Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Ketika Persib Bandung Rindu Michael Essien dan 3 Alternatif Pengganti

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
2 April 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] – Ketika Persib Bandung membutuhkan gelandang yang mampu mengontrol tempo seperti Michael Essien musim lalu.

Liga 1 musim 2018/2019 belum berjalan manis bagi Persib Bandung. Dua kali bermain, Usap Perning belum pernah menang. Hasil minor didapat, satu kali bermain imbang, dan yang paling anyar, Persib kalah dari Sriwijaya FC. Meski sempat unggul terlebih dahulu, Persib justru menyerah dengan skor 1-3.

Kritik untuk manajemen mengalir deras. Ada dua poin besar yang menjadi keprihatinan Bobotoh. Pertama, lini pertahanan yang diisi pemain-pemain uzur yang mulai tidak kompetitif dan kerinduan akan sosok Michael Essien.

Untuk lini pertahanan Persib, memang diisi nama-nama besar seperti Toni Sucipto, Supardi Nasir, dan Victor Igbonefo, rekrutan baru musim ini. Namun, ketiganya tak lagi berada dalam usia emas, tak lagi punya kewaspadaan yang dibutuhkan ketika stamina mulai anjlok dan lawan menaikkan intensitas serangan.

Toni Sucipto, bek serba bisa itu, sudah berusia 32 tahun. Toni adalah bek dengan pengalaman cukup banyak untuk bermain di banyak posisi. Keberadaannya sangat penting untuk menutup banyak posisi lantaran kedalaman skuat Persib yang tidak terlalu baik.

Supardi Nasir, bek kanan modern ala Indonesia, sudah menginjak usia 34 tahun. Bagi bek sayap, usia senja, yang biasanya dibarengi dengan penurunan akselerasi dan stamina, berpotensi menjadi masalah. Banyak bek sayap yang mengubah cara bermain ketika menginjak usia senja. Misalnya dengan lebih banyak bergerak ke tengah layaknya gelandang bertahan. Meski memang, perubahan tersebut juga bergantung kepada kebijakan pelatih.

Bagaimana dengan Victor Igbonefo? Pemain naturalisasi berdarah Nigeria tersebut sudah berusia 32 tahun. Pengalaman membuatnya sangat terlatih menghadapi beragam situasi.

Namun, kondisi fisik, untuk intensitas tinggi Liga Indonesia, menjadi musuh besar Igbonefo. Apalagi, Igbonefo baru saja pulih dari cedera. Kondisinya tidak akan selalu 100 persen untuk Persib.

Dua gol Sriwijaya dalam rentang dua menit menjadi bukti. Penurunan kondisi fisik, biasanya dibarengi dengan level konsentrasi. Yang berbahaya, berujung kepada menurunnya keamanan gawang.

Selain ketiga pemain di atas, manajemen mendatangkan “pemain senja” lagi untuk lini belakang dalam diri Bojan Malisic. Pemain asal Serbia tersebut sudah berusia 33 tahun. Selain usia, masalah lain dari Bojan adalah statusnya sebagai pemain baru, di mana pastinya tidak mudah beradaptasi dengan iklim sepak bola Indonesia.

Selain masalah usia senja pemain belakang, Persib juga merindukan sosok gelandang yang bisa “menenangkan” tim di tengah pertandingan yang ketat. Musim lalu, Michael Essien sedikit banyak bisa melakukan tugas tersebut dengan baik. Kedewasaan dan kematangannya mendistribusikan bola sangat dibutuhkan Persib.

Musim ini, manajemen membuat kejutan ketika tidak memasukkan nama Essien ke dalam skuat baru. Apakah Persib tak lagi mampu merekrut pemain premium dalam diri Essien? Sebuah pertanyaan yang tentunya cukup janggal karena Persib “disokong” mesin manajemen yang kita semua tahu kekuatannya.

Nama-nama gelandang yang saat ini dimiliki Persib seperti Atep, Hariono, Eka Ramdani, Oh In-Kyun, hingga Kim Jefry Kurniawan bukan tipe controller yang bisa mengatur cara bermain tim. Kelima pemain tersebut justru bisa maksimal ketika ada satu controller yang mampu menggerakkan mereka.

