Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
2 April 2026
A A
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Animal Friends Jogja tuntut hak ayam petelur. (Sumber: AFJ)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah dua tahun ini, Aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) menuntut Fore Coffee agar mengambil langkah nyata dalam memastikan kesejahteraan hewan di rantai pasoknya, mengingat tekanan publik yang semakin meluas.

***

Kamis (2/4/2026), AFJ menggelar aksi lagi di depan gerai Fore Coffee kawasan Seturan, Jogja sejak desakan mereka pada tahun 2024 yang lalu. Kali ini, aksi menampilkan papan reklame bertuliskan pesan “Fore, Jangan Diam: Go Cage-Free!” yang meminta Fore Coffee segera beralih dari sistem telur ayam kandang baterai ke telur bebas sangkar.

Menurut para aktivis hewan, ayam seharusnya dapat bergerak bebas di samping kepentingan manusia untuk mendapatkan telur. Toh, hal itu tidak menghambat ayam tersebut untuk menghasilkan telur berkualitas, karena ayam bisa hidup lebih alami dan tidak stres asal mendapat nutrisi yang baik.

Nyatanya, ayam yang menghasilkan telur bebas sangkar masih bisa menghasilkan kuning telur dengan kandungan omega-3, vitamin, dan antioksidan lebih tinggi. Namun selama ini, para aktivis maupun publik menilai Fore Coffee belum transparan mengenai sumber telur yang mereka gunakan pada menu makanan mereka.

Tekanan dari publik yang mendesak Fore Coffee

Lebih dari 13 ribu orang telah menandatangani petisi yang mendesak Fore Coffee untuk segera mengadopsi kebijakan bebas sangkar. Dalam sistem kandang baterai, ayam petelur hidup dengan ruang gerak tidak lebih dari selembar kertas A4—membatasi mereka untuk bergerak bebas dan mengekspresikan perilaku alaminya. 

Cage free for everyone. MOJOK.CO
Sejumlah aktivis hewan mengampanyekan #cagefreeForeveryone (Sumber: AFJ)

Kondisi ini berdampak pada stres berkepanjangan, peningkatan risiko penyakit, serta gangguan kesehatan seperti tulang rapuh dan cedera. Secara global, sekitar 8,32 miliar ayam petelur hidup dalam sistem produksi telur, dan sebagian besar masih berada dalam sistem intensif dengan keterbatasan ruang gerak. 

Di sisi lain, tren masyarakat global menunjukkan perubahan yang signifikan. Survei global di 14 negara menunjukkan mayoritas masyarakat lebih memilih telur dari sistem bebas sangkar dan menganggap penting kesejahteraan hewan dalam rantai pasok. 

Di Indonesia, 122 perusahaan telah berkomitmen menggunakan telur cage-free, menunjukkan bahwa praktik yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan semakin menjadi standar industri.

Kampanye sosial Fore Coffee dinilai jauh dari kenyataan

Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan AFJ,  Dwi Octavia berujar sejak Fore Coffee saat ini belum mengambil langkah nyata untuk menerapkan cage-free atau telur bebas sangkar, padahal mereka telah mengangkat narasi keberlanjutan tentang pelestarian lingkungan.

aksi topeng ayam. MOJOK.CO
Aktivis hewan mengenakan kostum ayam untuk mengampanyekan cage-free. (Sumber: AFJ)

Melalui laman resmi Fore Coffee, startup retail kopi lokal terkemuka itu menyerukan dua gerakan kampanye sosial dalam rangka mewujudkan Environmental, Social, and Corporate Governance atau ESG. Salah satunya, #FOREsponsible.

“Fore Coffee mengangkat narasi keberlanjutan melalui #FOREsponsible, tapi hingga kini belum menunjukkan komitmen cage-free,” kata Dwi dikutip dari keterangan resmi, Kamis (2/4/2026)

“Ini menunjukkan kesenjangan antara citra dan praktik. Konsumen berhak mendapatkan produk dari sistem yang lebih bertanggung jawab,” lanjutnya.

Publik diminta gaungkan tagar CagefreeFOREveryone

Oleh karena itu, AFJ menggelar aksi di depan salah satu gerai Fore Coffee kawasan Seturan, Jogja pada Kamis (2/4/2026). Selama aksi berlangsung, para aktivis AFJ mengenakan topeng ayam dan membawa poster tuntutan guna menggambarkan kondisi ayam petelur dalam sistem kandang baterai. 

Iklan

Para aktivis juga membagikan selebaran ke masyarakat Jogja guna mengedukasi mereka tentang praktik kandang baterai dalam industri telur yang tidak menerapkan prinsip kesejahteraan hewan.

AFJ menegaskan bahwa Fore Coffee tidak bisa terus menunda langkah. Semakin lama ditunda, kata Dwi, semakin besar risiko hilangnya kepercayaan publik. Oleh karena itu, AFJ berharap Fore bisa segera menyampaikan komitmen yang jelas.

Publik juga bisa mengampanyekan #CagefreeFOREveryone dan mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Nasib Monyet Ekor Panjang yang Terancam Punah tapi Tak Ada Payung Hukum yang Melindunginya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 April 2026 oleh

Tags: afjaksi Jogjaaktivis hewananimal friends jogjacage freeForefore coffeefore seturanJogjakesejahteraan hewantelur bebas sangkar
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO
Aktual

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co
Pojokan

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Tongkrongan gen Z di coffee shop

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.