Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Undang-Undang Tanjung Tanah dan Jejak Keadilan di Sumatera Kuno pada Abad Peralihan

Redaksi oleh Redaksi
14 Desember 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Yang abadi adalah perubahan. Kalimat ini menjadi kunci untuk membaca salah satu naskah hukum tertua di Nusantara: Undang-Undang Tanjung Tanah.

Episode Jasmerah kali ini, Rendra mengajak kita melihat masa peralihan besar pulau Sumatra—ketika tradisi siwaistik dan buddhistik mulai bergeser dan islam perlahan masuk ke alam Melayu.

Cerita bermula pada tahun 2002, dimana pada saat itu manuskrip ini pertama kali diperhatikan serius oleh filolog Jerman, Dr. Ulrich Kozok, di wilayah Kerinci.

Naskah yang disimpan sebagai pusaka adat itu tampak sederhana, berbahan dasar deluang namun menyimpan arti besar.

Penelitian karbon pada 2003 menunjukkan usia naskah ini lebih dari 600 tahun, yang menjadikannya memiliki julukan kitab undang-undang melayu tertua yang pernah ditemukan.

Sebelumnya, pada 1941, sarjana Leiden Petrus Voorhoeve sudah mencatat keberadaan naskah serupa di Tanjung Tanah. Ia menyebut teks itu beraksara rencong dan Jawa Kuno, serta mengaitkannya dengan Dharmasraya—wilayah penting dalam sejarah Sumatera.

Dari sinilah kita bisa membaca bahwa Undang-Undang Tanjung Tanah bukan lahir di masa yang tenang, melainkan di tengah perubahan besar.

Menariknya, hukum dalam naskah ini sangat membumi. Ia mengatur berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari, seperti pencurian hingga lenggak dengan sanksi yang diberikan.

Namun hukum tidak hanya mengikat rakyat. Para pejabat dilarang bertindak sewenang-wenang karena hubungan penguasa dan warga diatur timbal balik, bukan hanya sepihak.

Dari undang-undang tanjung tanah, kita dapat melihat dan belajar bahwa gagasan keadilan telah hidup jauh sebelum negara modern lahir. Seperti di ingatkan di awal, perubahan memang abadi. Tetapi perubahan yang baik—sejak enam abad lau hingga hari ini—adalah perubahan yang menjaga rasa adil pada tubuh, masyarakat

Tags: hukum melayujasmerahnaskah hukum melayuundang-undang tanjung tanah

Terpopuler Sepekan

Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

24 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.