Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

Annisa R oleh Annisa R
23 Juni 2026
A A
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan warga Threads ramai membahas soal perilaku pelanggan yang seenaknya sendiri di kafe. Mereka memonopoli meja hingga tidak banyak memesan minuman maupun makan. Kafe bak tempat tinggal kedua selain rumah maupun kosan. 

Asal tahu saja, kafe memang jadi ruang publik baru. Tidak hanya orang-orang nongkrong, orang yang kerja juga dapat dengan mudah ditemukan di sana. Tidak heran, kalau kafe-kafe kian menjamur. Sudah begitu tiap, tempat tak pernah sepi. 

ADVERTISEMENT

Namun, pergeseran kebiasaan ini nyatanya membawa persoalan baru. Bermunculan pelanggan nggak peka yang mengganggu pembeli lain. Dan, tidak menutup kemungkinan bisa mengganggu bisnis kafe ke depannya. 

Memonopoli meja dan kursi di kafe

Ini persoalan paling panas yang sedang dibahas di Threads. Banyak pelanggan  memonopoli meja dan kursi di kafe. Misal, meja untuk berempat, tapi dipakai untuk seorang sendiri. Mereka yang datang dalam bentuk kelompok 3-4 orang jadi kesulitan mencari tempat duduk. 

Keluhan lain, di meja sudah ada barang-barang pelanggan, tapi orangnya nggak ada hingga berjam-jam. Yang paling ajaib, saya kerap mendapati mencari makan di tempat lain karena kafe antara tidak menyediakan menu berat atau melarang membawa makanan dari luar, sebagai alasan pergi sambil meninggalkan barang penanda.

Akibat dari tindakan ini, orang-orang yang sudah membayar harus rela berdiri, mengantre di dekat meja sambil menunggu, atau bahkan memutuskan pergi ke tempat lain.

Persoalan ini tampaknya benar-benar bikin gedek pembeli lain. 

Mengobrol di ruang hening

Soal meja dan kursi kafe hanyalah satu dari banyak persoalan lain. Selain itu, masih banyak pengunjung kafe yang nggak peka dengan mengobrol dengan suara keras. 

Baca Juga:

Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Tentu tidak jadi persoalan kalau mereka ngobrol di ruang terbuka atau di spot-spot yang memang ditujukan untuk ngobrol. Masalahnya, tidak sedikit dari pengunjung nggak peka itu ngobrol di focus room atau tempat-tempat yang tidak boleh berisik. 

Aneh betul, padahal sudah jelas-jelas ada tulisannya untuk menjaga ketenangan, kok ya masih ada yang berisik.

Saya setidaknya dua kali mengalami ruang hening yang riuh. Ini terjadi saat area biasa penuh, lalu rombongan yang datang tanpa niat berkonsentrasi malah menjajah kursi-kursi kosong di ruang hening dan membuat keributan.

Sangat tidak etis. Selain tidak menaati aturan, ini juga egois. Anggapan “yang penting dapat tempat duduk” mengalahkan aturan yang jelas tercetak di pintu masuk. Itu merampas hak tenang orang lain yang mungkin sangat membutuhkannya untuk fokus bekerja atau mencari kedamaian.

Tidak membereskan sampah bekas sendiri

Bayangkan masuk kafe, mencari tempat duduk, tapi yang tersisa hanya meja penuh sampah. Pekerja kafe pun belum sempat mengurus. Ini sering saya alami, terlebih di tempat yang berbagi area dengan minimarket seperti Point Coffee.

Apalagi, di sini, malah di mejanya sudah ada tulisan untuk membersihkan sendiri. Sayangnya, imbauan itu tampaknya sering dikalahkan mentalitas pasif: “Kan, sudah kerjaan karyawan.” Padahal, tempat sampah pun ada di dekat pintu keluar.

Membereskan sisa diri sendiri itu hal dasar. Kenapa harus menunggu orang lain merasa jijik dan kesal? Hak kita menikmati suasana kafe tidak lantas membebaskan kita dari tanggung jawab menjaga kebersihan.

Selain tulisan saya sebelumnya, Beli Kopi Pakai Tumbler Memang Ramah Lingkungan, tapi Plis, Dicuci Dulu, Jangan Minta Baristanya Nyuci Tumbler Kalian!, hal-hal di atas sebaiknya juga diperhatikan oleh pembeli kurang peka. 

Bahkan, sebaiknya pengelola kafe lebih tegas pada pelanggan semacam ini. Sebab, sudah ditulis sekalipun, mereka tetap melanggar dengan mudahnya. Bukan tidak mungkin hal-hal kecil macam itu bisa “mengusir” dan “mengancam” pembeli lain yang sebenarnya ingin mampir ke kafe tersebut. 

Penulis: Annisa R
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Kafe Dekat Kraton Jogja, Cocok Buat Kerja hingga Nugas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2026 oleh

Tags: kafekafe rugiMahasiswapengununjung kafetojali
Annisa R

Annisa R

Belajar geografi lingkungan. Penduduk, pejalan kaki, dan pengguna transportasi umum.

ArtikelTerkait

Tidak Ada yang Lebih Tabah dari Mahasiswa yang Tinggal di Bantul, Kuliah di Sleman, dan Motoran  Mojok.co

Tidak Ada yang Lebih Tabah dari Mahasiswa yang Tinggal di Bantul, Kuliah di Sleman, dan Motoran 

1 Juni 2024
5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman Mojok.co

5 Kebiasaan Barista yang Sebaiknya Dihindari supaya Pelanggan Semakin Nyaman

20 Januari 2025
kedai kopi ramai tapi penjualan sepi kafe coffee shop mojok.co

Kedai Kopi Ramai tapi Penjualannya Minim, Kok Bisa? Ya Bisa dong

30 Juli 2020
Jangan Jadikan Aktif di Ormawa sebagai Alasan Nilai Jelek

Jangan Jadikan Aktif di Ormawa sebagai Alasan Nilai Jelek

5 Januari 2023
Kalau Bikin Kajian Strategis BEM, Tolong Referensinya Jangan Makalah Anak SD kastrat BEM kampus makalah APA style mojok.co

Pengalaman Saya Ngejokiin Tugas Mahasiswa Sastra Indonesia

14 April 2020
Proker KKN Kadang Nggak Nyambung sama Jurusan Kuliah dan Kita Harus Berdamai dengan Itu

Proker KKN Nggak Nyambung sama Jurusan Kuliah: Mahasiswa Harus Berdamai dengan Itu

11 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau Jaklingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu Mojok.co

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

11 Juli 2026
Nuduh semua fans Argentina pendukung zionis itu memang tolol (Unsplash)

Cacat logika menuduh fans timnas Argentina sama dengan mendukung zionis

12 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026
Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial Mojok.co

Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial

13 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Potensi Besar, Hasil Dipertanyakan: 3 Alasan Warga Situbondo Wajib Kecewa dengan Daerahnya yang Gitu-gitu Aja

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.