Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Kenapa Kita Pelan-Pelan Perlu Meninggalkan Instagram

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
10 Juni 2020
A A
meninggalkan instagram, Menebak Pikiran Orang yang Cek Instagram Cuma buat Lihat Instastory Zaskia Adya Mecca 3 Alasan Kenapa Filter Truth or Dare dan Head Quiz di Instagram Story Diciptakan
Share on FacebookShare on Twitter

Ada masa di mana media sosial banyak dipakai orang. Setelah itu, akan muncul waktu pula di mana media sosial tak terpakai lagi. Kita nggak bisa mengelak untuk soal ini.

Sebelum mengenal Facebook, kita tahu ada sebuah media yang bisa menghubungkan seseorang dengan orang lain, namanya Friendster, muncul tahun 2002. Friendster bukan media sosial pertama yang lahir di dunia digital, melainkan didahului oleh Blogger yang muncul sekitar 1999.

ADVERTISEMENT

Saya menyebut Friendster tadi semata-mata karena dari Friendster lah tonggak media sosial mulai berkembang. Friendster hanya bertahan sebentar. Sejak saya mengenal internet dan dunia maya sekitaran tahun 2009, Friendster telah lenyap.

Saya nggak tahu di belahan dunia lainnya, apakah Friendster di tahun tersebut masih dipakai atau tidak. Saya baru mengenal yang namanya Facebook. Media sosial yang diciptakan oleh Marc Zuckerberg CS sekira tahun 2004 itu telah meracuni saya.

Facebook pun merajai dunia media sosial cukup lama. Namun sekuat apa pun Facebook, tetap saja pernah ditinggalkan penggunanya. Kita tahu sekian tahun lalu pesona Facebook pernah redup.

Selepas Facebook mendunia, Twitter muncul menjadi pesaingnya. Twitter yang lahir sekitar 2006 itu pun tak membutuhkan waktu lama untuk menguasai jagat media sosial. Twitter yang saat ini tengah kembali naik daun itu pun pernah ditinggalin orang-orang.

Dari cerita kawan-kawan saya pengguna Twitter lama, Twitter pernah sepi—nggak seperti sekarang ini. Terlebih kala Instagram hadir dan mengubah paradigma dan cara bermedia sosial yang nggak cuma ngetik status atau nge-tweet, tetapi sekaligus mengunggah foto.

Dari media sosial yang saya sebutkan tadi, hanya Instagram yang pesonanya belum redup. Instagram adalah salah satu di antara sekian banyaknya media sosial yang jumlah penggunanya konsisten.

Baca Juga:

3 Barang dan Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Instagram, Salah Satunya Jasa Detektif Kasus Perselingkuhan

Quora Media Sosial Paling Nggak Toxic yang Pernah Saya Coba, Bikin Betah

Tahun 2019 saja, menurut Survei NapoleonCat, pengguna Instagram di Indonesia menyentuh angka 61 juta pengguna. Fantastis bukan? Jika diakumulasikan, sebanyak 22,6 persen dari penduduk Indonesia menggunakan Instagram. Hampir seperempat jumlah keseluruhan penduduk.

Kedigdayaan Instagram sebenarnya mengandung ketidakwajaran sebagai media sosial. Iya, saya katakan tidak wajar. Bukan perkara berdampak negatif—semua medsos memang begitu, melainkan memang sudah saatnya kita pelan-pelan meninggalkan Instagram.

Meninggalkan dalam artian tak lagi memakainya dan tidak lagi memasang aplikasinya di ponsel kita, seperti halnya kita memperlakukan media sosial yang saya sebutkan tadi. Loh, memangnya kenapa?

Saya punya alasannya, silakan disimak hingga tuntas. Siapa tahu kamu juga akhirnya minat untuk menanggalkan akun Instagram kamu.

Menimbulkan Insekyur

Sedari awal, Instagram memungkinkan penggunanya untuk membagi foto maupun video. Update status, nge-tweet, atau segala perkara yang berhubungan dengan ketik-mengetik kurang terpakai di Instagram. Soalnya saat pertama buka Instagram, orang bakal melihat foto atau video kamu, bukan kepsyen.

Kalau hal ini berangsur-angsur justru membuat sebagian penggunanya merasa insekyur atau tidak percaya diri. Instagram itu kan menampilkan visual kehidupan orang lain. Kalau kehidupan orang yang glamor, keren, good looking, dan bergelimang harta sih nggak masalah.

Masalahnya jika pengguna Instagram itu orang-orang yang hidupnya biasa saja dan cenderung pas-pasan. Kita (hah, kita?) yang kebetulan bernasib begitu malah jadinya iri, insekyur, dan jelas susah buat bersyukur alih-alih mendapatkan kesenangan bermain Instagram.

