Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Buruk Naik Transjakarta Koridor 2 Monas, Driver Nggak Tahu Jalan dan Penumpang Bus Menjadi Tahanan

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
12 Juli 2025
A A
Transjakarta Bikin Trauma, Sopir Buta Arah dan Jadi Tahanan (Unsplash)

Transjakarta Bikin Trauma, Sopir Buta Arah dan Jadi Tahanan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Transjakarta adalah salah satu moda favorit saya kalau ke kantor atau ya kemana saja di Jakarta ini. Tarifnya murah dengan banyak pilihan rute. 

Saya juga nggak perlu takut nyasar karena para driver, atau pramudi, sudah khatam jalur mereka. Apalagi Transjakarta memiliki jalur sendiri di banyak titik. Jadi aman, nggak perlu lewat jalan sempit nan padat. 

Selain itu, di setiap halte terdapat pramusapa yang siap memberikan info akurat tentang armada dan jurusannya. Akan tetapi, kenyamanan yang diberikan transum ini sempat ambyar karena satu kejadian cukup menyebalkan. 

Sopir aneh di Transjakarta

Bayangkan kamu naik bus, yang udah jadi langganan kamu, tapi nyasar karena kelalaian sopir. Kan mangkel pastinya. 

Belum lagi waktu presensi kantor sudah mepet. Ya itulah yang pernah saya alami beberapa waktu lalu. Memang hari itu sedang sial-sialnya. Saya dapat sopir Transjakarta yang nggak paham rute dengan drama nyasar kemana-mana.

Rute Transjakarta yang selalu saya gunakan ke kantor adalah koridor 2 jurusan sekitar Monas. Selama bertahun-tahun, saya belum mendapat sopir Transjakarta yang kurang menguasai rute. Dan saat itu sang driver membawa kami ke jalan yang salah. Celakanya, dia nggak mau nanya kalau memang nggak tahu.

Lagian aneh juga. Kenapa malah penumpang yang menjadi penunjuk jalan? Apakah bapak ini penyusup dan pura-pura jadi sopir? Saya sempat berpikir konyol saking bingungnya.

Muterin Monas sampai 2 kali, penumpang ngomel

Saat menuju halte Monas, gerak-gerik mencurigakan mulai terlihat. Eh, bapak sopir Transjakarta salah belok. 

Baca Juga:

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

Saya masih positif thinking, dong. Mungkin dia mau menghindari macet. 

Setelah menurunkan beberapa penumpang di Monas, bus biru ini pun melaju dengan pedenya. “Loh kok lurus? Oh, mungkin ada penutupan jalan sekitar Monas karena mau ada acara,” ucap seorang wanita paruh baya di dekat saya. 

Di titik ini, seharusnya bus Transjakarta memang belok kiri, ke arah halte Balai Kota DKI. Tapi entah kenapa malah melenceng. Orang-orang di dalam bus pun mulai ngomel karena sudah mepet waktu bekerja.

“Ini arahnya kemana, Mbak? Tadi harusnya belok kiri ya?” Si sopir bertanya dengan nada bingung. 

Lha, ini sopir asli atau gadungan sih? Masa nggak tahu jalan! 

Akhirnya kami yang sudah kesal ini mengarahkan ke jalan yang benar. Entah apa yang ada di dalam pikiran sopir Transjakarta ini. Sudah ditunjukkan jalan, masih salah juga. Diminta menepi saja di halte terdekat, malah bablas. Saya pun ikut emosi karena takut telat plus takut bus ini ternyata dibajak.

Kami mengusulkan agar diturunkan di Halte Juanda atau Gambir, tapi si sopir Transjakarta malah melengos. Semua penumpang panik, bahkan ada yang teriak minta dibukakan pintu. 

Sang supir tak peduli, tetap gas pol. Akhirnya, bus jurusan Pulogadung-Monas ini kembali lagi ke halte Monas dengan penuh drama kayak di film-film kriminal. 

Petugas di sana sempat bingung kenapa kembali lagi. “Saya nggak tahu jalan, soalnya biasanya bukan rute ini. Makanya salah belok tadi.” Si supir menjelaskan dengan santainya. Dan, terjadilah perdebatan antara sopir dengan pihak halte. Kami semua turun dengan lega, kayak habis disandera.

