Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Saya Pengguna Setia Transjakarta dan Setuju kalau Tarifnya Naik asal 4 Hal Ini Terpenuhi

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
29 November 2025
A A
Saya Pengguna Setia Transjakarta dan Setuju kalau Tarifnya Naik asal 4 Hal Ini Terpenuhi Mojok.co

Saya Pengguna Setia Transjakarta dan Setuju kalau Tarifnya Naik asal 4 Hal Ini Terpenuhi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari terakhir kabar rencana kenaikan tarif Transjakarta santer terdengar. Tarif Bus Rapid Transportation (BRT), salah satu tulang punggung transportasi publik di Jakarta dan daerah penyangga, akan naik menjadi antara Rp5.000-Rp7.000. Selama ini, tarif transjakarta dipatok flat Rp3.500 dan belum pernah mengalami kenaikan selama 20 tahun terakhir. 

Sebagai pengguna setia Transjakarta (TJ), saya sungguh terbantu akan keberadaannya. Bayangkan, dengan kocek Rp3.500, saya bisa bepergian dari Tangerang ke Jakarta Pusat. Kalau saya naik sebelum jam 7 pagi, tarifnya cuma Rp2.000 malah. Padahal, dua daerah ini cukup jauh. Nggak heran kalau bus lain mematok tarif hingga Rp15.000. 

ADVERTISEMENT

Itu mengapa, saya sebagai pengguna setia cukup memahami wacana kenaikan tarif Transjakarta. Beban subsidi TJ sudah cukup memberatkan, jadi ongkosnya pun sudah saatnya dinaikkan. Wacana perubahan yang hampir menyentuh 50 persen ini jelas mengundang pro dan kontra. Saya di tim pro dengan 4 catatan penting ini. 

#1 Armada ditambah agar penumpang tidak menunggu terlalu lama

TJ merupakan primadona bagi warga Jakarta, tak terkecuali wilayah penyangga sekitarnya (Bodetabek). Integrasi dengan moda lain pun menjadi nilai plus TJ yang memudahkan mobilitas pengguna. Namun, ada satu hal yang membuat saya agak kecewa dengan TJ, yaitu waktu menunggu yang panjang

Saya sering menunggu TJ terlalu lama. Padahal, di Google Maps kita bisa lihat interval waktu armada satu dan yang lainnya. Sayangnya, tidak semua sesuai kenyataan di lapangan. Bilangnya 8 menit lagi bus datang tapi 15-20 menit kemudian baru muncul. Mungkin jumlah armada mempengaruhi ini, jadi saya harap sih naiknya ongkos TJ dapat dibarengi dengan penambahan armada baru.

Kalau boleh request, penambahan jumlah bus listrik diutamakan. Armada yang sudah usang dan jadul sebaiknya ditiadakan demi kenyamanan bersama. Aman lah mau naik 100% juga asal pengguna merasakan service yang excellent.

#2 Evaluasi driver Transjakarta agar tidak ada lagi yang ugal-ugalan

Hal buruk yang sering saya alami bersama TJ adalah dapat driver yang nyetirnya nggak nyantai. Bisa jadi karena ada jalur busway sendiri, jadi seenaknya membawa penumpang. Lain halnya jika naik TJ via tol, meski macet ya tetap berusaha selip sana sini. Selain itu, ngerem mendadak menjadi kebiasaan mereka, ya nggak semua tapi kebanyakan begitu.

Saya percaya PT Transjakarta tidak asal merekrut pramudi, ada kualifikasi yang harus terpenuhi. Sebelum terjun ke lapangan, mereka diberikan pembekalan termasuk bagaimana cara menyetir TJ yang benar dan bersahabat. Tapi kenapa masih ada yang ugal-ugalan? TJ kan salah satu transportasi publik unggulan Pemprov DKI yang harus mencerminkan hal-hal positif.

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

Jika ingin menaikkan ongkos TJ, minimal drivernya nggak serampangan saat di jalan. Keselamatan dan kenyamanan pengguna adalah prioritas utama.

#3 Kualifikasi driver sebaiknya yang mengerti semua rute di Jakarta

Pernah nggak kamu naik kendaraan umum, tapi rasanya kayak diculik? Saya pernah mengalami hal aneh ini di TJ. Untuk kenang-kenangan, saya menuliskannya juga di Terminal Mojok. Saat itu naik TJ rute Pulogadung-Monas tapi supirnya nggak paham jalan karena (alasannya) baru di jalur tersebut. Alhasil, kami dibawa berkeliling Jakarta Pusat dan berakhir di Monas lagi.

Nah, kejadian kayak gini semestinya tidak ada di kamus Transjakarta ya. Sekelas transportasi andalan warga kok bisa nggak tahu rute di Jakarta Raya ini? Kalau memang pindah ke koridor lain, ya sebelumnya pelajari dulu petanya. Atau, bisa tanya penumpang dan bukan menciptakan drama mengunci kami di dalam bus. Kalau tarif TJ naik tapi kualitas drivernya masih ada yang kurang, ya buat apa.

#4 Revitalisasi halte Transjakarta yang kurang nyaman

Meskipun sudah banyak halte TJ yang mewah dan nyaman, saya masih menemukan beberapa pemberhentian yang kurang apik. Ada yang ruang tunggunya sempit dan ada pula kalau musim hujan ya penumpang ikutan basah. Selain itu, untuk TJ Tangerang misalnya, saya agak malas naik ini karena halte seadanya di pinggir jalan. Ditambah lagi waktu tunggu yang lama, aduh ingin komplain di medsos rasanya.

Halte itu termasuk fasilitas utama pengguna bus karena kami butuh tempat menunggu yang layak. Nggak perlu mewah dengan spot foto estetik atau bertingkat layaknya mall. Cukup dengan area duduk yang luas dan ada atapnya biar nggak kehujanan atau kepanasan. Ongkos mau naik 100% nggak masalah buat saya, ya asalkan halte-halte kecil direvitalisasi untuk kenyamanan bersama.

Jika tarif Transjakarta jadi naik, semoga keempat hal di atas pun segera direalisasikan. Saya yakin dengan begitu akan semakin banyak warga yang rajin naik TJ dan kemacetan di ibu kota pun akan berkurang. Semoga saja ya …

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Penderitaan Warga Tangerang yang Sehari-hari Naik Transjakarta Koridor T11.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 November 2025 oleh

Tags: BRTJakartaTJtransjakartatransportasi publikTransportasi publik jakarta
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Jakarta Adalah Tempat Terbaik untuk Menemukan Ketenangan Melebihi Jogja (Unsplash) umr

Yakin Biaya Hidup di Jakarta Mahal? Ini Soal Mindset, Bung!

25 Agustus 2023
Jawa Barat, Provinsi yang Paling Nggak Niat Mengembangkan BRT

Jawa Barat, Provinsi yang Paling Nggak Niat Mengembangkan BRT

7 Mei 2025
Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL Jakarta Tarif KRL berbasis NIK

Tak Ada yang Lebih Tabah dari para Pejuang KRL

29 September 2023
Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta Mojok.co

Jalan Ciputat Musuh Bebuyutan Mahasiswa UIN Jakarta

2 Desember 2023
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

6 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Mati Listrik di Jogja Adalah Cara Cepat Membunuh Orang Miskin (Unsplash)

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

20 Juni 2026
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026
Jalanan Surabaya yang "Liar" Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas Mojok

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.