Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
1 Agustus 2026
A A
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa yang kalian cari dari sebuah tempat nongkrong? Katakanlah, kafe. Apakah menunya? Pelayanannya? Harganya? Atau apa?

Yang jelas, tiap orang pasti punya jawaban yang berbeda. Meski demikian, ada satu yang jadi harga mati, yaitu kenyamanan. Mau menunya enak dan harganya oke kalau tempatnya nggak nyaman ya, skip.

Kenyamanan ini pun luas, ya. Bukan semata soal tempat tapi juga soal suasana. Bagaimana setting tempatnya, tata lampunya, termasuk soal musik yang diputar di dalam kafe. Saya yakin semua pasti setuju kalau kafe yang nyetel musik keras-keras itu mengganggu. Kecuali, kalau tempat yang kita datangi itu diskotik, konser musik atau sound horeg. Itu sih memang kodratnya nyetel musik dengan volume maksimal.

Tapi kafe? Nggak dulu.  

Musik keras bikin pusing

Sebelum kalian ramai-ramai menyebut ketidaksukaan ini cuma soal selera, mending ditahan dulu argumennya. Musik yang terlalu keras apalagi di tempat yang cuma sekotakan doang seperti kafe, bukan tanah lapang, itu bukan sekadar masalah cocok atau nggaknya. Tapi, memang ada dampak psikologis nyata yang bisa dijelaskan secara ilmiah.

Jadi begini. Ketika indra kita menangkap suara keras, otak manusia memproses suara tersebut sebagai bentuk ancaman atau stresor. Tubuh pun langsung merespon dengan memicu pelepasan hormon stres, yaitu kortisol dan adrenalin. Akhirnya, perasaan jadi merasa gelisah, mudah marah dan sulit merasa rileks.

Dan sialnya, di saya, itu beneran terjadi. Kalau masuk kafe yang ndilalah musiknya kenceng, mendadak jadi bad mood, mual dan pusing.

Ngobrol di kafe jadi susah

Yang bikin nggak habis pikir dari kafe yang nyetel musik kenceng-kenceng adalah, apa para pengelolanya nggak sadar ya kalau suara musik yang dipol itu bikin pelanggan jadi megap-megap tiap kali ngobrol?

Baca Juga:

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

Mau nggak mau, obrolan yang seharusnya menyenangkan malah jadi ajang adu ngotot supaya suaranya nggak kalah kenceng dengan suara sound. Padahal, ngomong kenceng-kenceng itu capek, loh. Energi rasanya kesedot banyak. Alhasil, pulang ngafe bukannya rileks malah kerasa capek.

Jadi ya, nggak usah lagi sok pasang muka bingung sambil bertanya-tanya “Padahal aku nggak ngapa-ngapain di kafe. Cuma duduk ngopi sama ngobrol, tapi kok rasanya capek banget, ya?”

Ya itu karena elu ngobrolnya balapan sama suara sound, Malih~

Triple kill perusak mood

Soal musik di kafe yang disetel kenceng ini, penderitaannya makin paripurna ketika kualitasnya sound system yang dipakai ala kadarnya. Spekernya sember, pengaturan treble dan bassnya embuh, sambungan Bluetooth-nya sering nge-lag pula.

Itu satu hal. Makin parah lagi kalau jumlah speaker yang dipasang cuma satu di sudut depan kafe. Lalu tanpa tedeng aling-aling, volume disetel maksimal dengan tujuan biar kedengeran sampai meja paling pojok belakang.

Ya Lord, itu pelanggan yang duduk dekat speaker sudah kayak bersebelahan dengan meriam konser, sementara yang duduk di belakang juga masih kena abunya.

Dan kalian tahu apa lagi yang bikin tambah tersiksa? Tiba-tiba ada iklan di tengah-tengah lagu! Alamak! Bener-benar triple kill perusak mood. Mbok langganan yang premium, lho. Untung aja yang digedein, giliran langganan aplikasi musik saja nggak bisa. Tobat… tobat.

Lebih baik kafe nggak usah nyetel musik (keras-keras)

Setelah dipikir-pikir, memang paling bener kafe itu ya nggak usah nyetel musik kenceng-kenceng. Ini kafe, Bos, bukan diskotik apalagi konser musik. Cukup disetel pelan saja volumenya, biar suara yang masuk tetap sopan di telinga. Sekadar buat background ambience yang manis, lah. Jadi, suasananya nggak sepi-sepi amat.

Atau, kalau mau nggak nyetel musik sekalian juga lebih bagus. Kan bisa saja tuh memanfaatkan suara-suara alami yang jauh lebih menenangkan. Misalnya, suara gemericik dari kolam buatan di sudut kafe, suara lonceng yang tertiup desir angin, bahkan suara khas deru mesin espresso dan denting gelas pun bisa jadi melodi yang menyenangkan. Dengan begitu, pelanggan bisa larut dalam suasana syahdu tanpa perlu merasa terganggu.

Jangan khawatir. Kalian tentu saja boleh tidak setuju dengan tulisan ini. Toh, ketika menulis ini, saya sudah siap pasang badan. Siap dengan hujatan, seperti ‘Kalau mau sepi ya ke kuburan’, ‘Nggak usah ngatur-ngatur yang punya kafe!’, ‘Yang terganggu cuma situ doang’, dsb.

Jadi, ya, monggo saja kalau mau dihujat. Saya tak lanjut ngopi saja.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dear Penjual di Warung Kopi, Tolong Volume Musiknya Jangan Terlalu Keras

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2026 oleh

Tags: aturan musik di kafekafemusik di kafe
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Para Kreator Konten, Please, Kafe di Dalam Gang Itu Bukan Hidden Gem! hidden gem adalah

Para Kreator Konten, Please, Kafe di Dalam Gang Itu Bukan Hidden Gem!

27 November 2023
kedai kopi ramai tapi penjualan sepi kafe coffee shop mojok.co

Kedai Kopi Ramai tapi Penjualannya Minim, Kok Bisa? Ya Bisa dong

30 Juli 2020
Working Space Bakal Susah Laku di Situbondo karena Belum Ada yang Beneran Butuh

Working Space Bakal Susah Laku di Situbondo karena Belum Ada yang Beneran Butuh

4 April 2025
4 Rekomendasi Kafe di Jember yang Cocok untuk Healing

4 Rekomendasi Kafe di Jember yang Cocok untuk Menangis

14 Januari 2022
Filsuf Adalah Tonggak Peradaban Bangsa dan Kini Mereka di Kedai Kopi terminal mojok.co

Tipe Warung Kopi atau Kafe Berdasarkan Fungsinya

28 Mei 2020
3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

21 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku Mojok.co

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

29 Juli 2026
Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

26 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.