Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Arsenal Bukan Musuh Wasit Liga Inggris, tapi Semua Klub adalah Calon Korban Mike Dean, Craig Pawson, Hingga Mike Riley

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Februari 2021
A A
Arsenal Bukan Musuh Wasit Liga Inggris, tapi Semua Klub adalah Calon Korban Mike Dean, Craig Pawson, Hingga Mike Riley MOJOK.CO

Arsenal Bukan Musuh Wasit Liga Inggris, tapi Semua Klub adalah Calon Korban Mike Dean, Craig Pawson, Hingga Mike Riley MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Arsenal bukan musuh satu-satunya Mike Dean hingga Mike Riley. Semua klub Liga Inggris adalah calon korban wasit tidak kompeten.

Saya tidak punya jawaban atas pertanyaan mengapa wasit-wasit Liga Inggris sangat membenci Arsenal. Namun, banyak yang berpendapat sentimen wasit-wasit goblog ini berawal dari serangan terbuka Arsene Wenger setelah Arsenal kalah dari Manchester United dan kehilangan status tak terkalahkan.

“Kami kehilangan status tak terkalahkan ketika melawan Manchester United di sebuah laga di mana wasit turut bertanggung jawab,” kata Wenger setelah Tragedi Old Trafford, ketika Mike Riley “membunuh” Arsenal dengan keputusan-keputusan yang menguntungkan United. Laga memalukan itulah yang menjadi sumber makian “Wasite EMYU!”

Arsene Wenger menutup kalimatnya dengan pernyataan legendaris, “Saya akan bertanya kepada Tuhan, di mana wasit malam itu, sebelum saya memilih surga atau neraka.” Konyolnya, fans United merayakan kemenangan kotor itu dengan suka cita. Menjijikkan.

Tentang Tragedi Old Trafford yang menjijikkan itu, Planet Football membuat sebuah artikel bertema analisis forensik kegoblokan Mike Riley yang bisa kamu baca di sini.

Dan tahukah kamu, saat ini, Mike Riley, wasit bejat itu, memegang jabatan yang sama sekali tak layak dia jabat. Riley menjabat General Manager of the Professional Game Match Officials Limited. Seorang wasit payah, tak profesional, tidak netral, justru mendapat jabatan tertinggi untuk pengadil lapangan hijau. Goblok banget.

Setelah segala kontroversi terkait Arsenal dan beberapa klub lainnya, akhirnya Liga Inggris menerapkan penggunaan VAR di setiap pertandingan. Namun, mesin bernama VAR itu tidak banyak membantu. Pada kenyataannya, VAR justru semakin menunjukkan betapa tidak kompetennya wasit Liga Inggris.

November 2019, Manchester City, Brighton, dan Aston Villa mengirim surat protes resmi kepada Mike Riley. Pep Guardiola, pelatih City, saking geramnya, enggak berkomentar perihal kecurangan yang timnya rasakan. “Kamu tanya saja ke Mike Riley dan para bos di atas sana. Jangan tanya saya, tanya mereka!”

Juli 2020, Richard Keys, presenter berpengaruh dari BBC, menyarankan Mike Riley untuk mundur dari jabatannya. Tuntutan Keys itu muncul setelah Manchester United dan Tottenham Hotspur menjadi korban kegoblokan wasit Liga Inggris.

Februari 2020, kontroversi tak kunjung reda. Berurutan, dari Arsenal menjadi korban Craig Pawson, lalu West Ham United menjadi korban Mike Dean. Di laga antara West Ham vs Fulham, Mike Dean mengkartu merah Tomas Soucek setelah “dianggap” menyikut kepala Mitrovic.

Mike Dean berlari ke monitor VAR dan mengamati rekaman video itu cukup lama. Dan akhirnya, kartu merah tidak berubah. Keputusan Mike Dean ini membuat publik meradang. Sikut Soucek tidak benar-benar menyentuh kepada Mitrovic.

Konyolnya, selepas laga, Soucek mengaku sudah berbicara dengan Mitrovic. Kedua pemain bersepakat itu hanya sebuah “battle” yang terhormat. Tidak layak mendapat kartu merah.

Saya setuju dengan pernyataan Jan Aage Fjortoft, jurnalis +ESPN. Jan bilang begini, “Masalah dengan wasit seperti Mike Dean adalah mereka tahu setiap aturan. Mereka bahkan hafal setiap paragrafnya. Namun, mereka tak punya pengetahuan soal pertandingan yang mana tidak bisa kamu pelajari lewat buku. Ketika kamu mencampur ketidaktahuan wasit dengan gairah pertandingan, kamu akan mendapatkan kekacauan dan tidak ada kredibilitas di sana.”

Jamie Redknapp, pundit Sky Sports, mengecam Mike Dean. “Mereka harus berhenti mempengaruhi pertandingan, karena mereka hanya merusak, mereka membunuh sebuah laga.

Iklan

Tahukah kamu, saat ini, Southampton sudah mengajukan “gugatan resmi” kepada otoritas liga. Mereka tidak mau lagi Mike Dean menjadi pengadil di laga-laga Southampton. Ini gambaran paling jelas terhadap kualitas rendahan wasit Liga Inggris. Bukan Arsenal saja yang jadi korbannya.

Kalimat Jamie Redknapp pasti mengena sekali di hati fans Arsenal. Ketika performa apik mereka dirusak satu keputusan kontroversial Craig Pawson di laga melawan Wolves. Wasit Liga Inggris, pada titik tertentu, bukan menjadi pengadil, tetapi perusak klub.

Kenapa saya tidak akan berhenti mempermasalahkan kedunguan wasit Liga Inggris? Karena musuh Mike Dean, Pawson, hingga Mike Riley bukan cuma Arsenal, tetapi semua klub di Liga Inggris. Ya, termasuk United dan Spurs yang biasanya lebih banyak diuntungkan wasit itu. Semuanya adalah calon korban wasit tidak kompeten.

Semua klub cuma menunggu giliran saja menjadi korban. Semuanya menunggu giliran menjadi kaum munafik dengan ikut marah kepada wasit setelah sebelumnya menertawakan nasib sial Arsenal. Ketika saat itu tiba, saya hanya akan tersenyum kecil sambil membatin: MAMAM!

BACA JUGA Arsenal dan 2 Kartu Merah: Craig Pawson Serta Semua Wasit Liga Inggris Mengantre Paling Depan Masuk Neraka Jahanam dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2021 oleh

Tags: Arsenalliga inggrisManchester Unitedmike deanmike rileywasit goblogwasit liga inggris
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.