Sebaiknya Transjakarta ngasih arahan ke sopir baru atau yang baru pindah jalur

Pengalaman buruk tersebut membuat saya jadi penasaran sistem kerja di Transjakarta. Jika memang sopirnya baru, seharusnya sudah ada pelatihan terlebih dahulu mengenai rute. Atau, paling nggak, ada GPS khusus agar tidak nyasar (saya kurang paham apakah fasilitas ini ada di dalam bus). 

Jangan dilepas begitu saja dong tanpa pemahaman area. Kalau sudah begini, penumpang yang menderita.

Anggap saja sang sopir bukan pegawai baru, tapi pindah rute. Mungkin biasanya melayani trayek Jakarta Utara dan tiba-tiba pindah ke area Pusat. 

Sebenarnya, dia juga bisa loh minta bantuan penumpang untuk menunjukkan jalan. Nggak usah malu apalagi sok tahu. Terlepas dari itu semua, pihak manajemen Transjakarta bisa berbenah terkait SDM-nya supaya tidak ada lagi kejadian serupa. Terdengar sepele tapi ini sangat menyusahkan pengguna.

Trauma naik Transjakarta koridor 2

Setelah kejadian aneh ini, saya jadi sedikit trauma naik Transjakarta, terutama koridor 2 jurusan Monas. Ini agak berlebihan tapi saya cuma takut ketemu sopir yang sama. 

Pasalnya, saya inget banget saat kami teriak minta bukain pintu, bapak sopir itu nggak peduli. Bahkan saat ditegur oleh petugas di halte dan diminta menurunkan penumpang, dia tetap mengurung kami yang udah nggak karuan.

Sebelum masuk ke dalam bus, saya pastikan dulu sopirnya siapa karena saya lumayan ingat wajah dan namanya. Masih muda juga. Bahkan saya naik ojol terus beberapa hari setelah kejadian itu. 

Kekesalan ini saya lampiaskan dengan mengirimkan kritik kepada pihak Transjakarta melalui akun medsos. Semoga ke depannya nggak ada lagi pengemudi Transjakarta yang buta arah dan tujuan.

Kalau diingat-ingat, menegangkan juga ya berada di dalam bus yang penuh sesak dan nggak bisa keluar. Rasanya campur aduk. Saya kayak lagi berada dalam adegan film action, menjadi “tahanan” sopir busway. Saya harap ini yang pertama dan terakhir, deh. Seram!

Penulis: Rachelia Methasary

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Naik Transjakarta Tidak Selamanya Menyenangkan, Drivernya Kadang Ugal-ugalan dan Galak, Plus Estimasi Tibanya Kacau!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2025 oleh

Tags: jakarta pusatmonasrute Transjakartasopir TransjakartatransjakartaTransjakarta koridor 2
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Jakarta Timur, Tempat Terbaik untuk Tinggal di Jakarta (Foto milik penulis) rawamangun

Jakarta Timur adalah Tempat Terbaik untuk Bermukim di Jakarta: Meski Nggak Elite, tapi Komplet

13 Maret 2025
5 Penumpang yang Sebaiknya Nggak Naik Bus TransJakarta Terminal Mojok tap out

Tap Out, Kebijakan Baru Transjakarta yang Menjengkelkan

20 Oktober 2022
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Halte Transjakarta Berubah Nama Bikin Penumpang Bingung: Sosialisasinya Jangan Dadakan!

Halte Transjakarta Berubah Nama Bikin Penumpang Bingung: Sosialisasinya Jangan Dadakan!

15 Januari 2024
Kalau Kamu Tinggal di Karawaci Tangerang dan Kerja di Jakar, ta PusatKamu Harus Segera Ngekos Jika Ingin Sehat Jiwa Raga

Kalau Kamu Tinggal di Karawaci Tangerang dan Kerja di Jakarta Pusat, Kamu Harus Segera Ngekos Jika Ingin Sehat Jiwa Raga

6 Februari 2025
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

26 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”
  • 10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal
  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.