Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Saya Ikut Sedih Saat Kafe Dixie Jogja Akan Tutup, Meski Saya Belum Pernah ke Sana

Audian Laili oleh Audian Laili
6 Mei 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah akun Instagram salah satu kafe hits di Jogja pada zamannya, menyatakan akan tutup. Nggak sedikit yang merasa kehilangan tempat ini. Katanya, tempat ini penuh dengan memori beragam aktivitas selama jadi mahasiswa. Ya, sebagai tempat rapat, nggarap tugas, laprak, skripsi, nongki, sekaligus diskusi untuk membuka wawasan soal isu-isu terkini. Kafe ini bernama Dixie.

https://www.instagram.com/p/COfSHpdjOQe/?igshid=1obdofhees7f8

Saya betul-betul nggak relate dengan cerita itu semua. Meski nama Dixie sudah sangat familiar bagi saya sejak masa ospek mahasiswa. Saya ingat betul, setelah selesai ospek universitas, ada teman saya yang asli Jogja ngajakin untuk melepas penat dengan pergi ke tempat ini. Saat itu, saya memilih untuk nggak gabung karena saya merasa nggak deket-deket amat sama mereka. Ternyata, ini adalah sebuah keputusan yang saya syukuri di kemudian hari. Alias, uang saku saya yang pas-pasan itu nggak terkuras karena kebutuhan bersosialisasi dan basa-basi belaka.

Perjalanan jadi mahasiswa pun dimulai. Saat kuliah, saya gabung dengan kegiatan teater mahasiswa. Biasanya, setelah latihan, kami akan melanjutkannya dengan makan bareng. Seringnya, sih, di Burjo (yang sekarang disebut Warmindo itu). Namun, di beberapa kesempatan ada pula sebagian yang memilih Dixie sebagai tempat “berdiskusi” selanjutnya.

Awalnya, saya masih belum cari tahu tentang tempat ini. Untungnya, saya nggak memaksa ikut sebelum tahu betul soal Dixie. Saya memilih untuk langsung pulang ke kos dan menghabiskan malam untuk telponan sama mantan pacar.

Lantaran sering disebut-sebut, saya jadi kepo soal tempat ini. Dari hasil Googling, saya jadi tahu harga makanan di sana dan bagaimana tata ruang di dalamnya. Apalagi saat lihat kondisi tempat parkirnya yang penuh dengan mobil. Sudahlah, saya sepertinya akan menyulitkan diri saya sendiri kalau memaksa ikut ke sana.

Jadi, ketika mereka memutuskan pergi ke Dixie, saya sering kali skip. Dengan berbagai alasan saya nyatakan ke mereka. Pun dengan satu alasan yang terpatri dalam hati: harga makanan yang dijual di sana tampaknya nggak cocok buat kestabilan ekonomi saya.

Tidak ikut bergabung dengan mereka sebetulnya adalah dilema tersendiri untuk saya. Kalau nggak gabung, bisa jadi saya kehilangan momen untuk dapat klop dengan teman-teman saya itu. Namun, kalau saya memaksakan diri ikut ketika sudah tahu bahwa harga makanan di sana “ya, begitulah”, bakal nggak baik untuk kesejahteraan saya di hari-hari selanjutnya.

Baca Juga:

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

Dixie bisa jadi sebuah kafe di Jogja yang menjadi parameter mahasiswa untuk hedon di zamannya. Tepatnya sebelum Indomart Point dibangun apalagi kafe-kafe Instagram-able menjamur. Jadi, kalau you-you cuma pengin makan karena lapar, bukan karena untuk sebuah kenyamanan ruangan ber-AC dan sofa yang empuk. Apalagi untuk sebuah pencapaian tertentu, tentu tidak perlu menjadikan Dixie sebagai pilihan tempat makanmu. Kalau saya saat itu, hedon maksimal yang bisa diusahakan adalah ke Subha-nya Galeria Mall. Mi ayam katsunya enak banget, porsinya gede (alias bisa buat rapel dua kali makan), dan harganya masih dapat dijangkau.

Tahun ke tahun, kata “mahal” sudah tertancap lekat dengan Dixie di kepala saya. Ini bikin saya sama sekali nggak tertarik untuk nengok ke sana. Bahkan setidaknya buat membuka wawasan saya: gimana, sih, sebuah kafe yang katanya sangat hits itu?

Bla bla bla, saya pun punya penghasilan sendiri. Ndilalah kafe-kafe kece sungguh menjamur di Jogja. Dari yang punya banyak spot foto menarik hingga yang katanya tempatnya menyatu dengan alam. Saya semakin nggak kepikiran dengan kafe Dixie. Hingga tiba-tiba ia menyatakan bahwa akan tutup di minggu ini. Bisa-bisanya, saya betul-betul skip soal kafe yang sudah jadi parameter kesejahteraan mahasiswa ini.

Meski saya nggak pernah menyambangimu, tampaknya saya tetap perlu berterima kasih. Dixie, terima kasih telah hadir untuk mengingatkan saya bahwa hidup prihatin memang nggak mudah.

BACA JUGA Ketika Orang yang Biasa ke Angkringan Mengunjungi Kafe Kelas Menengah dan tulisan Audian Laili lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2022 oleh

Tags: DixieJogjakafekafe hits
Audian Laili

Audian Laili

Bisa diajak ngobrol lewat akun Instagram @audianlaili

ArtikelTerkait

3 Daerah Tidak Ramah Perantau di Jogja yang Perlu Dihindari

3 Daerah Tidak Ramah Perantau di Jogja yang Perlu Dihindari

19 Agustus 2024
jogja pabrik gula belanda mojok

Manisnya Jogja sebagai Kota Gula di Awal Abad ke-20

10 Oktober 2020
Tips Jelajah Jogja Solo dan Sebaliknya, Nggak Perlu Ribet Bawa Kendaraan dengan Fitur Ini Terminal Mojok.co (Unsplash.com)

Tips Jelajah Jogja-Solo dan Sebaliknya, Nggak Perlu Ribet Bawa Kendaraan dengan Fitur Ini

24 Maret 2023
4 Pekerjaan Sampingan Paling Cuan di Jogja yang Wajib Mahasiswa Tahu

4 Pekerjaan Sampingan Paling Cuan di Jogja yang Wajib Mahasiswa Tahu

29 Agustus 2025
3 Hal yang Perlu Diperhatikan Warga Jawa Timur yang Mau Merantau ke Jogja

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Warga Jawa Timur yang Mau Merantau ke Jogja

17 Februari 2023
3 Cara bagi Klaten untuk Mengalahkan Ekonomi Jogja (Pexels)

3 Cara Kabupaten Klaten Mengejar Ekonomi dan Status Kota Jogja

26 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi jasanya menandai hari jadi Klaten pada 28 Juli akan selalu diingat Mojok.co

Benteng Engelenburg sudah lenyap, tapi perannya untuk hari jadi Klaten akan selalu diingat

28 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026
Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.