Solusi apa yang cocok untuk Persib? Mengubah cara bermain dan peran pemain tentu bukan pekerjaan mudah pun cepat. Apalagi, jika melihat komposisi gelandang di atas. Salah satu solusi instan tentu dengan membeli pemain. Kebetukan, jendela transfer Liga 1 masih tersisa dua hari. Akankah jadwal sepak mula yang molor akan menjadi berkah untuk Persib?

Iklan

Jika memang harus membeli pemain, inilah 3 pemain alternatif bagi Persib:

Persib merekrut Essien lagi

Proses transfer, terutama membeli pemain, memerlukan waktu yang tidak sebentar. Mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki Persib, langkah yang paling masuk akal adalah merekrut kembali Essien.

Yang dibutuhkan Persib hanyalah kebesaran hati untuk kembali mendekati Essien, pemain yang sudah terlanjut mereka coret sebelum liga dimulai. Tak perlau penjelasan panjang lebar soal kelebihan bergabungnnya Essien kembali.

Yang paling menguntungkan adalah Persib mampu memotong waktu adaptasi pemain dan bisa segera memproduksi hasil instan.

Mendekati Mark Klok

Sumber kekuatan PSM Makasaar adalah lini tengah, dengan Mark Klok sebagai salah satu kuncinya.

Klok mampu bermain di dua posisi sama baiknya, yaitu gelandang bertahan dan gelandang serang. Kemampuannya pun sangat komplit untuk berlaga di Liga Indonesia. Sebagai gelandang bertahan, Klok punya kemampuan duel satu lawan satu, pandai membaca perkembangan sebuah laga, dan jeli menutup ruang di wilayah pertahanan.

Yang menarik, Klok mampu menginisiasi serangan dari kedalaman. Anda bisa menyebutnya sebagai deep playmaker. Tingkat kreativitasnya bisa diandalkan, punya teknik satu sentuhan yang baik, teknik umpan yang prima, dan kepercayaan diri untuk menjadi kontrol lini tengah. Betul-betul pemain yang dibutuhkan Persib.

Kendala Persib apabila ingin memboyong Klok adalah soal harga dan sikap PSM. Melihat kualitas, harga Klok jelas akan tinggi. Sementara itu, melepas pemain ketika musim sudah berjalan akan sangat merugikan PSM. Apalagi, saat ini PSM tengah duduk di peringkat pertama. Mengurangi kekuatan tim dengan melepas Klok sungguh sulit terjadi.

Pemain underrated: Fadil Sausu

Fadil Sausu adalah pemain yang jarang disebut ketika Bali United mampu tampil luar biasa di paruh kedua musim lali. Padahal, kapten Bali United ini merupakan kunci mengapa Bali United dengan Stevano Comvalius di depan bisa sangat berbahaya. Fadil punya kemampuan umpan vertikal yang sangat baik, dengan akurasi yang bisa diandalkan.

Fadil banyak beroerasi di depan bek Bali United. Tak hanya sebagai gelandang bertahan yang cakap merebut bola tanpa melakukan sliding, Fadil mengontrol tempo Bali United dengan baik lewat akurasi umpan. Ketika butuh penguasaan bola, Fadil membagi bola ke sisi lapangan. Ketika butuh serangan balik cepat, umpan tegak dari kedalaman dapat diandalkan.

Memboyong Fadil artinya tidak perlu menghabiskan jatah pemain asing, yang memang sudah penuh terisi. Berbeda dengan Essien dan Klok yang berstatus pemain asing, memboyong Fadil seharusnya lebih mudah. Dan satu hal lagi, Fadil punya materi untuk menjadi kapten. Sosok yang bakal “menenangkan” Persib ketika kecamuk pertandingan mengancam.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2018 oleh

Tags: Balibali unitedBandungfadil sausujawa baratLiga 1 IndonesiaMakassarmark klokMichael EssienpalembangPersibPersib BandungPSM Makassarsriwijaya fc
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co
Pojokan

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Pantai Drini, Gunungkidul kehilangan keasrian dan identitas. Korban wisata Jogja yang dimirip-miripkan dengan Bali MOJOK.CO
Catatan

Pantai Drini Gunungkidul Kehilangan Identitas dan Keasrian Alami, Korban Wisata Jogja yang Dimirip-miripkan Bali

5 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.