Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Jurusan Sastra Indonesia tapi Ada Mata Kuliah Belajar Bisnis: Wajarkah?

Redaksi oleh Redaksi
27 September 2023
A A
Jurusan Sastra Indonesia tapi Ada Mata Kuliah Belajar Bisnis: Wajarkah? MOJOK.Co

Ilustrasi Jurusan Sastra Indonesia tapi Ada Mata Kuliah Belajar Bisnis: Wajarkah?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Aku sebenarnya nggak pengen nulis hal seperti ini, tapi hampir setiap hari menghantui pikiran. Jadi aku memutuskan untuk menulisnya biar uneg-uneg dalam otak aku bisa keluar. Aku kuliah Jurusan Sastra Indonesia, tapi ada mata kuliah belajar bisnis. Wajarkah?

Gini, sekarang aku seorang mahasiswa aktif di PTN yang cukup ternama di daerah aku. Aku heran saat kampus menerapkan kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Banyak mata kuliah yang nggak sesuai dengan jurusan aku (Sastra Indonesia). 

Padahal saat aku keterima masuk di PTN impian, aku sangat bahagia akhirnya cita-cita menjadi mahasiswa Sastra Indonesia tercapai. 

Awal masuk kelas, hampir semua mata kuliah masih ada hubungannya dengan jurusan terkecuali PKN dan Agama. Tapi semakin kemari, banyak mata kuliah baru yang nggak sesuai dengan jurusan aku, seperti mata kuliah Belajar Menjadi Saudagar, Pemandu Wisata,  dan Mengenali Pariwisata. 

Aku heran kenapa ada mata kuliah seperti di atas  di jurusan aku, Sastra Indonesia. Masa Jurusan Sastra Indonesia belajar menjadi pengusaha, pemandu wisata, padahal nggak ada hubungan dengan jurusan aku. Semakin ke sini mata kuliahnya semakin nggak ada korelasi sama jurusan.

Tujuan untuk memberikan keterampilan, tapi aku nggak dapat ilmu sepenuhnya dari Jurusan Sastra Indonesia

Ada sebagian orang bilang kalau tujuannya untuk menyiapkan keterampilan lain di luar ilmu yang seharusnya menjadi prioritas utama yaitu Ilmu Sastra. 

Ya, alasan seperti itu sedikit setuju, tapi aku kecewa karena ilmu yang aku dapat nggak sesuai dengan harapan. Masa ilmu yang seharusnya menjadi prioritas utama, harus dibagi lagi dengan mata kuliah baru yang sama sekali nggak ada hubungannya. 

Akibatnya membuat aku kesulitan memahami lebih dalam tentang karya sastra. Aku nggak menolak seperti ilmu ekonomi dipelajari, tapi masalahnya, masa baru beberapa persen ilmu yang didapat, sudah harus pindah di mata kuliah yang nggak ada korelasinya dengan jurusan aku. Aku sedikit kecewa, karena cita-cita menjadi seorang penulis menjadi tanda tanya, walau aku sadar masuk Jurusan Sastra Indonesia nggak menjamin jadi penulis, tapi paling nggak bisa tahu cara menulis yang lebih baik dan menarik.

Apdoni Tukang Kota Ternate Provinsi Maluku Utara [email protected]

BACA JUGA Aku Anak Bungsu yang Masih Saja di Rumah dengan Gelar Sarjana, Padahal Ingin Merantau dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2023 oleh

Tags: belajar bisnisJurusan Sastra Indonesiauneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO
Sekolahan

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Jurusan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membaca puisi. MOJOK.CO
Ragam

Upaya Mahasiswa UNY Mengatasi Luka Batin dan Amarah pada Hidup Lewat Puisi

18 Desember 2024
Memilih Pindah Jurusan dari Sastra ke Pendidikan Gara-Gara Dicap Madesu, Mahasiswa UNY Ngenes Karena Nasib Guru Ternyata Lebih Suram.MOJOK.CO
Kampus

Mahasiswa Sastra Pindah ke Jurusan Kependidikan di UNY Gara-Gara Dicap Madesu, Menyesal Karena Tahu Nasib Guru Lebih Ngenes!

25 Mei 2024
kuliah jurusan sastra indonesia ugm.MOJOK.CO
Kampus

Orang Tua Bingung Anaknya Mau Kuliah Jurusan Sastra Indonesia UGM, Dukung Meski Tak Tahu Apa yang Dipelajari dan Prospek Kerjanya

22 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.