Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Cerita Sukses Membangun Bisnis Anggrek Rumahan di Jogja, Bermodal Pengalaman Saat Kuliah

Redaksi oleh Redaksi
15 Agustus 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang warga Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Ricky sukses membangun bisnis tanaman anggrek dengan omset mencapai puluhan juta rupiah.

Hobi Ricky terhadap anggrek dimulai sejak semester empat masa perkuliahan, saat ia menjalani kerja lapangan. Dari pengalaman itu, ia mulai tertarik menggali lebih dalam dunia anggrek. Menurutnya, tanaman ini memiliki potensi dan peluang ekonomi yang besar.

Proses Panjang yang Membentuk Nilai

Ricky menyebut budidaya tanaman anggrek hias sebenarnya tidak terlalu sulit, namun membutuhkan kesabaran karena prosesnya cukup panjang, bisa memakan waktu empat sampai lima tahun hingga siap jual.

“Karena prosesnya lama, harga anggrek jadi mahal. Mulai dari proses menyilang hingga tumbuh memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Setelah itu, proses dari biji dalam botol sampai bisa dibongkar membutuhkan waktu sembilan hingga dua belas bulan. Dari botol ke bibit memerlukan waktu enam hingga delapan bulan, bibit ke remaja sekitar tiga hingga enam bulan, dan menuju dewasa butuh lagi enam hingga delapan bulan. Jadi, total waktu yang dibutuhkan bisa mencapai empat sampai lima tahun,” jelas Rikcy kepada Mojok.

Pemilihan bisnis tanaman hias ini, kata Rikcy, juga didorong oleh potensi pasar yang besar dan minimnya pesaing pada saat ia memulai.

Tips Merawat Anggrek

Tak hanya bercerita, Rikcy juga membagikan tips merawat anggrek, khususnya saat tanaman berada di masa rawan.

“Kalau batangnya masih hijau dan kemungkinan masih hidup, potong bagian batang tersebut lalu angin-anginkan tanpa media. Kalau mau pakai media, bisa gunakan kayu. Untuk perawatan anggrek sendiri tidak semua anggrek suka air, jadi pastikan jangan menyiram berlebihan, apalagi kalau medianya menyimpan banyak air seperti moss putih,” ungkapnya Rikcy.

Selain membongkar kesalahan umum yang sering membuat anggrek mati, episode Kalcersok terbaru juga menampilkan koleksi anggrek eksklusif milik Rikcy. Salah satunya adalah jenis yang pernah ditawar setara harga sebuah Honda Jazz. Anda akan belajar metode aplikatif yang bisa langsung dipraktikkan di rumah. Mulai dari media tanam, penyiraman, hingga penanganan.

 

Tags: anggrekBantulkalcersokpenyilangan tanamantanaman hiasaYogyakarta

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa.MOJOK.CO

Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa

13 April 2026
Ilustrasi pamer pencapaian, keluarga, arisan keluarga, lebaran.MOJOK.CO

Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi

14 April 2026
#NgobroldiMeta jadi upaya AMSI dan Meta dukung pelaku media memproduksi jurnalisme berkualitas di era AI MOJOK.CO

#NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

10 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

9 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.