Semakin lama bermain Instagram, maka insekyur akan terus terpupuk dalam diri kita. Melihat foto orang lain traveling ke luar negeri iri; nemu foto orang lain dengan pacarnya sinis; melihat foto pernikahan dengki; sampai melihat story orang wisuda jadi kepengin DO.

Demi kesehatan mental kamu, supaya nggak punya rasa insekyur setinggi Patung Pancoran, meninggalkan Instagram adalah cara paling jitu. Kalau belum sanggup 100 persen, ya kayak lagunya Kotak Band, pelan-pelan saja.

Susah Cari Followers

Punya akun Instagram tapi nggak punya followers sama halnya punya motor tapi nggak ada bensinnya. Punya akun Instagram tapi followers dikit juga sama seperti punya anggota dewan tapi nggak bisa kerja. Makanya, punya followers itu penting banget.

Sayangnya, mendulang followers tak semudah mendulang bayi dengan bubur promina. Boro-boro dapat ribuan followers, cari followers yang jumlahnya sepadan dengan warga yang ikut rapat RT saja susahnya setengah modyar.

Instagram nggak seperti Twitter yang bisa mutualan. Misalnya, kamu follow saya, nanti saya follback. Jadi jangan heran ketika kamu menjumpai seorang karib yang followers Twitter-nya sampai ribuan, sedangkan di Instagram cuma puluhan.

Facebook pun sama. Walaupun ada batas jumlah pertemanan, mencari teman di Facebook terbilang gampang. Bahkan nih ya, kita bisa berteman dengan tokoh-tokoh tersohor. Facebook saya loh berteman sama penulis-penulis keren, seperti Alfian Dippahatang, Felix K Nesi, Cepi Sabre, sampai Aliurridha.

Followers sedikit juga bisa membuat kita kepikiran terus. Gimana nggak kepikiran coba? Dengan followers sedikit, berpengaruh pula ke jumlah like dan views Insta Story. Maka dari itu, kuy ketimbang bingung cari followers Instagram, migrasi ke Twitter saja. Selow bosqueee~

Boros Paket Data

Sejauh ini pakai Instagram tenang-tenang saja tuh, nggak merasa insekyur. Nggak masalah juga kalau followers hanya sebanyak pasukan pengibar bendera. Oke… oke… saya punya satu lagi alasan kunci agar kita mulai meninggalkan Instagram.

Kamu pernah sadar nggak sih, saat berselancar di Instagram, kuotamu cepat habis? Laporan penggunaan data internet kamu juga cepat sekali naik, tahu-tahu sudah segiga saja. Iya, memakai Instagram itu boros paket data internet.

Saya merasakan itu. Baru buka Instagram beberapa detik saja—belum genap semenit, penggunaan data sudah 5 MB-an lebih. Gila! Nggak kebayang kalau menjelajah Instagram sampai berjam-jam, bisa ngabisin voucher data satu etalase tuh.

Jika dibandingkan dengan YouTube pun, lebih boros memakai Instagram. Ini serius. Saya kalau disuruh milih, mending nonton komedi tunggal di YouTube ketimbang buka Instagram. Saya nonton satu video YouTube berdurasi 5-10 menit hanya menghabiskan data 5-10 MB.

Jadi, kapan nih mau meninggalkan Instagram? Toh, Instagram juga telah diakuisisi Facebook. Kita nggak perlu lah ngasih pundi-pundi cuan buat Zuckerberg terlalu banyak. Lha wong pakai Facebook sama WhatsApp saja sudah menghasilkan dollar ke kantong dia kok.

BACA JUGA Percuma Instagram Berinovasi, Nggak Ngaruh Tuh Sama Kecemasan Saya dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2020 oleh

Tags: instagramSosial Media
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Spam Obat Mata Minus di IG Sampah Visual yang Menyesatkan Terminal Mojok

Spam Obat Mata Minus di IG: Sampah Visual yang Menyesatkan

12 Januari 2023
Kisi-kisi Menjadi Open Minded Menurut Rakyat Twitter yang Terhormat terminal mojok.co

Alasan Terselubung Seseorang Bikin Akun Alter di Media Sosial

7 Maret 2020
pasal

Menghakimi Status di Instastory: Pasal Mana Pasal?

19 September 2019
4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Ikut Giveaway Terminal Mojok

4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Ikut Giveaway

3 Maret 2022
Quora Media Sosial Paling Nggak Toxic yang Pernah Saya Coba, Bikin Betah Mojok.co

Quora Media Sosial Paling Nggak Toxic yang Pernah Saya Coba, Bikin Betah

21 Mei 2025
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab dalam Silaturahmi

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang

Selamat Datang di Kota Malang, Kota Pendidikan yang Gang Sempitnya Menjadi Sirkuit Uji Nyali Para Pengendara

29 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.