Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Tuhan, Jika Dosaku Terlalu Banyak, Transfer Aja ke Teman Kuliah, Soalnya Dia yang Ajarin Aku Sesat

Redaksi oleh Redaksi
3 Maret 2024
A A
Tuhan, Jika Dosaku Terlalu Banyak, Transfer Aja ke Teman Kuliah, Soalnya Dia yang Ajarin Aku Sesat MOJOK.CO

Ilustrasi Tuhan, Jika Dosaku Terlalu Banyak, Transfer Aja ke Teman Kuliah, Soalnya Dia yang Ajarin Aku Sesat. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Teman kuliah sengaja menjebak saya dalam dosa

Selain pengaruh setan, teman juga punya andil besar dalam  terjerembabnya saya dalam lubang dosa atau tidak. Rayuan maut teman lebih mematikan daripada senyuman Agnes Monica. 

Kalau seorang teman telepon tengah malam, lalu dia mengajak untuk datang ke kosnya untuk sekadar minum kopi, jangan percaya guys. Itu ilusi dan jebakan semata. Bukan segalas kopi yang disuguhkan melainkan satu dan dua botol minuman penyegar batin. Alias Amer atau Moke. 

Awalnya saya kaget. Lama-kelamaan ketagihan juga anjirr. Itulah letak kekuatan iming-iming teman yang menjebak saya dalam dosa. Akhirnya kami “oleng” bersama. Besoknya tidak pergi kuliah. Dosanya jadi berkelanjutan. Dasar teman kurang ajar.

Itu salah satu contoh jebakan yang saya pernah alami. Mungkin teman-teman mengalami yang lebih ekstrim dari saya. Mari terbahak-bahak bersama dalam dunia pertemanan yang fana ini. Memiliki teman yang gila kadang-kadang membuat cerita dan hari-hari kita lebih gila daripada biasanya. 

Dulunya saya anak yang polos. Sampai akhirnya teman saya muncul..

Dulu waktu awal datang kuliah di Jogja, saya hanya menjadi remaja yang tumbuh mengimbangi ritme kota Jogja. Kalem. Polos. Lugu di mata orang lain. Kadang romantis. Kadang pesimis. Kenakalan yang saya lakukan masih bisa dihitung menggunakan jari tangan. Sekarang ceritanya berbeda. Saya lagi berusaha mengembalikan jati diri yang semula. Semakin saya berusaha, semakin saya sadar bahwa hidup menjadi kaku. Patung. Membeku dan monoton. 

Jadi, tolonglah teman-teman kuliah yang suka merasuki saya dengan hal-hal menyesatkan, kembalikan saya menjadi manusia polos seperti dulu lagi. Saat ini saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa selain diri saya sendiri. Teman-teman adalah kuncinya. Mari mencari pintu menuju jalan yang benar.

Minggu lalu, saya meminta Gandur untuk mengantar saya ke Gereja Baciro untuk berdoa. Di tengah jalan dia belok arah menuju kos teman yang malam sebelumnya menang taruhan bola. “Minggu depan aja kalau mau berdoa ya,” kata Gandur tanpa beban. 

Apek Afres Sagan, Yogyakarta [email protected]

BACA JUGA Catatan Hati untuk Teman yang Suka Ngaret  dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2024 oleh

Tags: kuliahMahasiswatemanteman kuliahuneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Sekolahan

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO
Esai

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer MOJOK.CO

Ruang Publik dan Hak untuk Tidak Dijadikan Konten Influencer

3 Agustus 2026
burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.