Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
1 Agustus 2026
A A
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bisa mengurangi medsos dan menghapus pesan, hal kecil yang berdampak besar bagi saya. 

Kemarin saya dibuat tersenyum dengan caption yang ada di postingan Instagram mojokafteroffice. Dalam postingan tersebut Mojok menulis “Kemenangan sejati itu bukan soal apa yang kamu bawa pulang, tapi soal apa yang orang lain nggak bisa lupain darimu.”

Ya elah, cakep banget nih kalimat. Mojok nih pancen jos. 

Memang, biasanya kalau kita bicara soal kemenangan, fokusnya seringkali pada sesuatu yang besar, yang bisa dipamerkan. Padahal, kemenangan bisa pula lahir dari sesuatu yang sederhana, lewat hal-hal kecil yang kita lakukan.

Dan itulah yang sedang saya alami beberapa waktu terakhir ini. Saya merasakan nikmatnya seporsi kemenangan hidup, lewat hal-hal kecil yang saya lakukan.

Mengurangi aktivitas medsos

Langkah kecil itu dimulai ketika saya mengambil sebuah keputusan yang tampak sepele dan sentimentil yakni mengurangi medsos, terutama  melihat story WA dan Instagram. 

Awalnya, saya cukup sering main di dua medsos itu. Lewat dua medsos itulah saya merasa terkoneksi dengan mereka. 

Akan tetapi, suatu ketika saya merasa perlu untuk membatasi melihat status kawan-kawan. Gara-garanya, saya merasa status-status yang saya lihat itu seperti menyedot energi, meninggalkan ruang hampa sekaligus berat yang membuat saya terkunci untuk sekadar beranjak atau melakukan sesuatu.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

4 Hal yang Sebaiknya Instagram Lakukan daripada Hapus Fitur Archive

Dan, kalian tahu? Begitu saya mengurangi medsos, napas jadi terasa lebih lega. Saat ada kawan yang mulai melempar pancingan obrolan dengan kalimat, “Eh, kamu lihat statusnya si A nggak?” Saya bisa dengan santai menjawab bahwa saya tidak melihatnya.

Ajaib, baru menjawab begitu saja, rasanya sudah seperti mengangkat trofi kemenangan. Hidup orang lain yang ditampilkan di layar sama sekali bukan kewajiban untuk saya tonton. Jujur, saya merasa keren saat itu.

Menghapus pesan tak penting

Selain mengurangi medsos, hal kecil lain yang membuat saya merasa memenangkan dunia adalah menghapus pesan-pesan yang dirasa kurang sreg di hati.

Dalam berinteraksi dengan orang lain, sesekali saya mendapat pesan yang kurang menyenangkan. Beberapa waktu lalu, misalnya. Seorang murid yang aktif di organisasi yang saya pimpin, menyampaikan keluhan lewat pesan. Mungkin karena jiwanya masih meluap-luap, ada kalimat-kalimat dalam pesannya yang terasa kurang pantas. Setelah ditegur, hal selanjutnya yang saya lakukan adalah menghapus pesan tersebut.

Hal serupa juga pernah saya lakukan pada pesan yang dikirim oleh salah seorang kerabat. Gara-garanya, dia menagih uang bulanan yang biasa saya kirim padanya. Seolah, saya yang punya hutang. Padahal, uang rutin tiap bulan itu saya berikan sebagai bantuan karena saya tahu dia hidup dalam kekurangan. Lha kok malah dijadikan sebagai suatu kewajiban?

Masih mending kalau pesannya disampaikan dengan sopan. Lha ini? Pesannya singkat, padat, nyebelin, “jatahku mana?”

Langsung saya delete.

Seporsi kemenangan batin

Saat itu saya tahu, menghapus pesan dari si kerabat bukan berarti saya marah padanya. Malah, saat itu juga saya langsung transfer kepadanya. Bahkan, saya mengingatkan diri saya sendiri supaya jangan terlewat mengirim, supaya tidak sampai ditagih lagi.

Bukan karena saya kaya, tapi saya memutuskan untuk merawat kedamaian mental daripada memelihara rasa sebal. Dengan menghapus pesan itu, dengan berjanji pada diri sendiri untuk mentransfer sebelum ditagih, saya sejatinya sedang memastikan tidak ada ruang bagi orang lain untuk merusak hari saya. Dengan begitu, saya merasa menang.

Pada akhirnya, jika akun mojokafteroffce bilang bahwa Kemenangan sejati itu bukan soal apa yang kamu bawa pulang, tapi soal apa yang orang lain nggak bisa lupain darimu, maka seporsi kemenangan versi saya adalah ketika bisa memegang kendali penuh atas kewarasan sendiri, bukan karena orang lain, meskipun lewat hal-hal kecil.

Kalau seporsi kemenangan versimu, apa?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jadi warga Tegal bukan sekadar soal domisili, tapi ujian mental karena harus menelan kekalahan demi kekalahan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2026 oleh

Tags: hapus pesankurangi medsosMedsosseporsi kemenangan
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Sebaiknya Instagram Lakukan daripada Hapus Fitur Archive Mojok.co

4 Hal yang Sebaiknya Instagram Lakukan daripada Hapus Fitur Archive

27 September 2024
viral jalur hujat mojok

Viral Jalur Hujat: Kita Makin Marah, Mereka Makin Sumringah

6 November 2020
Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos terminal mojok.co

Ribetnya Punya Dosen Terkenal, tapi Suka Bikin Statement Aneh di Medsos

28 Juni 2021
komentar jahat

Azab Paling Cocok untuk Orang yang Suka Komentar Jahat di Medsos

24 Desember 2021
4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang Mojok.co

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

9 Desember 2025
caper

Ketika Benda-Benda di Sekitar Kita Beralih Fungsi Jadi Properti Aksi Caper di Medsos

27 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.