis-habisan. Mereka bernyanyi, “1-0 to the referee”. Saat itu, Salah bahkan diledek dengan kata “pathetic” atau ‘menyedihkan’ atas aksi teatrikalnya.

Ledekan itu muncul setelah di periode Boxing Day 2019, Liverpool mendapatkan empat penalti di empat pertandingan. Tiga penalti berasal dari aksi gemulai Mo Salah. Padahal sebelumnya, Liverpool hanya mendapatkan satu penalti dari 18 laga. Kalau tidak salah ingat, periode itu juga yang kelak memicu memunculkan isitilah Li-VAR-pool, untuk menggambarkan betapa Liverpool pernah sangat diuntungkan wasit dan VAR.

Dua tahun berselang dan kebiasaan diving itu tidak hilang juga. Jadi, bukan Alisson yang menjadi biang pembantaian Liverpool di Anfield, tetapi karma yang dibawa Mo Salah sejak dua tahun yang lalu. Ingat, bahkan maling juga berdoa sebelum beraksi, lalu berdoa lagi setelah aksinya sukses. Pathetic.

BACA JUGA Dari Rachel Vennya Kita Belajar Bahwa Liverpool Sudah Salah Beli Thiago, Seharusnya Beli Lord Jesse Lingard dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2021 oleh

Tags: alissonliga inggrisLiverpoolManchester Citymo salahsalah diving
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
FGD “Di Balik Ruang Redaksi: Medianomics, Kuasa Kepemilikan, dan Masa Depan Jurnalisme” inisiasi Telkom University Purwokerto. Membincangkan masa depan industri media jurnalisme di era AI dan kuasa kepemilikan MOJOK.CO

Diskusi Soal Industri Media dan Masa Depan Jurnalisme: Beranjak dari Keresahan Lama ke Menjawab Tantangan Baru

1 Juli 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.