Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Alasan Terselubung Seseorang Bikin Akun Alter di Media Sosial

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
7 Maret 2020
A A
Kisi-kisi Menjadi Open Minded Menurut Rakyat Twitter yang Terhormat terminal mojok.co

Kisi-kisi Menjadi Open Minded Menurut Rakyat Twitter yang Terhormat terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Berawal dari kemunculan Facebook, media sosial semakin diminati oleh banyak kalangan. Nggak peduli tua atau muda, keduanya sama-sama anteng aja tuh kalau sudah fokus sama akun media sosialnya masing-masing. Bapak saya salah satunya, yang menggunakan Facebook sebagai wadah untuk mencari teman lama semasa sekolah dan sewaktu di kampung halaman. Karena hal tersebut juga, bapak dan teman-temannya yang jadi bisa berkomunikasi lebih mudah. Ketika ingin mengadakan suatu reuni pun, tinggal di-share di laman Facebook. Hasilnya? Berhasil.

Selebihnya, tugas saya sebagai anak beliau yang harus terus memberi arahan dan berita pembanding, jika ada informasi yang kurang terpercaya dan terindikasi hoaks. Sudah menjadi rahasia umum, kan, bahwa sebagian orang tua sering kali tertipu oleh judul berita dan informasi yang click-bait. Itu kenapa, saya selalu berdiskusi dengan Bapak jika ada berita terbaru. Bukan bermaksud untuk menggurui, tapi lebih kepada saling membagikan informasi dari sudut pandang satu sama lain.

Sebetulnya, sebelum Facebook menjadi opsi utama bagi banyak orang dalam bermain media sosial, ada beberapa platform lain yang populer pada masanya. Dua di antaranya adalah MySpace dan Friendster. Namun, karena kalah peminat dan dianggap kurang menarik, kedua platform tersebut perlahan ditinggalkan. Sampai akhirnya, lebih banyak yang lebih suka menggunakan Facebook. Kemudian, Twitter hadir sebagai pembeda. Perlahan tapi pasti, Twitter pun mulai digemari banyak kalangan.

Kemudian, sampai dengan saat ini, media sosial seakan jadi candu bagi banyak orang untuk melakukan berbagai hal, apa pun platformnya. Update status, posting foto, nambah mutual, bahkan tak jarang digunakan untuk gibah, menyebar informasi hoaks, dan hal negatif lainnya. Dalam prosesnya, ada sebagian orang yang sampai memiliki beberapa akun media sosial. Saya cukup yakin, hal tersebut dilakukan bukan hanya untuk iseng. Pasti ada alasan mengapa seseorang sampai membuat dua atau bahkan lebih akun—yang kemudian lebih dikenal dengan istilah akun alter.

Dan entah kenapa, akun alter ini semakin menjamur. Semakin banyak orang yang suka bersembunyi di balik akun tersebut. Sebagian orang menyebutnya akun anonim. Tidak dikenal sama sekali siapa pemilik akun tersebut. Pada masanya, akun anonim ini sebenarnya pernah dipopulerkan oleh akun Twitter @poconggg, yang kebanyakan twitnya adalah komedi, sampai akhirnya terungkap Arief Muhammad adalah orang dibalik akun anonim tersebut.

Kini, akun alter dibuat untuk berbagai macam kegiatan. Salah satu teman saya yang tidak bisa disebutkan namanya, misalnya. Dia sampai memiliki tiga akun Instagram dengan ragam fungsinya. Yang pertama adalah akun dengan nama asli dan tidak digembok; digunakan untuk upload foto sendiri dengan pose yang bagus-bagus saja. Siapa pun bisa follow. Kedua, akun dengan nama asli, hanya saja digembok, jadi hanya bisa dilihat oleh orang yang dia kenal saja karena foto dengan gaya “bebas”. Ketiga, betul-betul akun anonim yang nama akunnya saja hanya dia seorang yang tahu.

Tujuan dibuat akun tersebut adalah untuk julid, follow akun apa pun, dan di-follow akun apa pun terserah. Nama akunnya pun sembarang. Jadi, dia bisa lebih leluasa jika ingin sambat maupun misuh di media sosial. Dan pastinya, untuk stalking! Entah menjadi mata-mata bagi pasangan, atau untuk mengetahui permasalahan orang lain. Ngurusin masalah orang kok sampai sebegitunya, ya.

Ribet, kan? Iya, ribet banget. Dan yang melakukan hal serupa bukan hanya satu orang, tapi juga beberapa teman yang lain dengan dalih agar lebih mudah dalam mengekspresikan diri. Apanya yang mengekspresikan diri ketika kita justru bersembunyi di balik akun alter? Yang ada malah terkesan sembunyi tangan dan hanya sekadar jaga image.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Dan setelah saya coba tanya beberapa teman lain, pembuatan akun alter ini terbilang biasa, menurut mereka. Bahkan seakan sudah menjadi tren. Cirinya? Nama akun dan gambar profil sudah pasti tidak mencirikan sama sekali identitas diri mereka masing-masing. Kalau akun alter atau anonim yang digunakan untuk berjualan sih, saya bisa memahami. Tapi untuk hal lain yang sebetulnya bisa saja menggunakan akun asli, buat apa coba?

Pasalnya, yang sulit sekali saya terima adalah, sesekali mereka menggunakan akun alter tersebut untuk hal yang kurang baik. Sekali lagi, alasan agar lebih mudah berekspresi hanyalah klise. Dibuat-buat. Apalagi jika berujung pada mengumpat sesuka hati kepada semua akun yang tidak disukai.

Saya bisa memahami, menjadi diri sendiri itu sulit dan membingungkan. Bahkan dalam prosesnya, tak jarang mendapat celaan dari orang di sekitar. Namun, ketahuilah, mengumpat dibalik akun alter hanya akan menjadi pelampiasan sesaat.

BACA JUGA Ternyata di Twitter Ada Senioritas Akun Juga Ya? atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2020 oleh

Tags: akun alterinstagramMedia SosialSeto WicaksonoTwitter
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Pakai Jasa Paid Promote Buat Ngucapin Ulang Tahun buat Apa, sih_ terminal mojok

Pakai Jasa Paid Promote Buat Ngucapin Ulang Tahun buat Apa, sih?

23 Mei 2021
3 Tipikal Admin Media Sosial yang Bikin Mangkel terminal mojok.co

Tips Sehat Mental Mengarungi Media Sosial yang Brutal

3 September 2020
udah Nggak Usah Dipikirin

Kalimat “Udah Nggak Usah Dipikirin” yang Sebaiknya Kamu Pikirin

16 Agustus 2019
5 Hal yang Sering Dipamerkan PNS di Media Sosial (Shutterstock.com)

5 Hal yang Sering Dipamerkan PNS di Media Sosial

7 Maret 2022
fungsi facebook fitur facebook kegunaan facebook mojok.co

5 Fungsi Facebook yang Mungkin Belum Kamu Tahu: Bisa Nonton Film sampai Main Game Online

1 Juni 2020
Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

Daripada Bikin Cuitan Palsu demi Konten, Mending Bikin Novel Sekalian

29 Februari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.