Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

UMP Jogja Memang Naik, tapi Tetap Saja Tak Ada Efeknya, Tetap Tak Bisa Beli Apa-apa!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
1 Desember 2023
A A
Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Rasa-rasanya, kenaikan UMP Jogja itu percuma ya. Sebab, ya, kenaikannya jauh lebih lambat ketimbang kenaikan harga jasa dan barang.

Saya sempat jadi penyandang ODGJ, alias orang dengan gaji Jogja. Tak usah tanya seperti apa rasanya, benar-benar menderita. Meski belum menikah, menempati kos murah, dan tidak belanja kopi tiap hari seperti nyinyiran orang goblok di Twitter, tetap saja saya kewalahan. Kadang saya masih heran bagaimana bisa saya tidak mengalami malnutrisi selama setahun bergaji Jogja.

Tapi, saya tak bisa mungkiri, masa-masa itu (2018-2019), harga barang masih masuk akal, setidaknya ketimbang sekarang. Rokok pabrikan besar masih berharga di bawah 20 ribu, harga kopi masih masuk akal (meski ya sudah mahal), dan makanan masih jauh lebih murah, lagi-lagi, ketimbang sekarang.

Masalahnya adalah, harga semurah itu, masih susah terbeli dengan gaji Jogja saat itu. Meski UMP Jogja sudah naik, tetap saja keadaan tak berbeda.

UMP Jogja belum lama ini naik lebih dari 7 persen. Rata-rata, gaji di DIY sudah di atas 2 juta. Meski ya, saya yakin akan perusahaan yang tetap menggaji karyawannya di bawah 2 juta. Tapi, upah sekarang jauh lebih baik ketimbang masa saya bergaji UMR. Saat itu, UMK Jogja adalah 1.7 sekian juta. sekarang, UMP Jogja menjadi 2.125 juta, naik sekitar 350 ribuan setelah 5 tahun.

Tapi kenaikan UMP terasa percuma sebab kenaikannya tak secepat harga barang. Harga jasa naik begitu cepat, harga barang masih fluktuatif, tapi harga dasarnya sudah jauh meningkat ketimbang beberapa tahun lalu. Sedangkan, kenaikan UMP tak signifikan.

Bagi saya, kok rasa-rasanya, kenaikan UMP Jogja itu percuma ya. Sebab, ya, kenaikannya jauh lebih lambat ketimbang kenaikan harga jasa dan barang.

UMP Jogja merangkak, tapi biaya hidup lari secepat kilat

Bicara tentang upah Jogja memang tak ada habisnya. Kalau bicara solusi paling sederhana, kecuali minggat dari kota ini, ya pemerintah menaikkan besaran upah. Masalahnya adalah, tak bisa semudah itu. Salah satunya gara-gara branding “segalanya murah di Jogja” yang diserukan secara serampangan oleh banyak orang.

Baca Juga:

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Saya benci betul dengan kampanye itu sebab itu semuanya bohong. Betul ada mi ayam seharga 5 ribu di Jogja, tapi warung lain mematok harga 8-12 ribu. Betul ada gudeg seharga 3 ribu, tapi tak semuanya begitu. Kecurigaan saya, pembuat konten Jogja murah itu otaknya tertinggal di 2008. Raganya jalan tanpa otak, makanya kontennya busuk betul.

Hidup, nyatanya, tak selalu tentang makan murah. Kenaikan listrik, air, internet, jelas tak memedulikan UMP Jogja. Ia akan terus naik, sekalipun UMP jalan di tempat. Dan brengseknya, itulah yang dihadapi dalam hidup.

Ini saya belum bicara biaya pendidikan di Jogja yang alamak tingginya. Uang pangkal TK dan SD banyak yang semahal biaya semester kuliah. Hash, angel.

Masalahnya adalah, menaikkan upah secara signifikan akan mengubah banyak hal di Jogja. Yang jelas, harga-harga akan naik juga. Dan tentu itu sudah mengkhianati branding “Jogja murah”. Meski sebenarnya ya, kota ini nggak ada murah-murahnya sama sekali. Biaya hidup kota ini terasa murah bagi orang Jakarta, bagi orang dari kota lain ya tetap saja tolol mahalnya.

Potensi ini dikhawatirkan betul oleh warga Jogja cabang ICJ. Bagi mereka, lebih baik UMP tetap rendah agar segalanya tak makin mahal. Lagi-lagi, menurut mereka, harga barang-barang di DIY yang “dianggap” murah ini karena upahnya rendah. Dan itu tentu saja tak benar, apalagi setelah kalian baca tulisan dari Vice Indonesia terkait UMR Jogja.

Dari satu masalah saja, terasa kompleks betul perkara upah Jogja ini. Alamak.

Tetap tak terbeli

Jika UMP Jogja tak naik, terlebih secara signifikan, apa-apa makin tak terbeli. Jadi meskipun naik, bila tidak signifikan, ya hampir tak ada gunanya. Jika saya yang dulu bergaji UMR, saat apa-apa masih murah saja kewalahan betul menghidupi diri sendiri, saya tak bisa membayangkan bagaimana hidup orang yang sudah berkeluarga.

Bagaimanapun, kenaikan UMP Jogja ini tetap harus diterima dan sedikit diapresiasi. Setidaknya, upah masih naik. Meski angkanya tidak bikin puas dan hampir tak ada efeknya.

Tapi tetap saja, saya nggak bisa untuk tidak heran dengan kota ini. Masalahnya begitu banyak, mulai dari tukang parkir liar, klitih, gentrifikasi, harga properti yang tak masuk akal, dan lain-lain. Tapi deretan masalah itu, tak pernah bisa mengurangi rasa cinta penduduknya dan orang-orang yang singgah di Kota Istimewa ini. saya kagum, tapi juga sedikit bingung.

Atau, jangan-jangan, rasa cinta yang masih terpupuk itu adalah ilusi yang diciptakan agar pedihnya hidup di kota ini tak begitu menggerogoti.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kalau UMR Jogja Memang Serendah Itu, Kenapa Masih Banyak yang Bekerja di Jogja?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2023 oleh

Tags: gaji JogjaJogjakesejahteraanUMP Jogja
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

5 Tempat Belanja di Jogja yang Lebih Murah ketimbang Transmart Terminal Mojok

5 Tempat Belanja di Jogja yang Lebih Murah ketimbang Transmart

26 Januari 2023
angkringan

Makan di Angkringan: Niatnya Hemat, Ujung-ujungnya Sekarat

15 Juli 2019
4 Tempat Pacaran di Jogja yang Seharusnya Dihindari

4 Tempat Pacaran di Jogja yang Harus Dihindari

5 November 2020
Tipe Kepribadian Pendatang di Jogja dari Merek Bakpia yang Dibeli terminal mojok.co

Tipe Kepribadian Pendatang di Jogja dari Merek Bakpia yang Dibeli

15 Desember 2020
Begini Rasanya Menjadi Penumpang KA Bengawan Kelas Ekonomi, Pegel Dikit Nggak Ngaruh!

Begini Rasanya Menjadi Penumpang KA Bengawan Kelas Ekonomi, Pegel Dikit Nggak Ngaruh!

14 Januari 2024
Malioboro Masih Bisa Dinikmati Warga Lokal Jogja (Unsplash)

Malioboro Masih Bisa Dinikmati Warga Lokal Jogja, Tentunya Bukan Sebagai Tempat Wisata

25 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen seperti saya saat merantau ke kota Mojok.co

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

7 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.