Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Sebab-Sebab Mohammad Hatta Mundur dari Kursi Wapres, Bukan Karena Kalah

Redaksi oleh Redaksi
28 Juni 2025
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam sejarah kepresidenan Indonesia, posisi wakil presiden nyaris tak pernah jadi sorotan utama. Ia seperti “ban serep”—keberadaannya penting, tapi baru terasa jika ban utama bocor. Selama presiden bekerja mulus, nama wapres jarang muncul ke permukaan. Namun sejarah mencatat satu pengecualian penting, ketika Mohammad Hatta—wakil presiden pertama RI—memilih mundur secara sukarela.

Keputusan Mohammad Hatta untuk mundur pada 1 Desember 1956 bukan semata karena nazar pribadi, melainkan juga karena perbedaan mendasar dengan Presiden Soekarno. Mulai dari pandangannya tentang demokrasi dengan banyak partai, ekonomi kerakyatan melalui koperasi, hingga kritik tajam pada sistem pemerintahan yang terlalu Jakarta sentris—semuanya mencerminkan jurang visi antara dua proklamator bangsa.

Mohammad Hatta meyakini bahwa partai politik adalah alat pendidikan rakyat. Sebaliknya, Soekarno justru ingin menyederhanakan, bahkan menghapusnya demi mewujudkan Demokrasi Terpimpin. Di bidang ekonomi, Hatta gigih mendorong koperasi sebagai jalan rakyat, namun dianggap terlalu idealis oleh kabinet saat itu. Merasa semakin terpinggirkan dari pengambilan keputusan negara, Hatta memilih mundur secara terhormat dan menjauh dari dunia politik.

Hari ini, kita kembali mendengar isu tentang wapres yang diminta mundur. Tapi bandingkanlah dengan kualitas persoalan pada era Hatta: benturan gagasan, perdebatan ideologi, dan pergulatan visi kebangsaan. Mohammad Hatta mundur bukan karena tekanan politik, tapi karena keyakinan. Bukan karena kalah, tapi karena menang secara moral. Ia tahu kapan harus pergi, dan ia tahu untuk apa ia pernah datang.

Simak kisah lengkapnya di episode Jasmerah. Karena belajar sejarah bukan soal mengingat masa lalu, tapi meneruskan pemahaman akan arah bangsa ke depan.

Tags: jasmerahMohammad Hattasejarahwapres
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan
Video

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Natal dan Harapan yang Tak Datang dari Keheningan
Video

Natal dan Harapan yang Tak Datang dari Keheningan

25 Desember 2025
Undang-Undang Tanjung Tanah dan Jejak Keadilan di Sumatera Kuno pada Abad Peralihan
Video

Undang-Undang Tanjung Tanah dan Jejak Keadilan di Sumatera Kuno pada Abad Peralihan

14 Desember 2025
Sirno Ilang Rasaning Rat: Ketika Sengkalan 00 Menjadi Nyata
Video

Sirno Ilang Rasaning Rat: Ketika Sengkalan 00 Menjadi Nyata

6 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar.MOJOK.CO

Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

30 Januari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.